
l
"Wah, istriku memang berbakat. Aku heran, kenapa setiap goresan tangannya ini membuatku selalu takjub. Semuanya terlihat bersinar. Sama seperti dia. Entah kebaikan apa yang kulakukan sampai-sampai mendapat istri sesempurna dia ini?" batin Evan. Dia yang sedang menatap layar ponsel tersenyum simpul.
Nyatanya, mimik wajah sama juga di perlihatkan oleh Devgan. Sepupunya itu juga sedang menatap layar seolah tengah melihat bidadari. Tak ayal, Dimitri yang melihat itu jadi keheranan dan mulai curiga.
Sebenarnya Evan, Devgan dan Dimitri sedang duduk bersama di ruang rapat. Mereka baru saja selesai melakukan pertemuan mingguan dengan beberapa manager. Namun, yang membuat Dimitri tak habis pikir baik Evan maupun Devgan masih tak berniat beranjak sama sekali. Mereka justru asyik menatap layar ponsel dan melihat setiap lukisan Xena yang sudah mereka beli.
Dimitri yang duduk tak jauh dari mereka pun jadi penasaran. Tak sanggup dia menerka-nerka dan mulai mencari tahu. Dia pun berjalan dan berdiri di antara anak dan sang keponakan. Anehnya, baik Evan maupun Devgan tak menyadari bahwa dia juga melihat apa yang mereka lihat.
"Kalian membeli lukisan?" tegur Dimitri yang sontak saja membuat Evan dan Devgan gelagapan. Mereka sama-sama menutup ponsel dan berdiri serentak.
"Memangnya sebagus apa lukisan si Aililea De Luna itu sampai-sampai kalian membelinya dalam jumlah banyak? Kalian kenal pelukisnya?" lanjut Dimitri, sempat dia membaca nama sang pelukis. Matanya pun tiba-tiba menyipit menyelidik.
Dicecar seperti itu membuat Evan dan Devgan saling pandang. Satu lagi, dari perkataan Dimitri mereka baru sadar kalau telah sama-sama memborong lukisan Xena.
__ADS_1
Seperti sebelumnya, Evan tahu kalau sang istri hendak menjual lukisan, tapi soal nama dia benar-benar tidak tahu. Semalam pun dia sempat kewalahan mencari tahu nama website yang digunakan Xena. Beruntung dia sempat melihat status Xena di aplikasi berbalas pesan. Di sana Xena mengklaim bahwa lukisan yang di posting adalah milik pelukis lain dan mencantumkan nama Aililea De Luna.
Hal itu juga dilakukan Devgan setelah membaca status Xena. Awalnya dia tidak tahu kalau Xena melelang lukisan, terlebih lagi dengan nama Aililea De Luna. Namun, Devgan yang kenal betul goresan kuas Xena menyadari kalau itu adalah milik Xena. Sebab itulah semalam dia membelinya.
Masalahnya dia tidak menyangka Evan juga melakukan hal yang sama. Evan mulai merasa tak senang karena Devgan membeli karya istrinya. Keduanya sama-sama memberi tatapan sengit.
"Hei, kalian ditanya malah tatap-tatapan. Lagi bicara dengan suara hati apa bagaimana?" sambar Dimitri setelah itu berdengkus.
Saat tak mendapat jawaban lelaki tua beruban itu pun kembali duduk ke tempat semula. Dia makin bingung saat melihat anak dan keponakannya masih berdiri dengan tatapan tajam.
Keduanya pun berhenti menatap sengit saat mendengar bunyi notifikasi dari ponsel masing-masing. Mata Evan terbelalak, begitu juga Devgan. Bagaimana tidak, pembelian mereka dibatalkan.
"Hei … kalian, bisa tidak gunakan bibir kalian untuk bicara. Tolong jelaskan, sebenarnya ada apa?" oceh Dimitri lagi.
"Begini, Pa. Sebenarnya ...."
__ADS_1
"Evan!"
Teriakan itu spontan menggantung lisan Evan yang hendak menjelaskan. Lelaki itu terbelalak ketika menyadari bahwa istrinya yang datang. Tak hanya Evan, Dimitri dan Devgan juga sama kagetnya.
_
_
_
Next
tinggalkan jempol dan komen
vote dan poin di novel DICERAIKAN KARENA GENDUT aja ya
__ADS_1