Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 67


__ADS_3

Meski badannya terasa remuk, Xena tetap memasak makan siang untuk Evan, walau hanya lauk dan sayur sederhana, dia tahu Evan pasti akan sangat menyukainya. Xena sibuk sendiri, dia bahkan membiarkan panci dan piring menumpuk di bak cuci piring, gara-gara Evan yang memberikan izin libur kepada para pembantu, tapi lebih tepatnya mengusir untuk sementara waktu.


Menata makanan yang sudah dia buat ke dalam kotak bekal, Xena bahkan menghiasnya agar Evan senang saat membukanya nanti. Senyuman lebar terbit dari bibir wanita cantik itu, hingga dia mengusapkan tangannya ke celemek yang terpasang di badan. Xena mendekat ke arah lemari pajangan untuk meraih ponselnya. Ia mengirimkan pesan pada Evan dan berkata bahwa akan sampai sekitar setengah jam lagi.


Evan yang masih mengikuti rapat pun tersenyum sendiri membaca pesan dari sang istri. Wajah semringahnya membuat Dimitri ikut bahagia. Harapannya mendapatkan cucu sepertinya akan terwujud sebentar lagi.


Tepat setelah rapat selesai, Evan langsung keluar. Ia bahkan setengah berlari meninggalkan sekretarisnya yang kebingungan. Namun, pada akhirnya Ricky tahu apa yang menyebabkan atasannya bersikap seperti itu saat melihat Xena berdiri sambil membawa tas bekal.


“Kenapa tidak menunggu di dalam?” tanya Evan yang terlihat merasa bersalah.


“Tidak apa-apa.” Xena tersenyum manis, dia angkat tas bekalnya tinggi-tinggi lalu berucap,”Aku sudah masak untukmu!”


Evan meraih tas bekal itu, lantas menyambar pergelangan tangan Xena. Menggandeng istrinya itu masuk ke dalam ruangannya. Evan bergegas membuka makan siang yang Xena bawa, dia geleng-geleng kepala karena mendapati semua makanan kesukaannya ada di dalamnya.


“Xen, aku sangat rindu masakan ini.” Evan membuka mulut lebar dan menyuapkannya ke dalam mulut. Wajah bahagianya membuat Xena begitu senang. “Apa kamu sudah makan?”

__ADS_1


Xena yang sedang menopang dagu menggeleng, dia mendongak kaget sampai heran karena Evan berdiri dan berpindah posisi duduk di sebalahnya.


“Ayo buka mulutmu! Aku akan menyuapimu.”


Xena tertawa, menepis tangan sendok yang sudah Evan sodorkan. “Tidak usah, aku bisa makan nanti, melihatmu makan saja aku sudah senang,” tolaknya.


“Tidak, kita makan bersama. Ayo buka mulutmu.” Evan tersenyum saat Xena pada akhirnya mau membuka mulut. “Anak pintar!”


Xena hampir tersedak karena Evan menggodanya seperti itu, dia pukul paha Evan dan mengancam jika menggoda seperti barusan, dia tidak akan mau membawakan makan siang lagi.


“Ev! Aku bukan anak kecil.”


Xena semakin geleng-geleng kepala, berdebat dengan Evan tidak akan ada habisnya. Mereka pun mengobrol, terlebih tantang dana CSR yang sudah mulai masuk ke rekening penerima dana.


“Sebaiknya kamu segera mencari staff, dana itu bisa kamu gunakan untuk memberi gaji mereka asal tidak lebih dari sepuluh persen total anggaran. Kamu juga sebaiknya memisah keuangan pribadi. Asal kamu tahu hanya kamu lah satu-satunya penerima dana yang menggunakan rekening pribadi. Aku tidak ingin terjadi masalah di kemudian hari.” Evan memberikan nasihat panjang lebar.

__ADS_1


Setelah puas berbincang, Xena pun berpamitan. Namun, Evan seolah tidak ingin berpisah. Pria itu berkata akan mengantar sang istri sampai keluar.


Di sisi lain tanpa keduanya duga, ada salah satu pihak yang merasa kecewa karena proposal yang diajukan tidak lolos seleksi, sehingga lembaganya tidak mendapat dana CSR dari perusahaan gabungan Evan dan Prawira. Orang itu menyelidiki semua Lembaga yang menerima dana, dan menemukan kejanggalan dengan Lembaga milik Xena. Tanpa sepengetahuan sang istri, Evan membantunya dengan meminta bawahannya membuat dokumen kelengkapan agar Xena bisa mendapat dana itu. Evan berpikir semua ini akan berjalan lancar. Ia tidak takut sama sekali jika ada pihak yang mempermasalahkan, pasalnya sudah jelas dengan mudah dia bisa mengganti dana itu dengan uangnya sendiri.


Namun, yang tidak Evan pikirkan adalah nama baiknya dan juga Xena yang bisa saja tercemar. Bagaimanapun nepotisme adalah sebuah tindakan yang memalukan.


Evan yang mengantar Istrinya sampai lobi perusahaan pun harus rela berpisah. Xena melambaikan tangan dan memintanya bergegas masuk ke dalam. Tanpa mereka sadari, sebuah artikel tersebar. Artikel yang nantinya menyebabkan Xena memutuskan untuk tidak mengakui Evan sebagai suaminya lagi demi nama baik pria yang sangat dicintainya itu.


_


_


_


Bersambung 😁

__ADS_1


like


komen


__ADS_2