
Hati Aldo terasa nyeri dan sesak melihat wanita yang dicintainya dulu,menjadi istri ayahnya, iri melihat kemesraan yang diperlihatkan antara ayahnya dan Aryana.
Sentuhan,belaian dan kecupan yang ayahnya berikan kepada Aryana seharusnya itu adalah miliknya,tangannya mengepal sehingga urat-urat tangannya memutih
Melihat perut Aryana yang sudah membesar,berarti hubungan mereka sudah lama.Novi benar aku harus melupakan Aryana.
Mas.
Aku mau berdiri,ucap Aryana memohon.
Aryana.
"Apakah ini keponakkanku,tanya Novi?"tanya Novi.
Bukan, sayang?,Itu adik untukmu dan Aldo sahut Mitha. Novi melirik kearah Aldo yang diam bagaikan patung.
Al.
Ibu hebatkan bisa mencarikan istri untuk ayah, yang seperti ibu. Aldo mengangguk dan sembari tersenyum getir yang membuat bibirnya bergetar menahan rasa sakit melihat Aryana menatap mesra ayahnya.
"Mengapa berdiri saja?",duduklah kembali nanti akan banyak tamu perintah Rey kepada Aryana.
Novi bagaimana bisa dirimu mengenal Aryana,tanya Rey. Novi dan aku satu kampus,hanya berbeda jurusan,sayang?,jawab Aryana.
Aku juga mengenal anakmu Aldo dan juga sahabatnya,hanya saja aku tidak tahu kalau Aldo anakmu dengan mbak Mitha. Jadi,dirimu mengenal pacarnya,Aldo?tanya Rey.
Iya.
Tapi sayang perempuan itu materialistis. Aku bersyukur Aldo tidak melanjutkan hubungannya dengan perempuan itu. Aku membenci perempuan-perempuan yang mempermainkan perasaan seseorang.
__ADS_1
Aku bersyukur Novi akan menjadi menantumu, karena dari dulu Novi juga menyukai Aldo,ucap Aryana.
Novi tahu,yang diucapkan Aryana hanya ditujukan untuk dirinya sendiri. Ia bisa merasakan dari gengaman tangan Aryana.
"Apakah kamu sempat menyukai,Aldo?" tanya Rey mencari sebuah kebenaran.
Pernah! tapi aku kalah bersaing. Aku tidak memiliki kriteria perempuan diluar sana,hidupku saja dibuang,Rey.
Hanya dirimu dan Mitha mau menerimaku. Aryana menundukkan pandangannya,buliran airmata jatuh dipakuannya.
Satu persatu kedua keluarga datang memenuhi undangan tuan rumah. Semua mata tertuju pada Rey yang sedang memeluk Aryana. Dirimu sangat jelek kalau sedang menangis,sayang. Ucap Rey.
Aku takut Putri kita akan memarahiku, karena membuat ibunya menangis.
Aryana berusaha tersenyum.
Rey.
"Istri mas Rey, ma?",jawab Mitha yang keluar dari arah dapur. Aku yang memberi izin mas Rey untuk menikah lagi.
Kami akan segera memiliki seorang putri,ucap Mitha santai tanpa beban.
"Ngak bisa dong?,mas Rey harus menceraikannya,ucap Ruri yang juga ikut hadir.
Tante.
Bukan tante sudah janji akan menikahkan mas Rey denganku.
"Apakah nenek mau menikahkan ayahku dengan wanita bar-bar ini?,tanya Aldo tidak terima.Wanita ini tidak sebanding dengan ibuku. Aldo tidak bisa menerima wanita ini maupun wanita lainnya,untuk menggantikan posisi ibu.
__ADS_1
Aldo tidak bisa merestui apapun alasannya.Mendengar ucapan Aldo,hati Aryana tersentak sedih dan kaget.
Kembali buliran bening keluar dari matanya yang bulut.
Tetapi ibu sudah menyetujuinya,sahut Mitha.Itu karena ibu terpaksa,ibu bertahun-tahun dipaksak oleh nenek untuk mengizikan ayah menikah lagi. Hanya karena sakitnya ibu,sehingga ibu tidak bisa menjalankan kewajiban ibu sebagai seorang istri.
"Aldo,tahu bu. Karena Aldo bukan anak kecil lagi,bu. Ucap Aldo dengan tegas. Tidak ada didalam dunia ini,perempuan yang mau berbagai cinta dan juga suami kepada perempuan lain.
Tidak ada,bu. Jangan bohongi hati kecil ibu.
Nak.
Mitha mengelus wajah putranya yang memerah menahan amarah. Yang dirimu katakan, itu benar tidak ada yang salah.Ibu bersyukur memilikimu,yang sangat memperhatikan ibu.
Ayahmu menolak menikahi Aryana dan bersujud dikaki ibu, memohon agar ibu tidak mengizinkan dirinya untuk menikah lagi baik itu dengan Aryana maupun dengan wanita lainnya.
Ayahmu sudah meminta berkali-kali untuk ibu tidak memberikan izin,setiap tekanan keluarga menyalahkan ibu.
Ayahmu menangis, apa pernah dirimu melihatnya?,tanya Mitha.
"Ayahmu menahan semuanya. Rasa amarah, sedih,sakit melihat ibu yang selalu disalahkan. Ayahmu tidak mau menyentuh Aryana, demi menjaga perasaan ibu.
Tapi ibu terus berusaha membuat ayahmu dan juga Aryana menjalakan kewajiban mereka berdua sebagai suami istri.
Nak.
Dirimu belum memahami arti keikhlasan sesungguhnya,suatu saat dirimu akan mengalaminya. Aryana hanya mampu menangis,mendengar perdebatan keluarga karena kehadirannya sebagai orang ketiga dalam rumah tangga Rey dan Mitha.
Tuhan.
__ADS_1
Aku rela Kau ambil apa yang telah Engkau titipkan padaku. Berikan putriku, sebagai kenangan terakhir dariku.
Aryana mengusap lembut perutnya diantara tetesan airmata.