
Xena mendengkus kesal, bisa-bisanya Evan mengatakan hal yang membuat pikirannya menjadi mesum. Kini dari jauh dia mengawasi pria itu yang benar-benar melakukan apa yang disebutkannya tadi yaitu memerah susu Sena.
Ternyata Evan hanya ingin mencuri hati Hari dengan datang ke perternakan dan menunjukkan bahwa dia pria yang bisa diandalkan oleh sang mertu, salah satunya memerah susu sapi-sapi Hari.
“Dia sedang apa?” tanya Hari heran, belum ada satu kali dua puluh empat jam dan dia harus bertemu lagi dengan Evan.
“Kenapa Papa tanya, jelas-jelas dia sedang berusaha keras membuat Papa terkesan,” ucap Xena yang seketika kaget. Wajahnya berubah cemas karena Evan baru saja terjengkang karena menghindari sepakan sapi milik Hari.
“Ah … berat, sudah terlanjur bucin,” ucap Hari sambil geleng-geleng kepala melihat putrinya yang langsung lari menuju kandang.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya Xena mencoba memastikan kondisi Evan. Pria itu langsung bangun dari posisinya lantas menoleh.
“Apa Papamu melihat kerja kerasku? Apa dia berkomentar?” Evan malah melempar balik pertanyaan dengan mimik penasaran, dia benar-benar berusaha sebaik mungkin untuk mendapatkan maaf dan rasa simpati Hari kembali.
“Ev, kamu benar-benar.”
“Aku akan melakukan apapun asal Papa merestui hubungan kita lagi,” ucap Evan.
“Heh … Mr. Dimitri ada yang lebih penting, kamu belum sepenuhnya mendapatkan maaf dan hatiku lagi, percaya diri sekali,” sembur Xena.
“Kalau begitu setelah pulang dari sini, aku ingin kamu memenuhi bucket listku yang ketiga.” Evan tersenyum dan menggigit sensual bibir bawahnya. “Aku ingin kamu melukis diriku.”
Xena melongo, permintaan Evan kali ini mungkin benar-benar menjadi yang paling sulit bagi Xena, melukis Evan sama saja dengan menatap pria itu selama berjam-jam. Lukisan itu tidak akan mungkin selesai dalam waktu satu atau dua jam, hingga Xena memutar otak dan menemukan ide cemerlang.
“Kirim saja fotomu yang ingin aku lukis, aku akan meluksinya,” ucap Xena berpura-pura tidak tahu dengan maksud sebenarnya dari pria itu.
“Foto?” Evan menyeringai licik. “Aku ingin kamu melukisku secara langsung.”
“Itu tidak akan selesai dalam satu jam Ev.”
“Tidak apa-apa, kamu bisa membuat sketsanya dulu, lagi pula aku juga tidak keberatan jika kamu membutuhkan waktu berhari-hari, aku akan dengan senang hati berjam-jam mematung, asal hasilnya sempurna,” jawab Evan panjang lebar.
_
__ADS_1
_
_
_
“Ev-apa kamu bercanda?”
Xena melongo melihat pemandangan di depannya. Ada sebuah sofa di kamar tamu bekas miliknya yang dikosongkan Evan. Yang lebih membuat Xena tak percaya, pria itu hanya menggunakan jubah mandi berwarna putih dan duduk dengan santai. Xena jelas bisa menerka apa yang akan dilakukan Evan, pria itu ingin dilukis tanpa busana.
“Ev, apa kamu mau dilukis menggunakan jubah mandi?” tanya Xena bego.
Evan pun berdiri, membuat Xena mundur ke belakang karena merasa terintimidasi. Belum lagi kini tangan Evan mulai mengurai tali yang mengikat jubah mandinya.
“Evan astaga!” Pekik Xena memalingkan muka saat jubah mandi itu lolos dari tubuh. Pipinya merona, dia tidak pernah merasa semalu ini sebelumnya.
“Kamu tidak akan bisa melukisku jika tidak mau melihatku Xenxen.” Evan tersenyum menggoda, dia bahkan mendekati Xena dan meraih tangan gadis itu yang sedang memengang peralatan lukisnya.
