
Seperti yang sudah direncanakan sebelumnya oleh Ayana dan teman-temannya. Pagi-pagi sekali mereka mulai mendatangi rumah Sora yang berada cukup jauh dari kota dan pemukiman warga.
Mereka menaiki sebuah mobil bersama untuk mencapai lokasi yang berada di dekat hutan Wild Kaazane yang sebenarnya cukup berbahaya. Namun mereka semua harus turun dan meninggalkan mobil itu, karena jalanan selanjutnya yang harus dilalui cukup sempit dan tak akan bisa dilalui oleh mobil.
Jalanan yang sempit dan sedikit menanjak itu mereka lalui bersama-sama dengan begitu hati-hati. Karena sebagian dari mereka sebenarnya merasa takut dan khawatir.
Suasana begitu sunyi dengan udara yang masih segar dan begitu menyejukkan. Terpaan angin yang cukup kencang juga menyapu tubuh mereka hingga menusuk ke tulang.
"Rumahnya berada di dekat hutan Wild Kaazane yang begitu liar dan menakutkan! Apa ini tidak berbahaya untuk kita datang le tempat ini? Bagaimana jika tiba-tiba saja ada hewan buas disini?" celutuk Mamo bergidik ngeri karena merasa ketakutan saat melihat sekelilingnya yang berisi dengan pepohonon yang tinggi dan besar.
"Ckk ... dasar penakut kamu, Mamo!!" timpal Ayana meremehkan. "Sora saja bisa hidup disini, lalu mengapa kita yang hanya datang untuk melihat sebentar saja tidak bisa? Dan lagi ... jika selama ini Sora baik-baik saja selama menempati tempat ini, itu berarti tempat ini memang aman!" imbuh Ayana yang masih melenggang tepat di belakang Jae dan Jun. Sementara Mamo dan Kaoru di belakangnya.
Setelah berjalan selama beberapa saat, kini akhirnya mereka mulai menemukan sebuah rumah kayu yang begitu sederhana di ujung gang kecil ini. Ayana mulai tersenyum miring menatap rumah kecil itu.
"Akhirnya kita menemukannya!" gumam Ayana masih menyibak sebuah semak belukar dan tersenyum misterius. "Ayo cepat kita kesana!!" serunya tak sabaran.
Jae, Jun, Ayana, Kaoru dan Mamo mulai bergegas untuk mendatangi rumah kayu itu sambil terus mengawasi sekitar untuk memastikan sesuatu jika memang tak ada seorangpun yang melihat mereka saat ini.
"Gadis aneh dan penyakitan itu rupanya suka memelihara hewan ya." gumam Kaoru sambil mengamati sekelilingnya yang dipenuhi dengan beberapa hewan seperti ayam, bebek, rusa dan burung yang sudah dikurung dalam kandang yang saling terpisah.
"Memang gadis yang sangat aneh!!" celutuk Mamo dengan ekpresi jijik menatap hewan-hewan itu yang menurutnya sangat bau.
Kini mereka sudah sampai tepat di depan teras rumah Sora yang berukuran cukup kecil.
"Okee, semua aman! Kalian masuk dan periksa semua yang ada di dalam rumahnya! Aku akan mengawasi di luar saja!!" ucap Jun mengusulkan.
"Oke!!" sahut Jae mulai bergegas untuk memasuki rumah Sora dengan cara mendobraknya dengan kaki kanannya.
BRAKK ...
Pintu utama itu kini rusak hanya dalam sekali tendang saja. Itu semua terjadi karena desain rumah Sora sangatlah sederhana dan tidak sekuat rumah para anak orang kaya itu.
Jae sedikit menunduk dan mulai memasuki rumah itu lalu diikuti oleh Ayana, Mamo dan Kaoru. Mereka mulai mengibaskan tangan karena merasa jika rumah Sora begitu bau amis dan sedikit kotor.
__ADS_1
"Cihh ... kotor dan bau sekali rumah ini!!" celutuk Mamo mulai menutup hidungnya dengan punggung telapak tangan kanannya.
