
Assalamu'alaikum,ucap Rey saat masuk dalam rumah.
Walaikumsalam, jawab Mitha.
Rey mengecup dahi Mitha. "Apa yang terjadi jadi pada Aryana?',tanya Restu.
Hari ini ia tidak sengaja bertemu dengan ibu kandungnya,selama bertahun-tahun ia mencarinya,bukannya mendapatkan pelukkan,tapi tamparan keras dipipinya.
Aku tidak tahu seberapa keras ia menampar wajah Aryana sampai sudut bibirnya membengkak.
"Mengapa ada seorang ibu begitu tega berbuat kejam hanya karena wajah anaknya mirip dengan kekasih ayahnya?",ucap Mitha lirih. "Mengapa ayahnya memberikan nama kekasihnya kepada Aryana?',itukan sangat aneh ujar Restu.
Tunggu.
Jadi nama Aryana adalah nama kekasih ayahnya. "Apa kepanjangan nama Aryana?",tanyaRey.
Aryana Riana Puspa Ringga, jawab Restu.
Kak Riana teriak Mitha. Nama belakang Aryana adalah nama kak Riana,ujar Mitha bahagia.
Akhirnya Allah menunjukkan jalannya. Rey, sebaiknya kau menjaga Aryana malam ini.
Aku dan Restu akan melihat CCTV untuk mengetahui seperti apa wajah ibunya Aryana. Siapa tahu aku mengenali wajahnya,ucap mitha.
Baiklah.
Kalian harus hati-hatilah, pesan Rey. Jaga kesehatanmu,sayang. Jangan terlalu banyak pikiran,pesan Rey kepada Mitha.
__ADS_1
Tentu saja sayang,ucap Mitha.
Cup.
Mitha mengecup pipi Rey sebelum pergi.
Jangan terlalu lelah, ingat besok kau harus kerumah sakit, pesan Rey kepada Mitah sang istri.
Setelah Mitha dan Restu pergi,Rey masuk dan menutup pintu.
Tuan.
Apakah tuan mau makan malam?,tanya simbok.
Nanti saja,mbok. Aku ingin melihat keadaan Aryana,ucap Rey naik kelantai atas.
Baik,tuan.
Aryana baru saja keluar dari kamar mandi. Aryana kaget melihat kedatangan Rey yang sudah berada didalam kamar.
Kamu sudah bangun tanya Rey mendekati Aryana.
"Mengapa tidak istirahat?",omel Rey kepada Aryana.
Ia menyentuh pipi Aryana masih merah walaupun sudah mulai memudar dan sudut bibirnya yang pecah.
"Apakah masih sakit?",tanya Rey kepada Aryana yang berdiri dihadapannya. Matanya yang sembab membuat hati Rey pilu, ia pastiĀ sudah banyak menangis.
__ADS_1
Bukan jawaban yang terima tapi airmata kembali jatuh dipipinya yang putih. Aryana menghambur dalam pelukkan Rey,menangis mengungkapkan rasa sedih.
Ibu membenciku, mas. Dia tidak mau mengakui kalau aku anaknya,cerita Aryana diantara isak tangisnya.
Aku tidak akan mengganggu hidupnya,mas. Aku hanya ingin merasakan sekali saja, merasakan pelukan seorang ibu.
Rey merengkuh tubuh Aryana kedalam pelukkannya. Isakkannya masih terdengar lirih. Rey berjanji akan membuat ibu kandung Aryana menderita, seperti banyaknya airmata Aryana yang.
Rey pelan-pelan mengusap airmata yang membasahi pipinya. Kemudian mengecup mata Aryana yang sembab karena banyaknya air bening yang keluar.
Aryana merasakan ada desiran yang mengusik hatinya. Ia melihat kedalam mata Rey.
Ia tersenyum kepada Rey. Milikilah diriku, hanya dirimu yang aku miliki, duniaku, hidupku, nafas terakhirku adalah milikmu ucap Aryana.
Matanya yang sayu menatap dalam mata Rey yang hitam, akan banyak cinta yang akan ia dapatkan disana.
Bahagiamu,tawamu dukamu, kesedihanmu,lukamu adalah milikku. Katakan semuanya, aku yang akan menjagamu.
Aryana menjalankan tugasnya sebagai seorang istri, memberikan hak suami yang sudah seharusnya ia berikan.
Malam ini ia menjalankan ritual malam pertama sebagai pengantin. Ia ikhlas memberikannya.
Rembulan sebagai saksi dua insan manusia menyatu dalam sebuah ikatan pernikahan.
Terima kasih telah memberikannya padaku dan menjaganya hanya untukku,ucap Rey kepada Aryana.
Pipi Aryana bersemu merah, malu dan memendamkan wajahnya kedalam pelukan Rey.
__ADS_1
Rey sangat suka melihat sifat malu-malu Aryana,itu pertanda ia orang yang pertama berhasil masuk kedalam hatinya.
Karena lelah Aryana tertidur setelah Rey mengerjainya, sehingga ia pasrah menerimanya. Sampai matahari pagi menyapa,mereka berdua masih tertidur lelap.