Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Kedatangan Sora


__ADS_3

Pepohonan hijau yang menjulang begitu tinggi dan rimbun terlihat meliuk-liuk karena terkena terpaan angin sore ini. Terlihat begitu asri dan menyejukkan. Namun sebenarnya tempat itu tak sepenuhnya aman dan nyaman untuk dijadikan sebagai tempat tinggal.


Karena tempat ini adalah berada di dekat hutan Wild Kaazane yang sebenarnya jarang terjamah oleh para manusia.


Sora yang sedang melompati dari pohon satu ke pohon yang lainnya terlihat begitu menikmatu semua ini. Hari ini suasana di kampusnya tak seburuk biasanya, karena tiba-tiba saja Ayana dan teman-temannya tidak mengganggunya, bahkan mereka semua tak pergi ke kampus.


"Happ ..." Sora mulai melompat dan berpindah ke pohon lainnya lagi.


Namun tiba-tiba saja Sora mulai mendengar sebuah teriakan. Suara teriakan itu seperti sayup-sayup dan terdengar begitu pelan.


"Siapa yang sedang berada di dalam hutan?" gumam Sora yang masih terus berpindah dari pohon satu ke pohon yang lainnya dengan begitu lincah dan gesit.


"Siapapun tolong aku!! Aargghhh ..." lolongan panjang namun terdengar sangat pelan mulai terdengar oleh Sora kembali.


Suara itu sangat pelan, menandakan masih cukup jauh dari Sora.


"Apa sedang ada manusia yang sedang berada di daerah sini? Tapi ... apa yang mereka lakukan di tempat berbahaya seperti ini?" gumam Sora semakin mempercepat pergerakannya untuk mencari tau dan mendekati asal suara itu berasal.


"Argghh ... tolong aku!! Ayana!! Aku belum ingin mati ..."


Lolongan itu kembali terdengar oley Sora semakin jelas, dan suara itu rupanya berasal dari sekitar rumah Sora.


"Ayana? Dan suara itu adalah suara Jae? Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Dan apa yang mereka lakukan di sini?" gumam Sora semakin mempercepat lagi pergerakannya.


Namun rupanya sepasang netra Sora mulai menatap ke bawah dan mulai menemukan sosok Jun, Mamo dan Kaoru yang sedang berlarian di tengah hutan. Mereka berlari terbirit-birit dan terlihat sangat ketakutan.

__ADS_1


Karena merasa semakin cemas, akhirnya Sora semakin mempercepat pergerakannya kembali.


SSOSHH ...


WUSHH ...


Setelah beberapa saat, kini Sora sudah sampai di dekat rumahnya. Sora melihat Ayana yang masih berdiri gemetaran di dekat sebuah pohon besar di depan rumah Sora. Sementara tak jauh dari Ayana, terlihat Jae yang sedang berada di dalam cengkeraman seekor harimau.


Harimau itu menerkam dan mencengkeram tangan kiri Jae lalu mulai menyeret tubuh Jae begitu saja untuk meninggalkan tempat itu. Tubuh Jae masih bergerak, dan sesekali dia masih merintih kesakitan sambil memanggil nama Ayana.


Ayana terlihat sangat ketakutan dan tubuhnya gemetaran melihat semua ini. Gadis yang selalu bersikap sombong dan arogan itu kini terlihat begitu tidak berdaya dan ketakutan luar biasa.


"Huupp ..." kini Sora mulai turun dan segera berlari mendatangi harimau itu untuk membantu Jae.


Ayana yang menyadari kehadiran Sora yang sudah berlari melaluinya sempat terpaku dan menatapnya terus. Sementara Sora tak menghiraukan Ayana dan hanya fokus untuk menyelamatkan Jae saja, karena saat ini Jae benar-benar sedang berada dalam bahaya.


Batin Ayana tak mengerti.


Sora mulai berlari untuk mengejar harimau yang sedang menyeret tubuh Jae dan mulai menghadangnya. Harimau itu terdiam dan menatap Sora selama beberapa saat. Pandangannya terlihat seperti seekor kucing yang dimarahi majikan karena sudah mencuri seekor ikan.


