SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU

SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU
BAB 26


__ADS_3

Ibu...!


Ayah....!


Iya.


Jangan berteriak,sayang.


Mayra anak perempuan, ucap Rey dengan menggelengkan kepalanya melihat putri kesayangannya yang sebentar lagi akan melanjutkan jenjang kuliah.


Ibu...!


"Iya, ada apa sayang?,tanya Mitha melihat sang putri yang sudah cantik dengan pakaian rumah".


Mengapa ibu sangat mencintai pria ini?,tanya Mayra dengan mengedipkan matanya kepada sang ibu.


Karena sudah tidak ada yang lain lagi dan yang menyukai dia hanya ibu,jelas Mitha dengan menahan tawa.


"Benarkah,seharusnya ayah bersyukur ibu mencintai ayah,ujar Mayra".


Bukkk..


Kamu ini Rey memukul kepala Mayra dengan buku, bukan keras hanya gemes melihat kelucuan Mayra.


Ayah, ini sakit ucap Mayra dengan mengusap kepalanya yang tidak sakit.


Biarkan saja karena sudah berani mengatai ayahmu ini, ucap Rey.


"Morning kiss, melihat ayahnya mengecup bibir ibunya,Mayra cepat-cepat menutup mata".


"Sudah selesai,tanya Mayra.


Kamu sangat nakal, ucap Mitha dengan mencubit perut Rey. Ia sebel dengan Rey yang tidak lihat tempat.


Rey hanya bisa tertawa.


Mayra sudah tahu seperti apa sifat mesum sang ayah.


"Weekend,kita masak apa, ibu?,tanya Mayra yang sedang mengandung kopi hitamnya".


Kalau kita masak ayam ala bumbu bali,usul Mitha.


Boleh,bu.Mayra akan membantu ibu,ucap Mayra.


Tidak terasa Mayra tumbuh jadi gadis remaja yang anggun,cantik,pintar dan juga sederhana.


Mitha dan Rey tidak rela rasanya melihat Mayra cepat tumbuh besar dan menjadi incaran anak-anak lelaki disekitarnya.


Sehingga ia suka memakai pakaian yang tidak memperlihatkan lekukan tubuhnya, kecuali Jika ia berada dirumah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum,ucap seseorang dari arah ruangan tamu.


Walaikumsalam.


Masuklah,siapa?,ucap Mayra yang sedang berkutat didepan oven, karena ia sedang membuat kue lapis kesukaannya.


Nak Rizal,ucap Mitha.


Pak Rizal ada keperluan apa dia datang kerumah.Pak Rizal adalah guru killernya disekolah SMA Putra Bangsa.


Hai.


Tante...om...!


Papa meminta Rizal datang kesini, katanya Om meminta salinannya untuk rapat besok.


Iya.Terima kasih,nak. Ucap Rey


Assalamu'alaikum,ucap seseorang dari luar yang tidak asing bagi Rey.


Walaikumsalam.


Cucunya Nenek dan kakek sudah datang,ucap Rey yang


melihat kedatangan anak, menantu dan juga cucunya.


Hai,Rizal.


Kak Aldo,apa kabar?,tanya Rizal sambil berjabatan tangan.


Alhamdulillah sehat, kak Aldo.


Setiap hari minggu Aldo dan Novi akan menyempatkan diri kerumah orangtuanya.


Sisil langsung masuk karena mencium harum masakkan.


Ma.. pa... ?,panggil Sisil.


Ada apa,tanya Novi melihat kearah dapur. Tante Mayra membuat kue pasti enak, ucap Sisil.


Hidungmu tahu saja mencium bau yang enak, ucap Novi.Usia putrinya dengan Mayra hanya berbeda satu tahun.


Tentu,dong.Ucap Sisil yang langsung menuju arah dapur.


Semua menuju kearah dapur setelah mendengar panggilan Sisil.


Mayra sangat kaget,melihat Rizal juga ikut masuk kedalam,biasanya tamu yang datang, hanya duduk diruang tamu dan tidak akan masuk sampai kedalam.


Rizal menelan Salivanya,saat melihat tubuh sexsi Mayra.

__ADS_1


Bu..!


Mayra kekamar mau berganti pakaian.


Sorry,sayang?,ibu lupa ucap Mitha.


Mitha lupa kalau saat ini Mayra hanya memakai celana pendek dan tang top.


Mayra walaupun sangat ceria mempunyai segalanya,ia tetap menjaga kesopanan baik dalam bersikap maupun bertutur kata.


Ia sifat anak yang tidak ngeluyuran,suka memasak, dan membaca.


Saat Mayra menuruni anak tangga,ia sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian yang rapi dan tertutup,sehingga lekukan tubuhnya tidak terlihat lagi.


"Ah,bidadari ibu sudah rapi,maafin ibu sayang ucap Mitha.


Ibu,sudah Mayra tidak marah,hanya kaget saja.


Maaf,nak Rizal lama menunggu,ucap Mitha tidak enak hati membiarkan tamunya menunggu lama.


Tidak apa-apa,tante.


Mayra sayang,ingat dengan kak Rizal.


Tentu saja, bu.Anaknya om Restu.


"Kapan pulang dari luar negeri,kak?,tanya Mayra basa basi untuk menghilangkan kehidupannya".


Kak Raditya apa kabarnya?,dokter yang sok sibuk ucap Mayra.


Sudah lama dan Raditya sangat baik, bukankah kamu tahu,setiap hari kita selalu bertemu disekolah,batin Rizal sedih.


Hehmm.


Mau kuliah keluar negeri,tanya Rizal kepada Mayra.


Tidak,kak?,jawab Mayra.


"Kenapa?,tanya Rizal".


"Apakah itu sangat penting?,tanya Mayra".


"Tentu saja,kalau saya tujuan kuliah keluar negeri ingin melihat bule-bule cantiik,ucap Rizal tersenyum melihat reaksi Mayra.


Mayra tidak mau kuliah diluar negeri,karena tidak ingin jauh dari ayah dan ibu.


Mereka adalah belahan jiwaku,orang terdepan yang akan melindungiku,dari rasa sakit,kecewa,terluka maupun sedih.


Mayra lebih baik kehilangan harta dari pada kehilangan mereka berdua,ucap Mayra dengan mata berkaca-kaca, buliran bening mengalir disudut matanya.

__ADS_1


Rizal tahu Mayra sangat menyayangi om Rey dan tante Mitha.Sangat dewasa untuk ukuran anak SMA.


__ADS_2