Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 68


__ADS_3

Artikel buruk tentang dirinya benar tersebar, dan Evan memilih menutupi apa yang terjadi dari Xena. Namun, istrinya itu ternyata mendapat informasi dari Hana bahwa ada berita yang memuat indikasi kecurangan yang Evan lakukan. Xena pun galau dibuatnya. Nama Evan tertulis jelas di artikel yang menyebutkan bahwa banyak perusahaan di negara ini yang bermain-main dengan dana CSR.


Memberikan dana CSR ke orang terdekat sama artinya dengan nepotisme. Tak hanya itu, artikel lain bermunculan menyudutkan perihal lahan pertambangan Evan dan Prawira yang dinilai tidak memikirkan lingkungan dan penduduk sekitar.


Saat sarapan pagi itu, Xena mencoba bersikap biasa. Ia juga tidak bertanya ke Evan soal masalah yang terjadi. Wanita itu melayani suaminya dengan baik karena pembantu mereka masih libur.


“Apa hari ini mau aku bawakan makan siang lagi?” tanya Xena ke Evan yang melahap sarapan yang dibuatnya. Namun, Xena melihat jelas tekanan di wajah suaminya itu.


“Tidak usah, aku ada rapat hari ini,” jawab Evan sambil menyantap sarapannya. “Apa kamu ada kegiatan?” tanyanya kemudian.


“Aku? aku ingin membuka lamaran untuk mencari staff, dan akan mulai mencari kontraktor yang bisa membantuku membangun dengan cepat sekolah dan galeri. Sepertinya Devgan memiliki teman di bidang itu, bolehkah aku meminta bantuannya?”


Evan seketika menatap tajam, matanya menyipit dan jelas dia tidak akan menyetujui ucapan Xena barusan, tapi siapa sangka meski begitu dia mengiyakan.


“Boleh?”


Kini Xena malah yang dibuat terperanga.


“Hem … aku percaya padamu, untuk apa aku cemburu pada si degan itu,” sahut Evan.


“Devgan bukan Degan, kenapa sih kamu suka mengganti nama orang sembarangan?”

__ADS_1


Evan yang menunduk menatap sarapannya kembali mendongak, mendapati muka suaminya yang berubah, Xena pun melompat dari kursinya. Mendekat ke arah Evan dan memeluk pria itu dari belakang.


“Aku hanya bercanda, terima kasih ya,” bisik Xena lalu memberikan tanda cinta dengan mencium pipi kanan Evan. Ia melihat dengan jelas senyuman di wajah sang suami. Senyuman yang dia tahu palsu karena yakin Evan pasti sedang mendapat tekanan dan itu karena dirinya.


_


_


Selepas Evan pergi, Xena hanya diam di dalam ruang kerjanya. Ia mulai membuat informasi lowongan pekerjaan untuk mencari staff dan menyebarkannya ke orang-orang terdekat, siapa tahu akan lebih cepat mendapat kandidat dengan cara itu. Beristirahat sejenak, Xena kembali dikagetkan dengan berita bahwa ada demo di depan kantor Evan. Kini malah semakin menjadi-jadi, dari mulai dana CSR merembet ke urusan perizinan. Xena pun semakin merasa berdosa ke Evan.


“Apa yang harus aku lakukan untuk membantunya?” gumam Xena. Ia menangkup sisi kepalanya frustasi. Xena yakin sepusing apa dirinya sekarang. Evan pasti lebih pusing.


Xena terdiam, hingga ponselnya berdering dan nama Hana terpampang di sana. Wanita itu mengajaknya keluar untuk makan bersama. Xena pun menyetujui, dia merasa butuh teman untuk berbicara. Setidaknya dia bisa mendengar pendapat Hana tentang masalahnya ini.


Duduk berhadapan di restoran kesukaan Hana, terlihat betul Xena tidak selera makan. Hana menyadari itu dan maklum, siapa juga yang masih bisa makan jika namanya terseret dalam pusara masalah seperti ini.


“Apa makanannya tidak enak?” tanya Hana berbasa-basi.


“Tidak, ini enak kok hanya saja sedikit tidak berselera,” jawab Xena.


Hana menghela napas panjang, dia letakkan alat makannya dan membuat Xena seketika menatap heran. “Aku tahu kamu pasti terganggu dengan masalah yang sekarang ini sedang gencar diberitakan. Sejujurnya aku juga kecewa kamu berbohong, pernikahan itu bukan untuk dijadikan mainan Xen,” ucap Hana.

__ADS_1


“Sejujurnya aku juga tidak ingin menjadikan pernikahan sebuah mainan, tapi keadaan yang memaksa,” lirih Xena. Mereka pun terdiam, sepertinya melanjutkan makan pun percuma, Xena juga tidak berharap mendapat solusi dari Hana jika sudah seperti ini, hingga keduanya keluar dari dalam restoran dan terkejut. Banyak wartawan yang sudah berdiri di luar, salah satunya langsung bertanya dengan lantang.


“Apa benar Anda istri Pak Evan Dimitri dan menerima dana CSR lewat jalur belakang?”


Hana dan Xena sampai mundur ke belakang, beruntung Hana datang dengan sopir sekaligus pengawalnya ke restoran tadi. Mereka pun sedikit aman. Namun, bukannya memilih pergi Xena malah mendekat ke arah kerumunan.


“Saya akan menjelaskan ke kalian.”


_


_


_


_


niatnya mau crazy up


tapi ketiduran 🤣


dua Bab aja ya

__ADS_1


makasih geng


__ADS_2