Strawberry Marmalade

Strawberry Marmalade
Kekecewaan Ren Dan Keputusan Ren


__ADS_3

"Ren, lihatlah ini!! Aku tidak sedang berbohong ataupun membuat rangakaian cerita palsu! Aku berbicara dengan jujur, Ren. Ini adalah kemasan jus stroberi yang selalu dibawa oleh Sora. Dan isi di dalamnya adalah darah!" ucap Ayana mulai memperlihatkan kemasan jus stroberi itu.


"Semua orang yang berada di dalam ruangan ini sudah melihat semuanya! Mereka menyaksikannya, Ren! Bahkan Jae sudah sudah mencicipinya! Jika ini adalah darah segar!! Dan bukan jus stroberi!" imbuh Ayana yang membuat Ren terdiam terpaku selama beberapa saat.


"Aku tak akan melepaskanmu jika kamu berani membual dan membuat maslaah lagi, Ayana!!" geram Ren mulai merebut kemasan jus stroberi itu dari Ayana dan sedikit mengendusnya.


Bau anyir itu seketika mulai menyeruak memenuhi indera penciuman Ren, bahkan tak ada aroma stroberi sama sekali terendus oleh Ren. Ren masih saja terdiam selama beberapa saat menatap nanar kemasan jus stroberi yang masih berada di dalam genggaman tangannya.


Pemuda tampan dan dingin itu terlihat mengeraskan rahangnya dan mulai meninggalkan kelas tanpa sepatah kata apapun. Suasana hatinya saat ini sedang berkecamuk menjadi satu. Antara perasaan marah, kesal dan kecewa karena merasa dibohongi oleh Sora selama ini.


Sora!! Mengapa kamu membohongiku selama ini?! Mengapa kamu mempermainkanku selama ini? Mengapa?!!


Batin Ren yang hatinya sudah dipenuhi dengan amarah dan kekecewaan yang semakin memuncak.


Hari-hari Ren kini menjadi semakin dingin, bahkan lebih dingin dari biasanya! Ren tak mau berbicara jika tak ditanya, bahkan Ren hanya akan berbicara jika dia mau saja. Ren juga lebih sering menyendiri dan murung. Jika sudah memuncak emosinya, maka temperamennya yang tidak baik akan terlihat seketika.


Kekecewaan itu masih saja membuatnya menjadi lebih buruk dan malas untuk terus melewati hari-harinya. Karena selama ini sangat tidak mudah untuk Ren bisa dekat dan membuka hati untuk orang lain. Sangat tidak mudah untuknya dekat dengan orang lain.


Namun saat itu, entah bagaimana tiba-tiba saja semua berjalan dan mengalir dengan begitu alami. Ren merasa nyaman saat berada bersama Sora. Dan tanpa dia sadari Ren sudah jatuh cinta dengan gadis pucat yang selalu mendapatkan perlakuan tidak manusiawi dari teman-temannya.

__ADS_1


Hari demi hari berlalu begitu saja. Semenjak kejadian saat itu, Sora tak pernah datang lagi ke kampus. Dan seperti biasa, Ayana mulai medekati Ren kembali seperti sedia kala. Namun Ren selalu saja tak menggubrisnya sama sekali. Pemuda itu malah semakin dingin dan semakin sulit untuk diraih oleh Ayana.


"Untung saja kamu masih sehat dan hidup dengan baik-baik saja, Ren!! Aku hampir saja tak percaya akan berita tentang gadis vampir itu. Rupanya masih ada vampir ya dijaman modern seperti ini. Hiiyyy ... untung saja dia tidak mengisap darahmu sampai habis, Ren!" Yuru terlihat begitu terkejut akan berita yang mulai beredar dan menjadi tranding topic di kampus mereka sejak beberapa hari yang lalu.


Ren sama sekali tak menjawab ucapan dari Yuru. Ren hanya membuka lembaran demi lembaran buku kemasyarakatannya tanpa membacanya sama sekali. Pergerakan dari jemarinya pun terlihat begitu malas-malasan.


"Atau jangan-jangan kamu sudah pernah digigit olehnya? Tidak seperti itu kan, Ren? Itu tidak pernah terjadi kan?" celutuk Yuru lagi masih begitu histeris menatap Ren sahabatnya.


