
Karena permintaan Xena, Evan pun langsung pergi membelikan apa yang istrinya minta. Kesempatan langka macam ini mana bisa dia lewatkan begitu saja. Hingga sebungkus ketoprak itu bisa membuat sikap Xena berubah. Tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya bisa dirasakan saja.
_
_
_
Hari berikutnya, Xena merasa salah waktu datang ke rumah papanya, ini karena ternyata saudara sang papa sedang berada di sana. Siapa lagi kalau bukan Lord Hantoro bersama sang cucu yang aktifnya minta ampun. Untuk bocah seusinya, Soya benar-benar membuat geleng-geleng kepala. Dari yang Xena dengar, bocah itu baru saja mencekik leher soang di peternakan Hari. Bukannya takut saat soang itu mengejarnya, Soya malah menungganginya.
“Tumben datang pagi-pagi,” ucap Hari ke sang putri yang baru saja menggoda Soya di halaman.
Membetulkan letak tali tas di pundak, Xena memilih tak menjawab dan langsung meraih tangan kanan Hari untuk bersalaman. Ia melakukan hal yang sama ke Hantoro.
“Pasti ada sesuatu,” tebak Hari. “Apa si anak demit itu membuatmu sedih lagi?”
Hantoro langsung menegakkan punggung, pria itu menunjukkan dengan jelas rasa penasarannya dengan apa yang terjadi. Xena yang sebenarnya tidak ingin membahas hal ini di depan saudara papanya, mau tidak mau harus melakukannya. Masa bodoh, tidak dia ceritakan pun sang papa pasti akan bercerita ke Hantoro.
“Pa, aku dan Evan akan rujuk.”
“Apa?” Hari begitu terkejut, tapi ada sedikit kelegaan di hati. Sejatinya dia takut jika sang putri akan berakhir menjadi janda.
“Kenapa kamu kaget?” sela Hantoro. “Bukankah itu yang kamu inginkan? Sena dan Epan bujuk.”
“Rujuk Om, rujuk.” Xena menegaskan bahwa Hantoro salah menyebutkan kata rujuk.
__ADS_1
Hari melipat kedua tangan di depan dada, hingga menatap Xena dengan mata yang menyipit curiga. “Kenapa tiba-tiba? apa sesuatu yang buruk terjadi? Apa dia mengancammu?”meski lega Hari tetap tak bisa begitu saja menerima jika alasannya merugikan sang putri.
“Tidak, aku hanya lelah saja menghindar, aku sebenarnya masih menyimpan perasaan untuknya.” Xena mencoba jujur dengan apa yang dia rasa.
Hantoro mengangguk-angguk seperti burung beo. Menoleh saudaranya yang nampak diam dan menyikapi dingin kejujuran Xena.
“Sudahlah Har, mereka memang masih silang cinta jadi untuk apa kamu menggalangi?”
Xena memasang muka memelas, dia tahu bahwa sang papa memang tidak menyukai Evan semenjak pria itu menyakitinya. Namun, dia juga tidak bisa mengelak bahwa hatinya juga sudah tertambat ke dermaga hati Evan, dan siap untuk diajak berlayar kembali.
“Terserah, toh Papa juga tidak bisa melakukan apa-apa jika memang perasaanmu masih terikat padanya, tapi satu hal Xen, jika dia menyakitimu lagi Papa bersumpah tidak akan memaafkan dan menerimanya meski dia berlutut dan memohon,” ujar Hari.
“Menjagal kepercayaan orang tua itu memang susah, jadi kamu dan Epan harus memiliki kompeten yang kuat,” imbuh Hantoro yang nasihatnya malah membuat kepala Xena pening.
“Iya, apa aku salah bilang tadi?”
“Tidak, Om tidak salah.” Xena berdiri lantas meminta izin masuk ke dalam rumah. Ia datang untuk mengambil beberapa barangnya yang tertinggal di rumah Hari
_
_
_
Sementara itu, Evan tersenyum sendiri seperti orang gila. Tadi untuk pertama kali setelah kembali dari pelariaannya, Xena memperlakukannya seperti dulu lagi. Wanita itu memasangkan dasi dan mengancingkan ujung lengan kemejanya. Mungkinkah ini terjadi karena sebungkus ketoprak di seberang komplek? Tidak mungkin! Evan yakin Xena sedang mencoba atau malah sudah menerimanya kembali.
__ADS_1
Tak ingin melewatkan kesempatan yang datang, Evan pun menghubungi orang di kartu nama yang diberikan sang papa padanya kemarin. Sebuah permintaan aneh dari pikirannya tertuang begitu saja menjadi beberapa bait pesan, dan sore harinya pesan itu dibalas oleh wanita yang menyebut dirinya madame Zi.
[ Saya tidak pernah melakukan hal seperti itu, tapi jika Anda berani membayar mahal, saya akan dengan senang hati melakukannya, hanya menyiapkan sebuah kencan ‘kan? ]
[ ini bukan kencan biasa karena dia adalah wanita luar biasa. Aku akan membayarmu mahal, tapi aku ingin kamu menyiapkannya malam ini juga ]
[ Saya akan mengirimkan konsep dan kesepakatannya setengah jam lagi, tolong Anda sebutkan dengan jelas nama lengkap dan dari keluarga mana istri Anda berasal]
Kening Evan mengernyit, dia tak menyangka akan melakukan hal konyol seperti ini di dalam hidupnya. Namun, semua itu terbayar dengan ide yang diberikan wanita bernama Madame Zi itu kepadanya. Pria itu semakin terperanga melihat biaya yang harus dikeluarkan untuk mengajak istrinya sendiri berkencan. Makcomblang itu, memintanya membayar lukisan berharga ratusan juta yang diklaim akan membuat Xena berterima kasih berulang kali padanya.
[Ngomong-ngomong, apa lukisan itu asli? Apa kamu tidak membohongiku?]
[Lihat saja respon istri Anda nanti, jika dia sampai melompat dan memeluk Anda, sebaiknya Anda memberikan saya bonus ]
Evan hanya mengedikkan bahu membaca pesan itu, jika sampai berhasil dia berjanji akan memanggil wanita bernama Madame Zi itu ‘Jinny’
_
_
_
pencet jempolnya
komen ✌
__ADS_1