Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Sebuah Pilihan Untuk Dunia Yang Baru


__ADS_3

"Tid-dak ada, Rreenn ..." ucap Sora dengan lirih dan sudah sangat tak berdaya.


Sora juga menggeleng pelan, seolah tak ada harapan kembali untuknya tetap hidup. Bukan! Sebenarnya masih ada satu cara untuk Sora agar bisa bertahan hidup, namun temtu saja Sora tak ingin melakukan semua itu. Karena itu sangat membahayakan untuk Ren!!


"Keluar-lah, Ren ... tem-pat in-ni ak-kann menja-diii ab-bbu ..."


"Tidak, Sora! Jika mereka sudah berani mencelakaimu dan membuatmu menghilang untuk selamanya, maka mereka juga harua siap untuk kehilangan aku!! Aku juga akan ikut bersama denganmu! Aku tak akan pernah pergi dari tempat ini!! Kita akan mati bersama!!" ucap Ren penuh dengan keyakinan dan sedikitpun tak terlihat ada keraguan di dalamnya.


Sora menggeleng lemah, tentu saja nuraninya tak akan bisa menerima jika Ren harus memilih berakhir di tempat ini. Sora akan semakin membenci dirinya sendiri jika sampai Ren akan berakhir bersama dengan dirinya saat ini.


Pandangan mereka berdua saling bertemu dipenuhi dengan kekalutan. Sementara sang jago mereah kini terlihat sudah semakin rakus melahap apapun yang berada di setiap sudut rumah Sora.


"Sora! Sampai kapanpun, aku tak akan meninggalkanmu ..."


Aku tidak boleh membiarkan Ren berakhir hanya karena telah memilihku! Masih ada satu cara lahi untuk menyelesaikan semua ini. Jika aku berhasil dengan tepat waktu, maka kekuatanku akan segera pulih, dan aku bisa segera membawa Ren meninggalkan tempat yang sudah hampir menjadi abu ini. Namun itu sangat membahayakan Ren ... bagaimana ini? Sebenarnya aku hanya membutuhkan sedikit saja ... tapi aku khawatir jika terjadi sesuatu dengan Ren.


Batin Sora mulai terlihat begitu kebingungan. Terlebih saat ini Ren sudah terlihat sedikit tak berdaya dan linglung karena sudah terlalu menghirup asap ini.


"Ren ... ap-pakah kam-mu ... berse-diaaa un-tuukk hidupp ber-samaa dengankuu sel-lamanya?" tanya Sora lirih dan masih menggenggam erat jemari Ren, sementara pandangan mereka berdua masih saling bertemu dengan hangat.


Ren mengangguk pelan dan masih berusaha untuk tetap tersenyum.


RENNN!! KELUAR KAMU RENN!!!


REN!!!!


Teriakan itu kembali terdengar dari arah luar, dan sepertinya papa, mama Ren serta teman-teman Ren sudah kembali lagi untuk menyusul Ren.

__ADS_1


"Ak-ku but-tuh dar-rrahmu, Ren ..." ucap Sora begitu pelan dan sudah tak bertenaga. "Apa ka-mu ber-sedia un-tuk mem-berikann-nya untukku?"


Tanpa pikir panjang Ren mulai mengangguk lemah, dan mulai membantu Sora untuk duduk. Bahkan Ren juga mulai mendekatkan kepala Sora lalu menyandarkannya tepat pada lehernya.


Sepasang manik-manik Sora tak kuasa untuk menahan air matanya. Sora merasa sangat bersalah karena harus melakukan semua itu kepada Ren. Namun hanya ini yang bisa Sora lakukan demi untuk menyelamatkan Ren yang juha kekeh untuk tetap memilih berada di sini dan terbakar bersama Sora.


Dengan tubuh yang sedikit bergetar dan wajah yang masih beruraian dengam air mata, akhirnya Sora mulai mencium leher Ren hingga akhirnya sepasang taringnya mulai terlihat.


Sora mulai menyesap darah manis Ren yang selama ini selalu didambakannya. Seakan tak terima, Sora masih saja menyesapnya sambil menangis.


Maaf, Ren ... maaf ... tapi hanya bisa dengan cara ini saja aku bisa menyelamatkanmu dari kematian ini ...


Batin Sora yang kini perlahan tubuhnya sudah mulai menjadi lebih kuat, segar dan sehat kembali. Bahkan sora bisa mengeluarkan amunisi panas yang tadi sempat bersemayam di dalam dadanya dengan begitu mudah. Sora mengeluarkannya dan kembali memulihkan luka pada tubuhnya itu.


