
Hari ini pemakaman Aryana,tidak banyak yang datang,karena saat Aryana ingin diumumkan kepublik sebagai istri kedua mas Rey tidak mendapatkan persetujuan dari keluarga ARLANDA.
Hanya papa dan mama yang datang untuk menghadirinya,bagi orangtuaku mereka tidak ada hubungannya dengan masalah keluarga mas Rey,asalkan melihat keluargaku bahagia itu sudah cukup bagi orangtuaku.
"Bagaimana keadaan Putri kecilmu kalian?", tanya papa padaku.
Sehat,pa. Karena lahirnya premature,jadi belum bisa dibawa pulang.
Kalau sudah bisa dibawa pulang hubungi mama,nak. Mama belum punya cucu perempuan.
Iya,ma.
Nanti Mitha hubungi mama,jika sekecil sudah dirumah, ucap Mitha. Kami pulang,nak.Titip salam untuk Rey, bantu dia melalui masa sulitnya nasehat sang mama kepada putrinya.
Iya,ma.
Terima kasih banyak atas kehadiran mama dan papa.
Hati-hati,ucap Mitha berpesan.
Rey.
Sampai kapan dirimu disini,tanya Restu. Masih ada putrimu,yang membutuhkan kehadiran ayahnya.
Dia adalah kenangan dari Aryana.Apakah kamu mau kehilangan putrimu, juga?, tanya Restu.
Apakah dirimu mau menjadikan putrimu Aryana yang kedua,yang dibenci oleh keluarganya.
Tentu saja tidak Restu,hanya saja aku masih tidak percaya kalau Aryana sudah pergi meninggalkanku.
Kalau pagi-pagi seperti ini dia,sudah berdiri diatas balkon rumah,selalu ingin berada didekatnya.
Pelukkanku bagian yang paling ia suka, setelah memelukku baru dia bisa tidur,Restu.
Sekarang tanah yang dingin ini,yang akan menemaninya.
Aku tahu,Rey.
Tapi masih ada yang menantimu,apakah kau mau melupakannya?,ujar Restu mengingatkan.
Kau gila,Restu.
Tentu saja aku tidak akan melupakan mereka.
Mas.
Pihak rumah sakit menghubungi kita ada sesuatu hal yang ingin mereka bicarakan dengan kita, ucap Mitha yang melihat masih setia berdiri dibalkon kamar.
Sikecil juga rewel.
__ADS_1
Sikecil siapa?,tanya Rey.
Bu.
Apakah ayah sudah pikun?,tanya Aldo.
Al.
Kamu berani mengatai ayahmu,ujar Rey yang menatap tajam Aldo.
Sikecil itu adik perempuanku,ucap Aldo.
Tapi mengapa kalian memakainya Sikecil, tanya Rey.
Karena ia belum ada yang memberikan nama nama untuknya,jawab Aldo.
Dan kata dokter, ibu sudah mendapatkan donor hati yang baru.
"Benarkah",tanya Rey dengan wajah sumringah.
Iya.Maka dari itu kita harus segera kerumah sakit.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Sekarang Mitha sudah kembali sehat,setelah melakukan operasi pencangkokkan hati.
Assalamu'alaikum,Rey mengucapkan salam saat memasuki rumah.
Walaikumsalam,jawab Mitha.
Saat Mitha mengambil tas kerja ditangan Rey,Mitha berlalu meninggalkan Rey.
Mitha.
Panggil Rey, dirimu melupakan sesuatu.
Rey dirimu sudah mempunyai dua anak. Jangan aneh-aneh,ucap Mitha.
"Apa hubungannya aku punya anak dengan jatah ciumanku.
"Ya Allah.
Atau aku.
Kau selalu mengancamku
Ahuk...
Mayra sebaiknya kita pergi!ucap Novi, dengan tersenyum saat melihat Rey dan Mitha akhem.
__ADS_1
Aihgeek.....!.
Mayra bersuara.Rey menghentikan kegiatannya setelah mendengar suara Mayra.
Mayra nya ayah.
Rey mengambil alih Mayra dari gendongan Novi.
Putri cantik ayah.Mayra memperlihatkan senyum dan bergelayut digendongannya,Rey.
Assalamu'alaikum,ucap Aldo.
Walaikumsalam.
Aldo mencium punggung tangan ibunya.
Hai,sayang.
Hai.
"Bagaimana persiapan pertunangan kita,minggu depan?,tanya Aldo kepada Novi.
Sudah selesai tinggal menunggu hari "H",jawab Novi.
Thank you honey.
Ibu,ayah dan Mayra dimana?,tanya Aldo yang sudah terbiasa setiap pulang kerja selalu mencari adiknya.
Bersama ayahmu dihalaman belakang.Aldo langsung menuju halaman belakang.
Ayah.
Hai,ganteng.
Hai,sicantik kak Al.
Semuanya sudah siap,setelah pertunanganku,kita akan mengumumkan Mayra adalah anggota baru keluarga kita.
Aldo siap tidak memakai nama ARLANDA lagi, tanya Rey kepada Aldo.
Iya.
Terima kasih mau berkorban demi adikmu,nak.
Aldo, tidak mau Mayra Seeperti ibunya.Tidak mendapatkan tempat.
Sampai ia sakit saja,tidak mau memberitahukannya kepada kita.
Dan Mayra kita,harus bahagia. Ibu,Aldo dan Rey memeluk perempuan kesayangan mereka.
__ADS_1