SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU

SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU
BAB 23


__ADS_3

Maafin mas,sayang.


Sepanjang jalan Rey selalu menyalahkan dirinya.


Rey tahu seharusnya ia yang menjaga perasaan Aryana,saat seorang perempuan mengandung tidak boleh terlalu banyak pikiran dan beban.


Karena marah Rey tidak dapat mengontrol emosinya dan bersikap kasar dengan mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan Aryana.Ia tidak menyangka ucapannya itu,akan membahayakan nyawa anak dan istrinya.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Bu.


"Mengapa ayah belum datang?".


Apakah ayah tidak mau melihat Aryana untuk terakhir kalinya?,tanya Aldo.


"Adakah yang disini bernama Aldo?",tanya salah satu perawat.


Saya suster,sahut Aldo. Pasien ingin bertemu dengan anda.


Masuklah.


Aldo mengikuti perawat keruang perawatan. Dia ingin berbicara dengan anda,ucap sang perawat.


Al.


"Iya,gue disini", Jawab Aldo dengan suara lirih karena iba melihat Aryana sudah siap dengan baju operasi.


Al.


Kamu jelek kalau lagi marah maupun sedih,ucap Aryana yang mulai hilang kesadaran.


Al.


Ya.


Maafkan semua salahku padamu,maaf aku tidak bisa menjadi bagian belahan hatimu.


Al


"Hhem".


"Mengapa ngak bersuara,Al?",tanya Aryana.

__ADS_1


Aku hanya kesal karena sudah lama tidak melihat dirimu,ucap Aldo.


Al.


"Hehm".


Jaga adikmu,Al. Aku titip putriku kepadamu, kepada ayahmu dan juga mbak Mitha,ibumu. Jagalah mereka, Al.


Maafkan aku,Al.


Maaf, ucap Aryana sebelum masuk keruang operasi.


Iya.


Aku sudah memaafkanmu,ucap Aldo sambil membantu mendorong brankar menuju ruangan operasi.


"Maaf,pak?",anda boleh keluar kami harus memulai operasinya.


"Bu..!"


Mengapa ayah belum datang,bu?,tanya Aldo lagi.


"Apakah ayah tidak mau mendamping Aryana?".


"Ibu tidak mengerti,sayang?",ucap Mitah.


"Maafkan kami",anda belum bisa menyentuh ataupun melihatnya,karena bayinya Prematur.


Kami mengerti,terus bagaimana dengan keadaan ibunya,tanya Mitha.


Maaf saya tidak bisa menjawab,karena bukan kafasitas saya,bu.


Tunggu saja dokter yang akan menjelaskannya.


Bersabarlah,ucap sang perawat sebelum kembali lagi keruangan operasi. Setelah dua jam menunggu, lampu ruang operasi sudah berganti hijau.


Keluarga Nyonya Aryana,tanya dokter. Kami dokter ucap Mitha,di ikut Aldo,Restu,dan juga Novi.


Ikut saya, perintah sang dokter. Mereka berempat mengikuti langkah sang dokter.


Dokter berhenti diruang ICU.Kami tidak tahu sampai kapan Nyonya Aryana bisa bertahan, sepertinya ia menunggu seseorang. Mitha duduk terhenyak,melihat alat yang terpasang ditubuh Aryana.


"Mas, datanglah?".

__ADS_1


"Apakah dirimu tidak kasihan melihat Aryana kita?",ucap Mitha dengan airmata yang kembali meleleh..


Dia masih menunggu keikhlasanmu mas,ucap Mitha diselah tangisannya.Novi, tak tega melihat kondisi Aryana.


"Apakah tidak ada jalan, Al?",tanya Novi kepada Aldo.


Aku baru bertemu Aryana, Al?,ucap Novi memukul-mukul dada Aldo.


"Hikksss.... Hikksss...."


Tidak ada, Vi?, semuanya sudah terlambat. Tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, hanya tinggal menunggu ayah.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Setelah menjelang pagi,Rey belum kelihatan. Dilayar monitor penyambung nyawa Aryana, masih berbunyi.


"Apa yang terjadi?",tanya Rey saat ia sampai diruang ICU.


Mitha dengan mata yang masih sembab mendekati Rey.


"Lihatlah dia mas?",Aryana menunggumu. Rey tidak percaya diruang ICU itu adalah Aryana.


Mitha itu bukan Aryana?,teriak Rey.


Rey menggelengkan kepalanya tidak mau mempercayainya.Katakan kalau didalam itu bukan Aryana kita,ucap Rey.


Dia hanya mau menghukumku,karena aku memarahinya. Katakan Mitha kalau dia hanya tidur.


Rey lihat aku,ucap Mitha dengan menangkup wajah Rey.


Temuilah dia, Rey?,Aryana menunggumu. Rey mencoba menetralkan perasaannya. Dengan langkah gontai Rey melangkah menuju ruangan ICU,tangannya gemetaran saat mencoba membuka pintu ruang ICU.


"Maafkanku,sayang?",ucap Rey.Aku tidak marah denganmu. Bangunlah,aku sudah datang.


Rey menggenggam tangan Aryana. Kita bertiga akan membesarkan Putri kita. Aku, Mitha dan dirimu akan selalu bersama-sama.


Aku akan menuruti semua permintaanmu, setelah kau sembuh. Aku memaafkanmu untuk semua hal, aku menghalalkan semua yang ku berikan kepadamu dan aku mengikhlaskanmu,jika dirimu ingin pergi.


Setelah Rey mengucapkan semuanya, layar monitor ventilator yang membantu pernafasan Aryana hanya tinggal garis lurus. Rey memejamkan matanya,hanya untuk merasakan bagaimana rasanya kehilangan.


Rey roboh saat kakinya tidak mampu lagi, menyangah tubuhnya. Rey membelai dengan lembut wajah Mitha.


Jangan tinggalkan aku,Mitha. Jika dirimu pergi, bawalah aku bersamamu.

__ADS_1


Brrukk!


Mitha berteriak memanggil dokter dan membawa Rey diruang perawatan.


__ADS_2