Sebenarnya Sora hanya sedikit saja meminum darah Ren, namun kekuatan Sora sudah kembali pulih..Namun disaat Sora menyudahi menyesap darah manis Ren, disaat itulah tubuh Ren mulai ambruk di pangkuan Sora.


"Renn!!!" pekik Sora sangat mengkhawatirkan Ren.


Dengan cepat Sora segera menggunakan kekuatan vampirnya untuk menyelamatkan Ren, gadis berwajah pucat itu kini mulai mengecup lembut bibir Ren untuk menyalurkan kekuatan dari tubuhnya dan menyalurkannya padanya.


Belum sepenuhnya membaik kondisi Ren, kini Sora segera meraih tubuh Ren dan menggendong depan layaknya bridal style dan segera bangkit lalu melesat dengan sangat cepat meninggalkan rumah Sora yang kini sudah hampir menjadi abu seluruhnya.


Sora membawa Ren untuk pergi sejauh mungkin dari tempat itu. Karena Sora juga sangat khawatir jika para manusia itu kini bukan hanya akan menyerangnya saja, mungkin Ren juga akan menjadi salah satunya karena ini.


...🍁🍁🍁...


Di dalam sebuah gubuk tua di dalam sebuah hutan yang berada di lokasi Hokkaido, terlihat seorang pemuda berwajah sedikit pucat terbaring di atas pembaringan sebuah dipan tua.

__ADS_1


Di sampingnya ada seorang gadis berwajah pucat yang terduduk dan selalu menatap pemuda itu dengan tatapan nanarnya. Bahkan sepasang matanya kini masih saja berkaca-kaca karena menyaksikan apa yang telah terjadi saat ini.


"Emmhh ..." pemuda yang tak lain adalah Ren itu mulai menggeliat pelan, hingga akhirnya mulai membuka sepasang matanya.


Ada sebuah senyuman tersembul pada gadis yang tak lain adalah Sora. Ada rasa bahagia karena mengetahui jik Ren masih bisa diselamatkan, namun ada rasa sesak karena mengetahui kondisi Ren saat ini yang sangatlah berbeda dari sebelumnya.


"So-Sora ..." ucap Ren lirih dan berusaha untuk duduk. "Kamu baik-baik saja, Sora? Kamu selamat?" imbuh Ren penuh binar dan menatap Sora.


Sora hanya mengangguk pelan, namun tak kuasa untuk menahan air matanya. Masih ada rasa bersalah di dalam dirinya, karena dialah yang menyebabkan Ren berubah!


"Sora, ada apa? Mengapa menangis? Apa masih sakit?" tanya Ren begitu khawatir ketika melihat Sora malah menangis.


Sora menggeleng pelan dan mulai menatap lekat Ren kembali, "Maafkan aku, Ren ... maaf ..."


"Maaf? Kenapa meminta maaf padaku? Seharusnya aku yang meminta maaf, karena kamu jadi menderita karena ulah keluarga dan teman-temanku. Aku ... sungguh minta maaf padamu, Sora ..." ucap Ren dengan tulus dan meraih jemari dingin Sora.


Lagi-lagi Sora masih menggeleng pelan dan masih merasa sangat bersalah. Karena dirinyalah kini Ren menjadi salah satu dari rasnya!!


"Aku tidak peduli apapun itu, asal tetap bersamamu ... maka itu sudah lebih dari cukup, Sora. Jangan khawatir dan jangan bersedih lagi. Mari kita hidup bersama mulai saat ini. Aku akan selalu ada untukmu. Aku sama sekali tidak butuh mereka!" ucap Ren seakan memang sudah mengetahui semua yang telah terjadi saat ini.


Atau mungkin Ren paham karena sudah menonton beberapa film vampir atau pernah membaca buku tentang vampir sebelumnya. Entahlah ...


Sora hanya mengangguk lemah, karena sejujurnya ucapan dari Ren sama sekali tak membuatnya untuk menghilangkan rasa bersalahnya kepada Ren.


Kini mereka berdua memulai kehidupan bersama di tempat yang baru dan sangat jauh dari Tokyo. Hati yang sunyi karena kesendirian yang membuatnya beku selama ini, kini sudah menjadi hangat karena kehadiran Sora, meskipun Ren harus meninggalkan dunia , keluarga dan teman-temannya.


THE END ...

__ADS_1


__ADS_2