SUAMI BUCIN STARLA

SUAMI BUCIN STARLA
AFTER


__ADS_3

...π‘»π’†π’“π’ƒπ’Šπ’‚π’”π’‚ 𝒕𝒂𝒏𝒑𝒂 π’Œπ’†π’‰π’‚π’…π’Šπ’“π’‚π’π’π’šπ’‚ π’•π’Šπ’…π’‚π’Œ π’Žπ’†π’Žπ’ƒπ’–π’‚π’• π’‚π’Œπ’– π’ƒπ’‚π’Šπ’Œ-π’ƒπ’‚π’Šπ’Œ 𝒔𝒂𝒋𝒂. π‘¨π’Œπ’– π’‘π’Šπ’Œπ’Šπ’“, π’‚π’Œπ’– π’‚π’Œπ’‚π’ π’Žπ’†π’π’–π’‘π’‚π’Œπ’‚π’π’π’šπ’‚ π’”π’†π’‘π’†π’“π’•π’Š π’Œπ’‚π’•π’‚ π’Œπ’†π’ƒπ’‚π’π’šπ’‚π’Œπ’‚π’ π’π’“π’‚π’π’ˆ. π‘΅π’‚π’Žπ’–π’ π’Žπ’†π’“π’†π’Œπ’‚ 𝒔𝒂𝒍𝒂𝒉. 𝑷𝒆𝒓𝒂𝒔𝒂𝒂𝒏 π’Šπ’π’Š π’•π’Šπ’…π’‚π’Œ 𝒑𝒆𝒓𝒏𝒂𝒉 π’Žπ’‚π’•π’Š π’˜π’‚π’π’‚π’– π’…π’Šπ’Žπ’‚π’Œπ’‚π’ 𝒐𝒍𝒆𝒉 π’›π’‚π’Žπ’‚π’. π‘«π’Šπ’‚ π’Žπ’‚π’”π’Šπ’‰ π’Žπ’†π’π’‹π’‚π’…π’Š π’‘π’†π’Žπ’†π’π’‚π’π’ˆπ’π’šπ’‚. π‘«π’Šπ’‚ π’Žπ’‚π’”π’Šπ’‰ π’Žπ’†π’π’‹π’‚π’…π’Š π’šπ’‚π’π’ˆ π’‘π’†π’“π’•π’‚π’Žπ’‚....


...π‘Όπ’π’•π’–π’Œπ’Žπ’– π’”π’‚π’π’ˆ π’‘π’†π’Žπ’Šπ’Œπ’‚π’• π’‰π’‚π’•π’Š, π’‚π’Œπ’– π’Žπ’†π’π’„π’Šπ’π’•π’‚π’Šπ’Žπ’–....


Gadis itu menutup laptop, dan melepaskan kaca mata baca. Menyandarkan punggungnya pada kursi putar itu. Setelah sekian purnama menulis kisah itu, sore ini dia bisa menghirup nafas bahagia.


Senja di kota Bandung mulai menampakkan kecantikannya. Trinity Company sudah sepi. Para karyawan dan staff sudah pulang sejak satu jam yang lalu. Sebuah kisah yang belum sempat dimulai itu sudah selesai empat tahun silam. Tentang kabar si tokoh utama dalam ceritanya, tak pernah ia dengar lagi. Ingatan Starla kembali pada masa itu, saat dimana ia disakiti oleh lelaki yang sudah membuatnya jatuh hati.


Disini gadis itu sekarang. Bandung, kota kelahirannya.


β€œStarla…,”


Suara bariton dari ambang pintu besar itu mengalihkankan atensinya. Starla bangkit dari kursi dan menghampiri pria yang usianya hampir kepala tiga.


β€œBelum pulang, Pak?”


β€œSaya tidak akan membiarkan aset berharga saya sendirian di kantor,” jawab pria itu.


Starla menunduk malu. β€œSaya sudah selesai. Laporannya juga akan saya simpan diatas meja Bapak besok.”


β€œHm, bagus.”


Starla Meisya. Sekretaris CEO Trinity Company yang kehadirannya membawa hoki untuk perusahaan itu. Selain cantik dan berwibawa, gadis lulusan Sastra Indonesia ini cerdas dalam mengambil hati para klien perusahaan yang akan menginvestasi. Publik speakingnya sangat luar biasa. Berkat kerja kerasnya itulah yang membuat Starla diberikan beasiswa S2.


Carlos Diego menjadi CEO paling beruntung menurut kolega-koleganya.


