
Sayang.
"Mengapa kau betah menyakitiku,Aldo menatap keluar jendela melihat kendaraan yang lalu lalang.
"Apakah kau tahu aku sangat merindukanmu?',gumam Aldo.
Tesisku sudah selesai,sayang.Tapi mengapa kau tega tidak menyaksikanny, hanya ibu yang menemaniku beserta sahabatku,karena ayah masih diluar kota.
Padahal aku ingin memperkenalkanmu pada ibu,perempuan kesayanganku,sebelum dirimu.
Aldo duduk dicafe untuk menunggu kehadiran sahabatnya. Aldo sudah berjanji,akan mentraktir sahabatnya setelah tesisnya selesai.Mereka telah berjanji untuk ngopi santai dicafe langganan mereka.
¤¤¤¤¤¤
Hai.
Hehm. Jawab Aldo hanya dengan deheman.
Sudah lama menunggu,tanya Ridho yang melihat wajah kusut Aldo.
Lo,kenapa lagi sih, Al?,kusut amat tuh muka tanya Teguh yang langsung duduk disamping Aldo.
"Ada apa denganmu,Al?",lihat wajahmu bagaikan benang kusut,tegur Teguh.
Satu bulan,Aryana tidak membalas chat ataupun pesan yang lainnya.Jika ia ingin mengakhiri hubungan ini,temui aku dan jelaskan semuanya,ujar Aldo.
Jangan marah-marah dulu,Al.Ujar Teguh berusaha meredakan emosi Aldo.
"Apakah terjadi sesuatu pada Aryana sehingga tidak bisa membalas semua pesanmu?",tanya Restu.
Sebaiknya,kau pergi saja kekosannya,Aryana. Siapa tahu dia butuh bantuanmu?,saran Riski.
Aldo mengelah nafas,masalahnya,aku tidak tahu alamat kosnya Aryana,ujar Aldo tertunduk.
Allahuakbar. Ucap Riski dengan menepuk jidadnya sendiri.
Gue ngak salah dengarkan,Al.Tanya Teguh yang masih tidak percaya dengan pernyataan Aldo.
Iya. Gue ngak bohong,benaran.Ucap Aldo kembali tertunduk lesu.
__ADS_1
Percuma saja,lo menjadi lulusan terbaik, untuk masalah percintaan ngak bisa menyelesaikannya dengan baik.
Tujuh tahun,man.lo pacaran sama Aryana, sampai sekarang,lo ngak tahu alamat tempat tinggalnya.
Sungguh Aryana memang hebat bisa mengobrak-abrik hati sang playboy.
Luar biasa,sungguh,Al?,saat ini gue sangat kesal dengan otak encer lo. Kamu punya akun medsos Aryana,tanya Teguh.
Aryana tidak punya medsos,jawab Aldo males. Kalau Aryana punya medsos ia akan mudah mencari keberadaannya.
Hidupnya sangat susah,ayahnya sudah lama meninggal dan ibunya pergi dengan pria lain saat dirinya baru berumur dua bulan.
Saat ini,ia tinggal dengan papa dan mama tirinya
"Benarkah?".
"Apakah Aryana tidak sedang membodohimu?',tanya Restu.
Ngak mungkinlah!,aku pernah melihatnya makan siang dengan sepotong roti dan sebotol air mineral. Aku pernah mengikutinya berjalan kaki dari kampus ketempat kerjanya,dengan urian airmata. Nafasku terasa tercekik melihatnya,tanpa bisa berbuat apa-apa.
Sampai ditempat kerja, ia langsung menggantikan rekannya tanpa istirahat. Butuh dua sampai tiga jam ia berjalan kaki.Sedangkan aku dengan begitu mudahnya menghambur-hamburkan uang keclub-club malam di ibu kota.
"Halo ada apa Do?:,tanya Teguh.
"Al,ponsel canggih lo mana?",gue puluhan kali menghubungi Lo.
Hp gue tertinggal dimobil,Do.Ucap Aldo kesel.
Lihat siapa itu?,ucap Ridho yang memperlihatkan Aryana yang baru keluar dari ruang dekan.
Aryana.
Mata Aldo membulat melihat Aryana yang sedang duduk sendiri menunggu seseorang.
Gue lihat dikeluar dari ruang dekan, sepertinya ia bimbingan.Dia pasti mengatur jadwal ujian.
Cepat kemari sebelum ia pergi,ucap Ridho.
Cepat, Al?,sebelum ia pergi. Sebaiknya Lo tahan dia jangan sampai pergi, perintah Aldo.
__ADS_1
¤¤¤¤¤¤¤¤
Butuh waktu satu jam,Lucky dan Ridho menunggu kedatangan Aldo dan teguh. Percuma aja dia datang kalau Aryana sudah pergi.
Lucky dan Ridho sudah menunggu diarea parkir.
"Dimana Aryana?",tanya Aldo.
"Udah pergi?",ucap Lucky.
"Mengapa ngak lo tahan,kesal Aldo?'.
Dia bawa bodyguard.Lo pikir kita berdua jago beladiri.
"Apakah Aryana anak kolongmerat,Al?",Ridho bertanya kepada Aldo.
Bukan!.
Mengapa bertanya seperti itu?,tanya Aldo.
Terus ini mobil siapa,yang ia pakai?,bodyguard lengkap dengan sopir pribadi,tanya Lucky memperlihatkan jenis kendaraan yang membawa Aryana pergi
Benar,Al.
Gue juga heran,"mengapa Aryana dalam waktu sekejap berubah menjadi tuan putri/',timpal Lucky.
Jauh banget dengan keadaan yang Lo ceritain kekita.
"Apakah Aryana,membohongimu,Al?",tanya yang lainnya membuat kepala Aldo pusing mendengarnya.
"Entahlah".
Dia sulit sekali untuk dihubungi. Ini sudah satu bulan ia menghindar dariku.
"Apakah ini karma buat gue?",seperti inikah rasanya patah hati.
Ini mungkin kutukkan dari perempuan-perempuan yang pernah gue kecewain. Aryana berhasil menghukum gue.
Aldo memukul dadanya,yang terasa sesak.
__ADS_1
Al, hentikan.Teguh membawa Aldo masuk kedalam mobil.Hanya Novi yang bisa membantu kita. Kita harus tahu dimana Novi tinggal.