
Sampai dimobil Aryana bertanya kepada Rey.
Mas.
Hehm! Rey melihat kearah Aryana.
"Ada apa?',tanya Rey kepada Aryana.
"Bagaimana cara menggunakannya?,tanya Aryana karena bingung melihat bentuknya. Kalau hilang bagaimana,mas?,ucap Aryana.
Lihat aku,Aryana?,perintah Rey.
Ngak,mau mas?,tolak Aryana.
Kenapa,hehm?,tanya Rey yang kesal karena Aryana menolak untuk melihat dirinya. Mas ngak akan berbuat apa-apa,karena ada Mang Ujang.
Aryana mengalah, ia mengubah posisi duduknya menghadap kearah Rey.
Rey hanya tersenyum melihat sifat polos istri keduanya. Dengarin mas,setelah mendapatkan ponsel yang kau inginkan,berikan kartu ini kepada kasir sebagai alat untuk pembayaran mereka sudah tahu kalau melihat kartu ini.
Mengapa mereka bisa tahu?,tanya Aryana kepada Rey yang membuat Rey ingin melahap Aryana sekarang, karena gemas dengan sikap polosnya.
Mereka sudah terbiasa melihat kartu ini,ucap Rey lagi.Kartu ini tidak akan hilang,kau paham tanya Rey.
"Iya!.
sedikit, ucap Aryana males untuk bertanya lagi
Ya, Allah.
Mengapa harus ada Mitha kedua dalam hidupku,batin Rey dalam hati dengan sedikit mengendorkan ikatan dasinya.Mang Ujang,hanya tersenyum melihat kekesalan diwajah majikannya.
Mas itu Mallnya,ucap Aryana.
"Mang...! pinggirin mobilnya", perintah Rey.
Iya,tuan.
Ini nomor ponselku jangan lupa hubungi mas jika mau pulang,ucap Rey.
Baiklah,ucap Aryana pasrah sebelum keluar dari mobil. Saat mau membuka pintu mobil Rey memanggilnya lagi.
Kamu sedang melupakan sesuatu,ucap Rey?, Aryana tidak jadi membuka pintunya setelah mendengar ucapan Rey.
"Apa mas?",tanya Aryana tidak mengerti.
Cup.
Rey mengecup bibir Aryana yang membuat sipunya bibir kaget.
Aryana kaget dan membulatkan matanya,diam terpaku mendapat serangan dadakan dari Rey.
Kau mau turun atau mas tambah lagi,ucap Rey membuat Aryana cepat-cepat turun dari mobil setelah mencium punggung tangan Rey.
__ADS_1
Assalamualaikum.
Walaikumsalam.
Ada-ada saja udah umur dua puluh lima tahun,belum mengerti arti ciuman,batin Rey.
********
"Hai,teriak Novi yang membuat Aryana kaget setengah mati
Ya Allah.
Novi bisa ngak sih,kamu ngak membuat orang jantungan,ucap Aryana.
Maaf,nona cantik. Habis aku gemes banget sama kamu.
Udah lama,tanya Aryana kepada Novi.
Baru tiga puluh menit,ucap Novi
Ayo, kita langsung naik keatas cari ponsel untuk kamu,ucap Novi langsung mengandeng tangan Aryana untuk naik eskalator.
Mau cari ponsel model apa,Yana?,tanya Novi.
Yang biasa aja,sesuai dengan bajet dikantong.
Aryana dan Novi, memasuki toko yang menjual ponsel sesuai dengan uang yang Aryana punya.
Novi, ini persis dengan yang hilang,bukan?,tanya Aryana kepada Novi. Aryana begitu bahagia,tak tega merusak senyumnya,batin Novi. Bagi Novi ponsel yang dibeli Aryana sudah jadul untuk anak zaman sekarang.
Ayo! ajak Aryana mengandeng tangan Novi.
Kemana?,tanya Novi kepada Aryana.
Kekasir,jawab Aryana.
Sudah hanya itu saja tidak ingin yang lain,tanya Novi.
Ngak Vi, cukup ini saja. Novi hanya geleng-geleng kepala melihat kelakukan Aryana.
Mbak,panggil Aryana.
Iya,ada apa?,ada yang bisa saya bantu, tanya si embaknya.
Saya mau membayar ponsel yang saya beli, tolong aktifkan nomor lama saya, pinta Aryana.
Aryana menunjukkan kartu yang diberikan Rey tadi pagi. Mata kasir itu membulat melihat kartu yang diberikan Aryana. Tunggu sebentar mbak,saya mau menemui atasannya saya dulu.
Baiklah.
Ucap Aryana yang terlihat kesal hanya karena kartu ia harus menunggu, apa hebatnya tuh kartu gumamnya dalam hati.
Novi juga tidak percaya dengan pengelihatnya,darimana Aryana bisa memiliki kartu tanpa batas seperti punya maminya.
__ADS_1
"Siapakah suami Aryana sebenarnya?",tanya Novi hanya dalam hati. Beruntung sekali, laki-laki yang mendapatkan dirimu,Yana.
Tidak lama manager dan kasirnya datang menemui Aryana.
Terima kasih Nyonya telah berbelanja ditoko kami.
Iya.Aryana berlalu meninggalkan toko tersebut dan mengajak Novi untuk mencari tempat makan.
Novi. Panggil Aryana.
Iya.
Mereka aneh, deh.Hanya gara-gara kartu kayak beginian, mereka memberi hormat padaku.
Aneh dan sangat aneh, apa hebatnya?,ucap Aryana.
Novi rasanya ingin menangis,melihat kepolosan sahabatnya.
"Ya, Allah.Lindungilah Aryanaku, do'a Novi dalam hati.
Tiba-tiba Aryana menghentikan langkahnya melihat seseorang yang selama ini ia cari.
"Yana, ada apa?",tanya Novi.
Vi. Itu ibuku akhirnya aku menemukan ibuku,Vi.
Aryana memasuki sebuah restaurant. Aryana menatap punggung wanita itu dan menyentuh pundaknya.
Wanita itu membalikan tubuhnya dan melihat kearah Aryana.
Aryana langsung memeluk wanita itu. Ibu aku merindukanmu,ucap Aryana dengan mata yang berkaca-kaca.
Plaakk.
Aryana kaget tak menyangka akan mendapatkan tamparan keras dipipinya.
Beraninya dirimu datang dihadapanku.
Maksud ibu apa,Aryana tidak mengerti?,tanya Aryana bingung.
Aku membencimu, karena pernah mengandung dan melahirkanmu. Aku membenci ayahmu,aku membenci namamu dan juga wajahmu,ucap wanita yang dipanggil Aryana ibu.
Riana... Riana?,hanya wanita itu yang ada didalam ingatan ayahmu.Sehingga wajahmu mirip dengannya, bagaimana bisa bahagia jika dihati ayahmu hanya nama Riana,bentak wanita itu yang membuat Aryana kaget.
"Mama Arini juga mengucapkan kata yang sama dengan ibu,jadi selama ini ayah tidak pernah mencintai mereka berdua,gumam Aryana dalam hati. Novi memeluk tubuh Aryana yang hampir roboh.
"Vi..!
"Apa ada yang salah dengan diriku?",tanya Aryana kepada Novi.
Aku mau pulang Vi?,aku lelah Vi?,ucap Aryana tiba-tiba dengan berlari meninggalkan Novi.
Aryana berlari meninggalkan Novi sendirian. Novi berusaha mengejar, tetapi ia kehilangan jejak.
__ADS_1