β€œOh ya, Starla. Weekend nanti saya akan ke Jakarta. Kamu mau ikut?”


β€œDengan klien baru itu?” tanya Starla.


β€œBukan soal kerjaan. Saya hanya mau bertemu teman lama saya. Kami mengambil studi S2 di San Fransisco bersama,” ujar Charlos.


Starla mengangguk. β€œSepertinya saya tidak bisa, Pak.”


β€œSaya memaklumi. Tapi, saya mau menyarankan kepada kamu, untuk mencari asisten untuk Ibumu. Kita akan lebih sering keluar kota bahkan negara,” sahut Charlos.


Kehidupan Starla dan Devita menjadi lebih baik semenjak Starla bekerja di Perusahaan yang bergerak di bidang properti ini. Starla tidak perlu bekerja di dua tempat lagi seperti dulu. Gajinya mampu memenuhi kebutuhan hidupnya dan Devita.


β€œKalau begitu kamu bersiap-siap, pulang bersama saya,” cetus Charlos.


****


β€œMami dan Papi pernah berantem besar waktu Devan masih kecil?”


β€œPernah. Mami pernah ninggalin Papi waktu hamil kamu,” jawab Helsa.


β€œLalu?”


β€œPapi jemput Mami lagi. Kalau Papi nggak datang, Cemara nggak akan ada.”


Devandra duduk bersimpuh dibawah kaki Helsa. β€œMi, Starla pergi. Devan nggak sehebat Papi yang bisa bawa pulang Mami. Devan nggak bisa cegah dia, Mi.”


Helsa tertegun. Ia DΓ©jΓ  vu dengan melihat wajah Devan yang menangis sekarang. β€œDev, Mami sudah melewati banyak perpisahan. Datang dan pergi pasti ada masanya.”


β€œSayang, where are you?” seru Adryan dari pintu utama yang membuyarkan pikiran istrinya tentang kejadian empat tahun silam.

__ADS_1


β€œI’m here,” balas Helsa.


Seperti malam-malam sebelumnya, Adryan dan Helsa selalu melewati malam tanpa anak-anak mereka. Cemara yang mengambil jurusan kedokteran di Jogja dan Devandra yang selalu pulang larut malam ketika mereka sudah tertidur.


β€œDevan belum pulang?” tanya pria itu.


β€œSeperti biasa,” jawab Helsa, yang mana Adryan tahu dari nada bicaranya Helsa sangat sedih.


Wanita itu sangat kesepian di rumah. Dia memang menjabat sebagai Direktur Utama, namun lebih banyak bekerja dari rumah.


β€œJangan sedih, ya? Mas janji Cemara akan mengambil spesialis di Jakarta, dan Mas janji bakal balikin Devandra kecil kita,” ujar Adryan menghibur istrinya.


Helsa tampak lesu. β€œSudah empat tahun selalu ngomongnya gitu.”


β€œSusah itu mendiagnosis orang patah hati, istriku. Karena semua keluhan ada. Insomnia, dysphagia, obess, ” jawab Adryan.


β€œIya, nggak usah dijelasin juga Mas dokter. By the way, Mas, Helsa mau ngajak Kanaya ke Jogja minggu depan. Kanaya udah minta cuti sama Mas Jefry,” ujar Helsa.


β€œYa, bagus. Akhirnya dikasih cuti juga anaknya,” celetuk Adryan.


β€œMas.”


β€œIya, Sayang.”


β€œDevan selalu bilang dia mau menunggu Starla. Kalau Starla nggak pernah datang, apa kita jodohkan aja dia?”


Adryan mendelik. β€œNggak ada perjodohan!”


β€œHelsa pengen gendong bayi. Devan lama banget nikah, Helsa pengen punya teman di rumah.”


Adryan tergelak lalu memeluk gemas istrinya. Sejak Devan dan Cemara beranjak dewasa, Helsa selalu membicarakan bayi-bayi yang ia lihat di sosial media.


Helsa mungkin sudah masuk usia kepala empat, namun yang selalu Adryan lihat adalah gadis 17 tahun yang ia nikahi saat itu.


***


Seorang perempuan muda berjalan lenggak-lenggok dengan nampan hitam dan secangkir kopi diatasnya. Ketika ia membuka pintu besar berbahan jati itu, bunyi heelsnya seketika mengundang perhatian Sang Bos.


β€œMasuk!” perintah laki-laki itu dari dalam sana.


Melihat sekretarisnya yang membawakan secangkir kopi untuknya, dia hanya melengos kembali pada laptopnya.


