
Berpura-pura ingin bunuh diri, tapi Evan malah mendapat gamparan dari Xena. Gadis itu berjalan cepat ke arahnya kemudian menarik tangan lantas memukul lengannya bertubi-tubi
“Kamu mau bunuh diri dengan masuk ke laut, ha? apa kamu sudah gila? kamu pikir aku tidak tahu dan bodoh? berkata jujur tapi faktanya kamu berbohong, kamu bahkan memfitnah orang lain. Dev memang pernah memberitahuku apa yang kamu lakukan karena merasa kasihan padaku yang bucin ke pria brengsek sepertimu.”
Xena murka, bahkan kilatan matanya serasa ingin mencabik-cabik Evan.
“Soal tidak pernah melakukannya dengan Jihan kamu jelas berbohong, titanic-mu itu tidak tau adab, kamu pernah memperkosaku dua kali, aku tahu bagaimana napsumu itu Evan Dimitri. Tidak mungkin kamu tahan dengan kemolekan tubuh seorang model seperti Jihan.”
Evan sampai tak berkutik karena Xena berbicara tanpa jeda, dia hanya mematung memperhatikan wajah gadis itu yang benar-benar marah.
“Memperkosa? Bagaimana bisa melakukan hal itu dengan istri sendiri disebut memperkosa?” Evan masih berusaha membela diri, meski dia tahu kalau dia salah. “Katakan lah yang pertama iya aku memaksa, tapi yang kedua bukankah kamu melakukannya dengan sukarela?” pria itu bertanya keheranan.
“Karena aku pikir kamu akan mati, aku bahkan berencana melakukannya setiap hari, setidaknya kalau kamu mati aku bisa memiliki anak yang mirip denganmu,” ujar Xena.
“Wah …. Kamu ternyata memang benar-benar mencintaiku Xen.”
“Aku mencintaimu dan kamu berbohong padaku, bagaimana perasaan seseorang bisa dengan mudah berubah dan mulutnya tidak bisa dipercaya? Meski kamu pikir aku naif, aku tidak sebodoh itu Ev, aku tahu apa yang dilakukan pria dan wanita dewasa saat mereka berkencan, hanya berciuman dan berpelukan? Omong kosong, kalian sampai masuk hotel. Bohong, kalau kamu bilang tidak pernah melakukan itu dengan Jihan, selama lima bulan menikah ke mana kamu menenggelamkan titanic-mu itu jika tidak dengan Jihan.”
Evan terdiam, dia menyesal kenapa harus membohongi Xena tadi. Ia pikir bisa menahan Xena dengan kebohongan lagi, dia lupa bahwa Xena bukan gadis bodoh yang masih bisa diperbudak dengan cinta.
“Seharusnya kamu sadar Ev! kamu tidak boleh berbohong lagi demi menutupi kesalahanmu. Jangan menumbalkan orang lain karena perbuatanmu! Dev orang baik, jika aku percaya padanya waktu itu, aku pasti sudah meninggalkanmu tepat saat dia memberitahu padaku bahwa kamu berselingkuh. Aku memilih lebih lama bertahan, hanya karena berharap kamu bisa melihatku.” Xena memalingkan muka, matanya menggenang dan dia tidak ingin sampai Evan tahu bahwa dia hampir menangis.
__ADS_1
“Maaf!” Suara Evan terdengar lirih, dia hanya tidak bisa memikirkan cara lagi untuk meluluhkan hati sang istri.
“Sebenarnya ada satu hal yang ingin aku tanyakan sejak kemarin, apa kamu meminta Jihan menggugurkan kandungannya?”
Evan tersentak, dia yang sejak tadi tidak berani memandang wajah Xena seketika mendongak. Kepalanya menggeleng bak anak kecil yang tertangkap basah ibunya mencuri permen.
“Dia memang tidak hamil Xen, karena aku selalu memakai pengaman,” ucap Evan.
“Dasar lelaki bregsek!” Xena memalingkan muka kembali, hatinya terasa ngilu. Namun, setahun lalu dia sudah merasakannya jadi sekarang rasa kecewa itu bisa dia tahan.
“Ev! Mari kita bercerai saja setelah ini, kamu bahkan meminta maaf dengan cara mencoba membohongiku lagi.”
“Ceraikan aku! ada pria baik yang bisa aku nikahi di luar sana,” sewot Xena.
“Apa Devgan? Parasit itu? tidak akan aku biarkan, dia lebih parah dariku, dia itu musang berbulu trenggiling, dia itu casanova sering meniduri gadis yang berbeda, masih mending aku hanya dengan Jihan.” Evan berbicara tanpa sadar selain membongkar aib Devgan juga aibnya sendiri.
“Tidak kamu! tidak juga Devgan. Jika tidak ada lagi pria baik di dunia ini, aku akan mengajukan diri ke bu Hana untuk menjadi istri ke dua pak Prawira.” Xena masih berapi-api bahkan hawa dingin malam itu tetap membuatnya merasa panas.
“Kamu gila!” Evan melotot tak percaya.
“Ya, aku sudah gila tapi setidaknya aku tidak berbohong.”
__ADS_1
Tepat setelah mengucapkan itu, Xena memilih pergi meninggalkan Evan, dia berpaling menjauh sambil bersungut kesal.
“Xen, tidakkah kamu ingin tahu mana ucapanku yang fakta dan mana yang bohong?” teriak Evan.
“Fakta dan bohong aku tidak peduli lagi. Dasar lelaki brengsek,” gerutu Xena dengan langkah berat karena berjalan di atas pasir.
“Aku selalu memakai modnok saat berhubungan dengan Jihan, Dev memang yang menghasut Jihan untuk berbohong soal hamil, dan si Degan itu memang seorang casanova,” ucap Evan berharap sang istri bisa mendengarnya.
Namun, Xena tetap saja tak peduli. Hingga beberapa detik kemudian dia tertegun karena sebuah teriakan. Xena pun menoleh kembali dan wajahnya berubah khawatir.
“Tolong! Ada orang tenggelam!”
_
_
_
Tolong Like dan Komennya 🔊🔊🔊🔊
🤗
__ADS_1