Suami Palsu - 40 Days Husband

Suami Palsu - 40 Days Husband
Bab 54


__ADS_3

Xena bangun lebih pagi hari itu, dia kaget dan seketika memejamkan mata sambil mengatupkan bibir rapat-rapat. Bagaimana tidak kaget? dia bangun dengan kepala yang berada sangat dekat dengan dada Evan.


Perlahan Xena menggeser badan, dia bergegas masuk ke kamar mandi. Meski tidak ada yang akan dia kerjakan hari itu, tetap saja dia merasa harus berpenampilan rapi.


“Sudah bangun?” tanya Xena basa-basi melihat Evan sudah duduk di tepian ranjang saat keluar dari kamar mandi, pria itu tersenyum lantas mengulurkan tangan.


“Kenapa? apa tidak bisa berdiri?” Xena meletakkan handuk kecil yang dipakainya untuk mengeringkan wajah ke meja rias, dia menghampiri Evan menduga pria itu minta dibantu berdiri.


Namun, Xena salah. Evan menarik lalu meraup pingangnya. Menyandarkan kepala ke perutnya secara tiba-tiba dan memejamkan mata.


“Ev.”


“Bukankah mulai pagi ini kita adalah sepasang kekasih. Aku ingin seperti ini,” ucap Evan. Tangan kanannya bahkan meraih tangan kiri Xena, membawanya ke belakang kepala. “Kamu boleh mengusapnya.”


Xena memalingkan muka, mulutnya menganga. Entah situasi macam apa yang sedang dihadapinya sekarang. Meski begitu, dia menuruti saja permintaan Evan. Diusapnya bagian belakang kepala pria itu sebelum berucap-


“Pergi mandi sana! aku akan menyiapkan sarapan.”


Terdengar seperti kebiasaan Xena yang dulu. Evan pun tersenyum dan menjauhkan kepala. Ia mendongak agar bisa menatap wajah ayu gadis itu. Tak mengapa baginya jika semua ini hanya bertahan selama tiga puluh hari lagi, selama itu dia akan memanjakan dan bersikap baik agar Xena bisa merasakan ketulusannya.


“Tapi sebelum mandi, aku ingin menunjukkan sesuatu padamu. Ini soal apa yang aku janjikan kemarin,” ucap Evan.


“Apa?”

__ADS_1


“Ayo keluar!”


Evan berdiri mengulurkan tangan, tapi Xena hanya memandanginya heran. Mereka bertahan di posisi itu hingga kemudian Xena mau menerima uluran tangan Evan.


Mereka tak berjalan jauh, hanya ke kamar tamu yang dulu pernah ditempati Xena. Evan langsung membuka pintu dan seketika membuat istrinya terperanga.


Ruangan itu sudah disulap menjadi sebuah studio. Evan mendekorasi ulang agar Xena bisa melukis dengan nyaman di sana.


“Ev … ini.” Xena sampai tidak bisa berkata-kata, dia benar-benar terkejut dengan apa yang Evan berikan.


“Setelah galerimu jadi, aku yakin kamu pasti lebih memilih menghabiskan waktu di sana. Untuk itu aku sengaja mengubah kamar ini, setidaknya untuk tiga puluh hari ke depan aku masih bisa melihatmu melukis di sini, atau jika kamu mau untuk selamanya.”


Xena mematung, lisannya masih tidak bisa berucap. Ia benar-benar terharu dan pada akhirnya hanya kata terima kasih yang bisa dia sampaikan.


_


_


_


Beberapa menit kemudian mereka berdua sudah berada di meja makan. Evan terlihat bingung mendapati bagian meja miliknya kosong, sampai Xena datang dari arah dapur dan meletakkan sebuah piring di hadapannya dan tersenyum, sepiring omelet seperti yang Evan mau.


“Xen, bisakah kamu tambahkan saus di atasnya tapi aku ingin kamu membentuknya seperti lambang hati.”

__ADS_1


Xena mengerjab, dia menoleh ke pembantunya yang menahan tawa karena tingkah uwu-uwu tuannya.


“Ayo lah Xen, aku sudah ingin menyantapnya,” pinta Evan.


Pada akhirnya Xena menuruti keinginan sang suami. Ia menggeser piring Evan agar bisa membubuhkan saus dengan bentuk lambang cinta, di atas omelet yang khusus dia buat untuk pria itu.


Namun, bukannya segera menyantap hidangan yang berasal dari telur itu, Evan malah merogoh saku dan mengambil ponsel, seperti orang kurang kerjaan dia mengambil gambar omelet itu dan mengunggahnya ke media sosial.


“Ev, apa yang kamu lakukan?” tanya Xena heran.


“Membuat pebinor tahu diri dan mundur teratur.”


_


_


_


_


_


Komen + like dari kamu \= I love you mcuahhh mcuaaahhh

__ADS_1


__ADS_2