β€œBelum pulang kamu?”


Namanya Ami. Memiliki tubuh bahenol membuat gadis 25 tahun itu selalu percaya diri bahwa Bos tampan dan seksinya itu pasti menyukainya.


Ami kemudian meletakkan secangkir kopi pada meja besar itu. β€œSaya nggak mungkin pulang duluan, sedangkan Bos saya masih disini.”


β€œNgeles aja terus,” sindir pria itu.


β€œPak Devan!”


β€œHm.”


Azlan Devandra.

__ADS_1


Nama ini tidak asing di dunia Bisnis. Direkrut menjadi CEO di perusahaan milik almarhum Opanya dua tahun silam, setelah menyelesaikan studi S2 di Kanada. Pria dua puluh tujuh tahun yang identik dengan tato ini adalah anak dari Direktur Utama Andrean Corp.


β€œBapak lagi ngapain sih?” tanya Ami.


β€œMenurut kamu, saya sedang apa?”


Ami mengulum senyum, merapatkan nampan pada dadanya. β€œLagi mikirin saya, ya, Pak?”


Devandra tertawa. β€œIya, sedang memikirkan bagaimana cara saya menurunkan jabatan kamu. Mau kamu saya pindahkan ke Marketing?”


Ami terperanjat. β€œYa Allah, jangan gitu dong, Pak. Saya sudah nyaman sama Bapak. Saya juga nggak pernah mengecewakan Bapak selama setahun ini.”


β€œHm.”


β€œHm terus ih. Bapak lagi cosplay jadi Limbat, ya?” tanya Ami bergurau.


Devandra mendesis. β€œAmi.”


β€œPak, saya penasaran kenapa Bapak selalu pulang larut malam. Dan pagi harinya, Bapak sudah disini sebelum saya. Kadang juga Bapak tidur di Private room.”


β€œBukan urusan kamu, Ami. Mending pulang. Ingat, satu minggu lagi. Tender besar itu harus jatuh ke tangan kita. Kita bakal dihadapkan dengan beberapa perusahaan dan ketemu Trinity. Saya dengar, sekretarisnya cerdas mengambil hati klien-klien penting.”


Devandra menatap lurus ke depan. β€œTender ini untuk kado ulang tahun pernikahan Papi dan Mami saya.”


Ami masih berdiri di tempatnya. Ada sesuatu yang mau ditanyakan. Mungkin ini terlalu privasi untuk seorang Devandra. Tapi, Ami sudah sangat ingin tahu.


β€œPak…,”


β€œApa lagi, sih? Kamu mau tidur di Kantor?”


β€œBoleh kalau sama Bapak,” jawab Ami.


β€œAmi,” tegur Devandra.


β€œPak, saya pernah masuk ke private room Bapak beberapa bulan yang lalu saat mengantar room service ke sana. Dan saya nggak sengaja lihat foto beberapa lembar foto perempuan di laci nakas.”


β€œβ€¦ perempuan itu siapa, Pak?”


Devandra berdiri dengan wajah sangar. β€œSiapa yang suruh kamu masuk kesana dan melihat-lihat isinya?”


β€œMa-af. Pak.”


β€œAmi, itu terakhir kali kamu masuk kesana,” tekan Devandra.


Terdengar notifikasi pesan masuk dari ponselnya. Devandra segera meraih ponsel itu dan membuka room chat. Itu pesan masuk dari Yehezkiel.


YEHEZKIEL : Dev, gue sangat berharap minggu besok lo hadir meeting tender tanpa mengutus Ami sendiri. Ada yang harus lo lihat.


Yehezkiel tidak pernah seserius ini. Cowok itu bahkan terakhir kali mengirim pesan dua bulan yang lalu. Mereka semua sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Darren mengelola beberapa hotel milik almarhum Mamanya, sedangkan Juna yang setiap hati bersama Devandra karena ia memilih untuk menjadi asisten pribadi Devan.


β€œPak…” panggil Ami.


β€œSaya akan pulang, kamu mau ikut? Tapi cukup di halte Tj aja saya turunin,” tawar Devandra.


Ami mencebikkan bibirnya. β€œNggak usah, Pak. Saya naik taksi saja.”

__ADS_1


Devandra mengangguk, kemudian bersiap pulang. Kopi yang sempat Ami bawakan hanya di teguk sekali. Kasihan sekali Ami, niatnya mau caper sama Bosnya tapi nggak pernah di feedback.


__ADS_2