Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 72


__ADS_3

“Ev, apa kamu mau menginap di rumah om Han malam ini?”


“Kenapa tiba-tiba?”


“Sebenarnya aku malu mengatakan ini, aku ingin bercinta denganmu di kamar milik kak Kirana. Katanya bisa cepat hamil jika melakukan itu di sana.”


Evan melompat dari kursinya. Sehari tidak bertemu Xena membuatnya sangat rindu, apalagi mendapat tawaran seperti ini, tidak mungkin akan Evan lepaskan begitu saja.


Namun, Evan sepertinya lupa siapa pemilik rumah itu. Pria yang paling menggemaskan di keluarga sang istri. Cara bicaranya yang belepotan kadang membuat Evan darah tinggi. Pria itu menggaruk lehernya yang tiba-tiba gatal membayangkan Hantoro yang akan bertanya macam-macam saat dia datang.


“Mau bagaimana lagi, aku sudah semalam tidak membau tubuh Xena, aku bisa sekarat jika lama-lama seperti ini,” gumam Evan. Ia bergegas mengemasi mejanya untuk pulang.


Ricky yang baru akan menyerahkan sebuah berkas sampai heran, dia bahkan bingung harus dibawa kembali atau meninggalkannya di meja Evan.


“Pak, ini butuh tanda tangan,” ucapnya dan Evan hanya melambaikan tangan.

__ADS_1


“Simpan dulu, aku ada urusan yang lebih penting,” jawab Evan. “Aku ada tugas mulia, memberikan negara ini generasi muda yang berkualitas,” imbuhnya yang tertawa bahagia, tak sabar untuk menerima ajakan Xena berlayar mengarungi lautan asmara.


***


Evan datang dengan membawa banyak makanan, dia yang tahu bahwa Hantari sangat menyukai kue lapis legit sampai membelikan kue ukuran yang paling besar di toko tadi. Beruntung baginya Hantoro sedang keluar kota, jadi Evan tidak perlu susah payah bertemu dan mendengarkan celotehan pria itu yang terkadang membuatnya pening.


Seperti mendapat lampu hijau, Hantari juga ingin pergi ke rumah putrinya Kirana karena merindukan sang cucu, sehingga tidak ada orang lain di rumah selain dirinya, Xena dan pembantu.


“Sudah anggap saja seperti rumah sendiri,” ucap Hantari sebelum meninggalkan sang keponakan.


“Ev … sabar! Aku tidak mau kalau kamu main sosor, aku mengajakmu karena aku ingin-“ Xena menjeda kata, dia sebenarnya malu mengatakan ini karena takut Evan berpikir dirinya sangat agresif. “Aku ingin kita punya anak,” lanjutnya meski harus dengan kecepatan cahaya mengucapkan kalimat itu. Ia terlalu malu.


“Iya, kita harus memberikan cucu untuk papa segera, urusan anak aku siap kapan pun kamu minta.” Evan tersenyum dan mengedipkan mata genit, sebelum menarik pinggang Xena dan berbisik mesra. “Tunjukkan kamar itu padaku, aku sudah tidak sabar.”


Xena tersenyum malu-malu, hingga dia mendorong tubuh Evan dan berjalan masuk ke dalam mendahului pria itu.

__ADS_1


“Aku mau mandi dulu,” ucap Xena.


“Ya, mandi lah! pakai parfum dan baju haram transparan,” ucap Evan yang sudah tidak tahan untuk melepaskan jangkar.


***


Menunggu Xena yang sedang mandi, Evan mencoba mengecek kondisi ranjang keramat yang diceritakan sang istri. Nampak seperti ranjang biasa. Evan bahkan mencoba melihat merk-nya dan tak ada yang spesial.


Hingga dia membuka korden kamar dan tahu apa yang spesial dari ranjang itu, cahaya bulan ternyata tepat mengenai tengah ranjang, bukankah itu sangat romantis dan erotis. Memikirkannya saja Evan sampai merinding. Darahnya semakin berdesir saat melihat Xena keluar dari kamar mandi dengan lingerie berwarna hitam yang membuat kulitnya terlihat begitu bercahaya.


“Xen, aku tidak pernah berpikir kita akan melakukannya di ranjang milik orang,” ujar Evan sambil mengulurkan tangan. Xena pun meraihnya, pasrah saja saat Evan menariknya sedikit kasar hingga tubuhnya membentur dada.


“Ini bukan ranjang tetangga, tapi ranjang sepupu.”


Ucapan Evan mmebuat Xena tertawa dan kemudian membalasnya dengan sebuah candaan juga,” Jika ternyata benar kamu bisa membuatku hamil setelah malam ini, aku akan membuat lukisan dengan tema itu, ranjang sepupu.”

__ADS_1


🤭🤭🤭


__ADS_2