"Lepaskan dia, Tiger! Dia adalah temanku!!" titah Sora menatap tajam harimau itu. "Kamu sudah berani menyakiti temanku, maka aku harus menghukummu!!" imbuh Sora menandaskan.


"Aku bilang lepaskan dia!! Dan segera pergilah!!" titah Sora kembali dengan tegas dan menatap tajam harimau itu.


Gadis bodoh itu sedang berusaha untuk melakukan apa dia?! Mana mungkin dia bisa mengendalikan harimau liar itu?! Apa dia benar-benar bodoh? Dasar gadis bodoh dan idiot!! Dia pikir dia adalah wonder apa? Cih ... hmm ... namun jika dia berakhir dan menjadi santapan harimau itu, itu akan sangat menguntungkanku sih. Aku tak perlu repot-repot lagi untuk melenyapkamu. Hehe ...

__ADS_1


Batin Ayana mulai tersenyum miring sambil menatap Sora dan harimau itu dari kejauhan.


Namun betapa terkejutnya Ayana ketika melihat saat harimau itu mulai melepaskan tubuh Jae dan segera berlari begitu saja lalu menghilang dalam rerimbunan pohon di dalam hutan itu.


"Ap-apa itu? Mengapa ini bisa terjadi? Mengapa harimau hutan itu menuruti ucapan Sora begitu saja?" gumam Ayana kebingungan.


Sementara itu, Sora mulai mendatangi tubuh Jae yang sudah tidak berdaya dan mulai memeriksa luka pada bagian lengan kiri Jae. Tangan kirinya sudah berlumuran dengan darah, beberapa bagian kulitnya juga sudah terkoyak hingga tulang tangan Jae terlihat.


Penglihatan Jae sudah semakin kabur dan tidak bisa melihat dengan jelas, bahkan Jae sudah hampir pingsan karena tak kuat lagi untuk menahan rasa sakit akibat gigitan dari harimau itu.


Tak ada pilihan lain lagi, tanpa pikir panjang kini Sora mulai mengeluarkan kekuatannya untuk mengobati luka Jae. Sora mulai memejamkan sepasang matanya, hingga beberapa saat dia mulai membuka kembali matanya.


Sepasang mata kecoklatan itu kini mulai berubah menjadi merah. Sora mulai menyentuh luka-luka pada tangan kiri Jae. Perlahan sebuah energi dengan cahaya putih kemerahan yang berasal dari tubuh Sora mulai mengalir pada tangan kiri Jae.


"Ugghh ... sakit sekali ..." rintih Jae masih dengan sepasang mata yang masih terpejam dan terlihat seperti seseorang yang sedang mengigau karena mengalami sebuah mimpi buruk. "Arghh ... sakit ..."


Sora tak menghiraukan Jae sama sekali dan hanya fokus untuk mengobati lukanya saja. Hingga akhirnya setelah beberapa saat luka itu sudah berhasil disembuhkan oleh Sora. Dan trpat disaat itulah, Ayana sudah datang menyusul mereka berdua.


"Jae ..." ucap Ayana begitu khawatir dan mulai duduk bersimpuh di dekat tubuh Jae yang masih tergeletak di atas tanah.


"Ayana, sebaiknya kalian segera pulang. Tempat ini sangat berbahaya untuk kalian. Jae sudah selamat dan dia juga akan baik-baik saja." ucap Sora menyarankan.


"Cihh ... tidak kamu suruh untuk pulang pun, kami pasti akan segera pulang!! Tempat ini sungguh sangat aneh!! Sama anehnya dengan kamu!!" tandas Ayana dengan pedas.


Ayana mulai membantu Jae untuk bangun dan mulai memapahnya, karena kali ini Jay sudah mulai tersadar kembali. Mereka mulai melenggang bersama dan segera bergegas untuk meninggalkan daerah ini.

__ADS_1


Mengapa tak ada luka sama sekali pada lengan kiri Jae? Tak ada bekas gigitan, terkoyak atau hanya sekadar lecet saja? Ini benar-benar sangat aneh sekali. Padahal pakaian Jae terkoyak dan meninggalkan noda darah ... aneh sekali ...


Batin Ayana di sepanjang perjalanan.


__ADS_2