
Mereka bertiga cepat-cepat memasuki rumah,setelah mendapat telpon dari Aryana.
Assalamu'alaikum
Walaikumsalam. Mbak,pesananku mana?,tanyaku kepada mbak Mitha.
Ini es creammu berbagai rasa,ucap Mitha menyerahkan plastik berisikan es cream, pesanan Aryana.
"Terima kasih",mbak.
"Apa alasanmu meminta kami datang kemari?",tanya Rey.
"Apakah hanya karena es cream ini?",tanya Rey lagi.
Mbak...!,mas Rey. Rahimku meminta pertolongan.
"Sayang..?",duduk dia istrimu paling kecil,kau harus lebih sabar.
Itu dilaptop,lihat sendiri dan ada sesuatu dikedua cincin ini,ayah memberikannya saat aku berulang tahun yang kedua puluh tahun.
Aku membukanya setelah mendengar cerita simbok.
Kalian tahu karena nilai matematikaku rendah aku tidak memahami rumus yang ditulis ayah dan mbak Riana kekasihnya.
Simbok sudah menceritakan semuanya padaku.
Jangan marah,Mitha memeluk Aryana semaunya.
Semoga mbak Mitha cepat sembuh, biar bayi besar itu tidak menggangguku,ucap Aryana tidak berani melihat kearah Rey.
"Ahahaa....!.
Restu tidak sanggup lagi menahan tawanya.
"Tunggu",ini bukan rumus matematika,tapi rumus cara merakit alat berat brand perusahaan besar.
"Aryana,apakah ayahmu pernah cerita sesuatu tentang masalah ini?",tanya Rey.
__ADS_1
"Tidak",mungkin dia tahu ukuran otakku.
Ya, Allah.
"Rey!
Restu sampai harus menepuk jidadnya mendengar jawaban dari Aryana.
Aku sungguh-sungguh,tidak mengerti dengan penelitian ayahku dan aku juga tidak tahu kalau ayahku adalah profesor termuda.
Jangan banyak bertanya padaku,buka saja semua yang file-file itu. Melihatnya saja kepalaku mau pecah, ujar Aryana.
Mana es creamnya,pinta Rey karena ia ingin mencicipnya rasanya.
Sisa dua,tapi aku tidak mau memberikannya padamu.
Aryana...!,teriak Rey.
Apa kau tidak memikirkan perutmu,tanya Rey.
Ini anakmu yang meminta bukan diriku,aku selalu lapar setiap malam,kalau aku tidak kenyang,aku tidak bisa tidur.
Aryana memperlihatkan alat tes kehamilan, terlihat jelas dua garis merah disana.
Mitha memeluk dan mencium pipi Aryana. Kamu akan menjadi seorang ibu,Mitha menangkup kedua pipi Aryana dan kembali menciuminya.
Selamat menjadi ayah lagi,ucap Mitha memeluk Rey dan mengecup bibirnya.
Rey tidak percaya bisa melihat kebahagian diwajah kedua wanitanya.
¤¤¤¤¤¤¤
Restu mengajak Rey,keruangan yang berbeda.
"Ada apa Restu?",tanya Rey.
Nyawa Aryana dan Mitha dalam bahaya.
__ADS_1
"Apa maksud ucapanmu,Restu?",tanya Rey.
Bukan hanya mereka,tapi kau dan aku juga. Riana dan Ismail perancang alat berat untuk perusahaan dengan permanentkan nama mereka berdua.
Kalau ini terbuka Aryana dan Mitha pewaris uang puluhan milyar,kita harus membuat tim libatkan Aldo anakmu dan juga sahabatnya.
Tetapi resikonya keluarga kita berdua dalam bahaya.
Yang membuatku sedikit heran. "Mengapa ayah Aryana tidak memanfaatkan kesempatan ini?",bukankah ia bisa hidup mewah dan nyaman.
Cinta.
Karena rasa cintanya lebih kuat dari pada rasa ego.
Separuh rasa cinta dan ketulusan diwariskan pada Aryana.
Inikah jalan yang ditunjukkan Allah kepada kita,Restu.
"Apakah ada hubungannya dengan keracunan obat yang dialami Mitha?",ucap Restu.
Lalu apa hubungan pak Roy dengan Riana dan Ismail.
Kepalaku rasanya mau pecah memikirkannya.
"Bagaimana kalau kita membuka identitas Aryana,sebagai istri keduamu?".
"Apakah itu tidak bahaya,Restu?",tanya Rey.
Lebih berbahaya lagi kalau kita menyembunyikannya.
Baiklah,kita tunggu kehamilan Aryana berusia tujuh bulan dan memberikan Aldo dan timnya mempelajari rumus perakitan alat berat ini.
"Apakah kau sudah menyalin semuanya?", tanya Restu. Sudah.Setelah itu simpan dibrangkas.
Setelah semua sudahnya dicopy, Rey menyimpan semuanya kedalam tempat yang sangat rahasia.
Setelah itu mereka keluar dan melihat Aryana yang sedang diperiksa dokter pribadi keluarga dan harus merahasiakannya.
__ADS_1
Aku tidak menduga sudah ada benihku disana yang berusia dua bulan.
Aku dan Mitha menitikkan airmata melihat istri mungilku yang sebentar lagi akan menjadi seorang ibu.