Ren hanya menatap Yuru sekilas saja namun masih saja terdiam seribu bahasa. Helaan nafas panjang saja yang terdengar lirih.


"Ren!! Jawab aku!! Kamu masih manusia sepenuhnya kan? Kamu bukan vampir kan?" ucap Yuru lagi semakin mengkhawatirkan Ren.


Namun rupanya yang sedang dikhawatirkan merasa begitu risih dan sangat terganggu. Bahkan Ren malah menganggap Yuru begitu berisik dan cerewet seperti sebuah radio rusak atau suara ibu-ibu yang sangat cerewet.


"Diamlah atau aku akan mengisap darahmu sampai habis, Yuru!" tandas Ren yang seketika membuat Yuru terdiam dan menciut seketika karena membayangkan semua itu.


Perlahan Yuru mulai melepaskan bahu Ren dan kembali menyibukkan dirinya sendiri dengan membuka sebuah buka dan pura-pura membacanya. Namun sesekali Yuru masih saja melirik Ren.


...🍁🍁🍁...

__ADS_1


Ren berulang kali melempar kerikil-kerikil kecilke arah kolam di hadapannya itu. Pandangannya kosong dan datar, namun sebenarnya Ren masih saja selalu memikirkan Sora.


Bahkan sejak saat itu, Ren tak pernah bisa untuk benar-benar melupakan Sora. Gadis itu benar-benar sudah menempati hati Ren sejak mereka berdua kenal dan menjadi dekat.


Namun perasaan kecewa, marah, dan ... takut ... tentu saja tak akan bisa dipungkiri oleh Ren saat ini. Sebagai manusia hal seperti itu adalah normal dan manusiawi.


Sekawanan burung mulai terlihat terbang di udara bersama di bawah langit biru yang cerah itu. Dan hal ini membuat Ren teringat dengan Sora kembali, karena mereka berdua pernah melihatnya bersama-sama di bawah sebuah pohon belakang kampus yang menjadi tempat bertemu mereka sehari-hari.


"Sora tidak salah. Dia tidak membodohiku ataupun membohongiku ... akulah yang sudah selalu mendekatinya saat itu. Akulah yang tak tau malu dan selalu ingin bersama dengannya saat itu. Bahkan aku tak pernah bertanya tentang apapun dan keluarganya ... ini adalah salahku ..." gumam Ren lirih dan masih menatap lekat sekawanan burung dara itu.


"Aku ... harus mencari Sora!! Aku harus menemukan dia!! Aku harus bertemu dengan dia!!" imbuh Ren penuh dengan keyakinan dan mulai bangkit dari duduknya dan bergegas untuk pergi ke parkiran untui mengambil mobilnya.


...🍁🍁🍁...


Akhirnya Ren nekat untuk mendatangi rumah Sora kembali seorang diri. Setelah beberapa saat mengemudi, akhirnya Ren mulai memarkir mobilnya di jalanan sempit yang sedikit landai itu.


Ren mulai turun dari mobilnya dan memutuskan untuk mulai berjalan kaki, karena jalanan itu tak bisa dilewati oleh mobil karena terlalu sempit. Sehingga Ren harus turun dan berjalan kaki.


Setelah berjalan cukup lama menyusuri jalan setapak itu, akhirnya Ren mulai melihat rumah Sora berada di ujung jalanan landai ini. Dengan langkah yang sedikit Ren percepat, akhirnya Ren sampai di depan sebuah rumah sederhana dengan bahan dasar kayu itu.

__ADS_1


Ren mulai mengambil nafas panjang lalu mengeluarkannya perlahan. Sempat terbesit ada sebuah keraguan disaat Ren hendak mengetuk pintu kayu itu. Namun akhirnya Ren mulai mengingat tujuan dan perjuangannya hingga akhirnya Ren bisa sampai di tempatnya berdiri saat ini.


Hingga akhirnya Ren mulai memberanikan diri untuk mulai mengetuk pintu kayu itu. Namun selama beberapa saat Ren mengetuknya dan sudah menunggu cukup lama, namun Sora tak juga membukanya. Namun tiba-tiba saja pintu itu terbuka saat Ren berusaha untuk mengetuknya kembali, karena sebenarnya pintu itu memang tak terkunci.


__ADS_2