Xena masih tidak mau berpaling, hingga Evan terkekeh geli dan kembali menggoda. “Apa kamu takut melihat tubuhku? Kamu pasti takut tidak bisa mengendalikan diri dan menerkamku.”
“Lukis aku! aku ingin kamu menggambar kejantananku dengan jelas,” ucap Evan.
“Ke-ke-ke-kejantanan apa?” Xena megap-megap, dia sendiri bahkan bingung bagaimana cara menyembunyikan gemuruh di dalam dada.
Evan pun menjauh, dan kini Xena sengaja tidak kembali memalingkan muka, biarlah jika harus melihat titanic yang masih berlabuh di dermaga. Namun, sedetik kemudian dia nampak bernapas lega karena ternyata Evan masih mengenakan boxer.
“Aku ingin kamu menggambar kotak-kotak diperutku ini dengan jelas,” ujar Evan, bibirnya tersenyum miring. Ia sengaja memakai kata kejantanan untuk enam buah roti sobek di bagian perutnya guna menggoda Xena.
“Aku akan membuatmu tidak berkedip, jika tidak bisa mendapatkan cintamu dengan cinta, maka aku akan menggunakan tubuhku,” gumam Evan di dalam hati, dia memutuskan menjadi pria ****** demi membuat Xena jatuh ke pelukan. “Tidak ada wanita yang bisa menolak tubuh indah seorang Evan Dimitri.”
Evan pun duduk dengan pose sensual. Xena pun mengingatkan bahwa Evan harus bisa berpose seperti itu lagi nanti, jika tidak maka lukisan itu tidak akan sempurna.
“Berpose lah yang biasa saja!” titah Xena mencoba menyingkirkan segala gundah yang ada.
__ADS_1
“Ini sudah biasa, kenapa? apa aku terlihat seperti model? Aku memang pernah ditawari menjadi seorang model tapi aku menolak, karena aku tidak ingin wajahku dinikmati oleh banyak wanita,” cerocos Evan, meski terlihat cuek dia yakin Xena sedang mendengarkannya.
“Sudahlah Diam, aku tidak akan bisa fokus kalau kamu terus berbicara,” ketus Xena.
Gadis itu mulai membuat sketsa di atas kanvas putih, bekerja keras agar tidak meleleh melihat ketampanan Evan. Padahal jika dia mau jujur dengan perasaannya, dia bisa memeluk Evan sesuka hati.
_
_
_
Xena menalan saliva, dia benar-benar tidak bisa fokus. Apalagi melihat tubuh seksi Evan sejak tadi. Gadis itu pun akhirnya berdiri. Melempar pensil yang ada di tangan dan mendekati suaminya.
Evan yang kaget langsung menegakkan tubuhnya kebingungan, apa lagi Xena langsung meraup pipi dan menyatukan bibir mereka, gadis itu bahkan sampai melumaat dan menelusupkan lidah. Xena meremas bagian belakang rambut Evan, dan membiarkan pria itu melingkarkan tangan ke pinggangnya. Xena perlahan naik ke pangkuan Evan, melingkarkan tangan ke leher pria itu dan menekankan bibir semakin dalam. Mereka seolah sedang kehausan, mereguk nikmatnya cumbuan.
Namun, sayangnya semua itu hanya ada di dalam angan-angan Evan. Kapal mewah laknat miliknya meronta meminta lepas jangkar, pipi Evan pun merona merah. Dia sambar jubah mandinya lalu memalingkan badan, memakainya cepat-cepat agar tidak ketahuan Xena.
“Ev, kamu kenapa?” tanya Xena keheranan.
“Aku pegal Xen, besok kita lanjutkan lagi,” ucap Evan sambil berlalu keluar dari kamar itu, setelah menghilang di balik pintu, dia bergegas berlari ke kamar mandi. Melakukan tugas mulia, membasuh titanic dengan sabun mandi cair.
_
_
_
Like
Komen
Vote dan Hadiahnya
__ADS_1
Terima kasih dukungannya