Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 45


__ADS_3

Tidak ada yang boleh menghakimi seseorang kecuali Tuhan. Begitu pandangan Jihan terhadap pilihan hidupnya menjadi seorang perebut suami orang. Namun, kini dia sudah mengecap pahit karma atas menyakiti hati wanita lain. Setelah berpisah dengan Evan satu tahun yang lalu, Jihan bertemu pria baik-baik. Jatuh cinta dan berkencan, tapi karma nyata baginya. Sang kekasih yang selama enam bulan dia kencani ternyata diam-diam sudah memiliki istri. Dulu, saat menjalin hubungan dengan Evan, dia tahu bahwa pria itu sudah menikah. Kini balasannya dia jatuh cinta dan dibohongi.


“Maaf!”


Jihan kembali memohon pengampunan Xena, meminta maaf kepada wanita yang usianya lebih muda darinya itu dengan kepala menunduk.


“Maafmu sudah tidak berguna, aku dan Evan sudah berakhir.” Ucapan Xena membuat Jihan mendongak kaget, dia sampai menatap Evan yang sejak tadi berdiri bak penonton, pria itu membuang muka, sudah bisa menebak bahwa Xena pasti akan tetap dingin meski Jihan memberitahu yang sebenarnya.


“Berakhir? Kalian?” tanya Jihan lantas menunduk kembali takut, sorot mata Xena seperti alligator yang hendak memangsanya bulat-bulat.


“Aku akan menceraikannya, jadi setelah itu kalian bisa CLBK,” ketus Xena sambil berlalu. Seharusnya dia bisa menikmati liburan yang menyenangkan di pulau itu, tapi semua berantakan karena pria dan wanita yang pernah menoreh luka dalam di hatinya.


Evan menyaksikan sendiri bagaimana Jihan sudah melakukan apa yang dia minta. Evan pun mendekat, berdiri di depan wanita yang berprofesi sebagai model itu dan mengucapkan terima kasih.


“Apa benar kalian akan bercerai?”


“Kenapa? aku juga tidak berniat kembali kepadamu,” ujar Evan.


“Brengsek! Kamu pikir aku juga mau kembali padamu,” ketus Jihan.


Evan membalasnya dengan sebuah senyuman miring, hingga dia berani menanyakan tentang alasan gadis itu melakukan percobaan bunuh diri kemarin.


“Apa kamu ada masalah? kenapa kamu mencoba mengakhiri hidup seperti itu? apa kamu tahu? ada yang pernah bilang cara mati yang paling menyakitkan adalah tenggelam,” ujar Evan.


“Sok tahu.” Jihan masih saja ketus. “Aku masih waras, aku sudah sering disakiti pria.” Ia melirik Evan dengan senyum cibiran. “Aku tidak sedang menyindirmu, aku sudah move on lama darimu, hanya saja pria yang aku cintai ternyata berbohong dan itu sangat menyakitkan.”


Bukannya khawatir, Evan malah meledek. “Apa kamu kena karma?”


“Sialan! karma itu juga karenamu, dasar!”


“Lalu kenapa kamu terjun ke laut malam-malam?” Evan masih saja penasaran.

__ADS_1


“Aku membuang cincin yang dia berikan, aku lupa kalau harganya hampir satu miliar.” Bibir Jihan mengerucut, dia mainkan pasir dengan ujung kakinya sambil menunduk.


“Apa kamu bisa menemukan cincin itu?”


“Kenapa? apa kamu mau menggantinya dengan yang baru jika aku berkata tidak ketemu?” sewot Jihan.


“Ish … “ Evan melambai angin di depan muka Jihan lalu pergi begitu saja meninggalkan wanita itu, dia benar-benar tidak peduli kepada mantan pacar yang beberapa kali dia ajak melayarkan titanic mengarungi samudera itu.


_


_


_


_


Sementara itu, Xena ternyata kembali ke kamarnya untuk mengambil topi, dia berniat jalan-jalan di sekitar resort. Xena tidak ingin kedatangannya jauh-jauh ke pulau Kilikili menjadi sia-sia, hingga tanpa sengaja saat berada di lobi Xena mendengar dua orang berbincang.


“Kasihan, hanya karena putus dia ingin mengakhiri hidup.”


Xena mencoba bersikap biasa melewati dua orang yang sedang membicarakan Jihan tapi dengan langkah kecil dan lamban. Sejatinya tidak ada rasa simpati di hatinya karena perbuatan Jihan di masa lalu. Hingga saat posisi dua orang itu berada di belakangnya. Xena mendengar mereka bergunjing lagi.


“Dulu dibohongi sekarang dibohongi lagi, polos sekali dia, tapi sepertinya dia memang harus mendekati pria beruang. Apa kamu tahu? dia sebenarnya miskin.”


“Dia paling suka open BO.”


Xena masih berada pada posisinya saat tiba-tiba saja suara teriakan terdengar. Ia menoleh dan kaget, Jihan sudah menarik rambut dua orang itu hingga kepala mereka sampai mendongak.


“Berani mengataiku open BO, apa kamu pikir aku tidak bisa tersinggung?” tanya Jihan Murka.


Xena menelan saliva, dia tidak tahu harus berbuat apa, hingga Evan datang dan berjalan mendekat. Wajahnya berubah cemas melihat tingkah wanita-wanita itu.

__ADS_1


“Pisahin Ev!” perintah Xena saat pria itu berdiri mensejajarinya.


“Tidak, aku takut kena cakar! Panggil saja petugas keamanan, lagi pula di mana mereka? kenapa tidak berjaga, ini ‘kan jam kerja,” ucap Evan dengan santainya dan malah bersidekap.


“Ah … dasar!” Xena mendekat karena takut kulit kepala dua wanita itu terkelupas. Jihan begitu kuat menariknya tanpa ampun.


“Jangan berkelahi seperti anak kecil!” bentak Xena berusaha menghalau tangan Jihan sedikit kasar, dia berhasil melepaskan tangan mantan selingkuhan suaminya itu, tapi siapa sangka dua orang yang Jihan jambak kini malah balik menyerang Jihan.


“Lha!” Xena terlihat kebingungan, sedikit merasa bersalah karena kini Jihan balik dikeroyok.


“Ah … dasar!” Evan menggerutu melihat tingkah wanita dewasa yang seperti bocah. Dia berusaha memegangi salah satu wanita itu, hingga kaki Jihan menendang dan tanpa sengaja malah menghantam sekoci titanic milik Evan.


“Argh!”


Evan memekik hingga Xena yang mematung melihat perkelahian itu menoleh. Gadis itu meringis melihat Evan menangkup asetnya sambil menahan sakit.


“Shit! Apa kamu ingin membuatku tidak bisa punya anak?" teriaknya ke Jihan.


“Pasti sakit,” gumam Xena.


_


_


_


_


Like Komen


Bagi hadiah dan gift jika ada poin ya

__ADS_1


Terima kasih Zeyeng


__ADS_2