SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU

SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU
BAB 21


__ADS_3

Karena lelah menangis,Aryana melangkah menuju halaman belakang rumah. Rey mencari Aryana yang tiba-tiba menghilang. Ia mengitari pandangannya,dan melihat Aryana berjalan-jalan pelan-pelan,meninggalkan rapat keluarga.


Rey berdiri dan menyusul Aryana yang ingin pergi. Mau kemana?,tanya Rey memegang tangan Aryana.


Aku ingin duduk-duduk dikursi dihalaman belakang, ucap Aryana. Disini sangat sumpek, Rey?,aku tidak tahan ujar Aryana.


"Huuh..!.


Aryana menghela nafas setelah berhasil duduk digazebo.


"Ada apa?,kamu lelah tanya Rey.


Tidak.


Putrimu yang makin tambah berat.


"Hihii!


Aryana terawa lirih,membuat Rey gemas dan mencium pipi gembul Aryana.


Aldo,yang melihatnya terasa sesak. Tubuh Aryana dulu yang kurus,sekarang bertambah berisi dan seksi.


"Ya,Allah.


Ajarkan aku untuk ikhlas menerima kenyataan ini, ujar Aldo.


Aku ingin meluruskan kakiku. Dihalaman disediakan sofa dan juga amben yang mau tiduran atau hanya untuk melepas penat.


Om Rey.


Panggil Novi saat melihat Rey yang berada di halaman belakang.


Iya.


Ada apa Novi,tanya Rey. Om Rey dicari orangtua Om Rey,ucap Novi.


Bisakah dirimu menemenai Aryana dihalaman belakang,aku takut terjadi sesuatu padanya, pinta Rey meminta bantuan Novi.


Tentu saja aku mau,om?,jawab Novi cepat karena aku sangat merindukannya.


Terima kasih,Novi.

__ADS_1


Iya,om.


Rey menuju ruangan keluarga dimana ia harus menerima wejangan dan pandangan sinis keluarga terhadap dirinya,Mitha dan tentu saja Aryana.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


"Apakah karena kalian sudah merasa menjadi orangtua?,lalu melupakan kami sebagai orang yang paling tua dikeluarga kalian berdua. Apakah kalian tidak memikirkan perasaan Aldo?, karena mempunyai ibu tiri seumuran dirinya.


Menikahi perempuan seumuran dengan anakmu. Apakah kamu tidak memikirkan malu keluarga ARLANDA.


Seharusnya kamu tidak menuruti kata-kata istrimu iti,Rey.Sarkas papa Rey.


Maksud papa,Rey tidak berhak memilih.


Pa.


Usia Rey hampir lima puluh tahun,pa. Apakah masih ada aturan semacam itu.


"Apakah papa dan mama ingin aku menikah dengan Ruri?",itu maksud pilihan kalian.


Papa dan mama boleh mencoret nama Rey digaris Keturunan keluarga ARLANDA. Rey tidak masalah,pa.Yang Rey cari adalah kebahagian dan ketentraman keluarga Rey.


Rey.


Baiklah.


Sekarang apa yang kalian inginkan dariku,tanya Rey. Ceraikan wanita itu setelah ia melahirkan anakmu dan  anggap saja kamu meminjamkan rahimnya untuk mendapatkan seorang anak.


Brengsek kau Sam, ucap Rey yang langsung menarik kerah kemeja Sam.


Aku tidak akan menceraikan Aryana dan tidak akan pernah,kau dengar itu Sam,teriak Rey.


Aku menerimanya.


Aku menerima keputusan keluarga untuk berpisah dari mas Rey,setelah melahirkan putriku aku akan pergi selamanya dari keluarga ini.


Semua kaget melihat Aryana sudah berdiri dihadapan keluarga besar Rey. Aku sudah meminta kepada kalian berdua untuk menjadikan aku bagian dari rahasia kalian berdua, ucap Aryana.


"Tidak!.


Aku tidak mau,melepaskanmu Aryana, ucap Rey

__ADS_1


Harus bisa,mas.


Mas harus mengikhlaskan diriku untukku pergi. Jagalah mbak Mitha untukku dan Putri kalian.


"Terima kasih",mau menerima dan mencintaiku. Terima kasih telah menjadi tempat untukku bersandar.


Aku berjanji depan kalian,bahwa aku Aryana Riana Puspa Ringga,akan pergi meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.


Maafkan aku telah hadir ditengah keluarga besar kalian, ucap Aryana dengan menunduk memberikan hormat sebagai rasa permintaan maaf.


"Rey!.


menatap tajam kearah Aryana. Dasar perempuan tidak tahu diri, Kalau tahu seperti ini untuk apa aku mempertahankan dirimu.Rey berlalu meninggalkan Aryana dan keluarga besarnya.


Setelah semuanya pulang tinggalkan Aryana, Mitha,Aldo serta Novi dan Restu. Aryana hanya menatap perutnya yang makin membesar.


Nak.


Dirimu harus terbiasa hidup tanpa ibu?, ucap Aryana dengan lelehan airmata.


Patuhi ayah,ibu Mitha dan Mas Aldomu.


Maafkan ibu sayang,ucap Aryana lirih.


"Akh.. Akh...!


Tiba-tiba Aryana merasakan perutnya mengencang.


Ada apa Aryana?,tanya Mitha melihat Aryana meringis seperti menahan sakit


"Mbak!.


Perutku sakit mbak, ucap Aryana lirih. Semua kaget melihat darah mengalir dari disela-sela kaki Aryana.


Siapkan mobil Aldo,teriak Mitha.


Om Restu keluarkan mobil,aku akan mengendong Aryana menuju mobil.


Bu,hubungi ayah perintah Aldo.


Mitha terus menghubungi Rey, masih tidak ada jawaban.

__ADS_1


Mas,tolonglah.


Sayang,Aryanan dirumah sakit pendarahan.


__ADS_2