"Pantas saja dia penyakitan! Rumahnya saja sangat kumuh seperti ini!" imbuh Kaoru menatap sekelilingnya dengan ekspresi sangat jijik.
Mereka mulai berpencar untuk mulai memeriksa dan mencari tau sesuatu. Sedangkan Ayana mulai mengambil sebuah figura kecil yang berisikan dengan foto keluarga Sora. Lagi-lagi senyuman miring itu mulai menghiasi wajah arogan Ayana.
"Satu keluarga juga sama saja rupanya!! Mereka pucat sekali. Dasar keluarga penyakitan!!" cerca Ayana kembali meletakkan figura itu kembali di atas meja.
Beberapa saat mereka mengubrak-abrik rumah Sora hingga seisi rumah ini menjadi semakin berantakan. Namun mereka masih saja tak menemukan apapun yang mencurigakan di dalam rumah ini.
Hingga akhirnya salah satu dari mereka merasa sedikit aneh karena di dalam rumah ini, mereka sama sekali tidak menemukan bahan makanan ataupun persediaan makanan apapun. Bahkan beras saja tidak ada. Lalu apakah Sora tidak makan?
"Ini aneh sekali! Aku sama sekali tak menemukan makanan apapun di rumah ini!" celutuk Jae berkacak pinggang dan masih menatap seisi rumah kayu yang saat ini menjadi semakin berantakan karena ulah dari mereka.
"Lalu bagaimana Sora makan? Apa dia begitu miskin hingga tak memiliki persediaan makanan? Ckk ..." sahut Mamo dengan jahatnya.
"Tidak mungkin! Seharusnya manusia akan memiliki paling tidak sedikit saja persediaan makan itu. Rumah ini sangat jauh dari minimarket atau pasar. Dan sangat aneh jika Sora sama sekali tak memiliki persediaan apapun." gumam Ayana berpikir keras.
"Mungkin Mamo benar, Ayana! Mungkin dia tidak punya uang! Salah dia sendiri, udah tau miskin tapi malah kuliah di Universitas Todai! Memang bodoh dia!! Memang perut bisa kenyang hanya dengan belajar?!" timpal Kaoru melai menendang sesuatu hingga tak sengaja karpet lantai itu mulai tergulung sedikit.
KRATAKK ...
Penutup itu berhasil dia buka. Ada sebuah tangga kecil yang menghubungkan ke dalam ruangan bawah tanah itu. Dengan cepat Kaoru mulai memanggil teman-temannya.
"Ayana! Jae! Mamo!! Kemarilah dan lihat ini!!" teriak Kaoru.
Mereka bertiga segera mendatangi Kaoru untuk melihat apa yang baru saja ditemukan olehnya.
"Ruang bawah tanah?" gumam Ayana berusaha untuk memicingkan sepasang matanya dan berusaha untuk menatap ruangan gelap bawah tanah itu.
Bersambung ....
...🍁🍁🍁...
__ADS_1
Bonus biodata Ren :
Name : Ren Kugayama
Birth : 17 November
Zodiak : Libra
Hight : 184 cm
Weight : 64 kg
Age : 20 years old
Yang paling dibenci : orang yang suka cari muka dan pembuat onar
Yang paling disukai : tidak mudah menyukai orang
Makanan faforite : ramen
Hobi : Bermain basket, bermain game
Ren termasuk pemuda yang sangat populer di kampusnya dan menjabat sebagai kapten tim basket. Dia cukup sulit untuk didekati, karena dia adalah tipikal pemuda dingin. Namun sebenarnya hal itu adalah salah satu pesonanya yang penuh dengan kemisteriusannya yang membuatnya begitu dikagumi dan digilai para gadis.
Bahkan penampilannya juga selalu terlihat sangat mengagumkan. Ren yang memiliki karakter dingin ini cenderung lebih suka menyendiri karena tidak suka dikendalikan oleh orang lain dan suka tidak cocok dengan orang lain.
__ADS_1
Meskipun Ren memiliki karakter dingin dan sedikit pendiam, namun dia selalu bersikap tegas. Dia tak akan segan-segan untuk memberikan pelajaran untuk seseorang yang sudah dianggapnya salah.