
Beberapa minggu terakhir ini ,Aldo sangat kesal.Wanita yang sangat ia cintai sulit sekali untuk ia hubungi. Aldo tidak tahu tempat tinggal kos Aryana.Aryana tidak mengizinkannya,karena sudah ada perjanjiannya, selama menjadi pacarnya Aryana Aldo harus bisa menahan semuanya.
Aryana tidak melarang kebebasan Aldo selama tujuh tahun,sampai Aryana menyelesaikan S2. Tidak boleh ada cinta romantis.Kalau mau makan, yah makan.Kalau mau jalan, yah jalan-jalan.Ini yang membuat Aldo tertantang.
**Flahsback**
Aryana.
Aryana melihat kearah sahabatnya. Iya,ada apa,sih Vi?,tanya Aryana kepada Novi.
Kamu benaran pacaran sama Aldo,tanya Novi memastikan gosip yang baru saja didengarnya.
Iya,emangnya kenapa sih?,tanya Aryana yang pusing mendengar gosip hangat tentang hubungannya dengan Aldo.
Sepertinya heboh banget, sekampuskayak gempa bumi mendengar kamu jadian dengan playboy kayak Aldo,ujar Novi.
Aldo itu playboy,suka main perempuan, suka pergi keclub malam,nasehat Novi.
Biarin aja!.
Dia anak orang yang berduit, ganteng urusan dialah,yang penting jangan saya yang dibawa.
Kamu ngak cemburu,tanya Novi.
Ya Allah.
Ngapain aku harus cemburu,Novi. Nambah kerjaan,ucapku kesal. Yang buat aku cemburu kalau tesisku tidak lulus.
Baru aku nangis darah. Aku jadian sama Aldo karena capek diubar-ubar tuh anak.
Aku ingin cepat jadi guru,Vi.
__ADS_1
Jadi aku punya banyak anak tidak perlu melahirkan. Aku hebatkan,Vi!,ucapku dengan mengangkat kedua jempolku dihadapan Novi.
Novi kaget melihat kedatangan Aldo yang langsung muncul dari pembatas meja.
Braak!.
Aldo memukul meja dengan wajah memerah menahan marah. Jadi,kamu tidak ingin punya anak denganku.
Kamu ada disini,Al.Sejak kapan?,tanya Aryana dengan santai tanpa ada rasa takut.
Lucky,Teguh,Riski dan Ridho hanya terdiam melihat keberanian Aryana.
Jangan sok,marah. Jelek tahu,sayangku?,ucap Aryana mencubit hidung Aldo yang mancung seperti aktor kebanggaannya,Paul Walker.
Duduklah.
Kita bicara baik-baik,ucap Aryana dengan bergelayut manja dilengan besar Aldo.
Novi saja baru tahu,setelah Aldo bertanya kepadanya tentang keberadaan Aryana.
Kita makan malam,ucap Aldo kepada Aryana dihadapan teman-temannya.
Janji ngak pakai romantis,kalau ingkar janji,ngak jadi nikah. Ucap Aryana dengan sungguh-sungguh.
Riski hanya tersenyum melihat Aldo yang mau nurut sama Aryana,bukan Aldo banget, gumam Riski dalam hati.
"Mengapa kalian senyum-senyum,ngak pernah lihat pasangan kekasih bertengkar?,tanya Aldo melotot kearah sahabatnya.
Iya,aku janji ucap Aldo.
Jemput aku ditempat kerja,ucap Aryana sebelum pergi meninggalkan kantin kampus. Aku pergi sayang,ucap Aryana menarik garis senyum dibibirnya.
__ADS_1
Pengen gue comot aja tuh bibir, batin Aldo.
Aldo tersenyum melihat sikap tegas Aryana. Iya,ayah juga jadi laki-laki penurut hanya dengan ibu,batin Aldo.
Ngapain lihat-lihat gue,tanya Aldo kepada sahabat sejatinya.
Gue ngak nyangka lo,betah ngak nyentuh perempuan, tanya Teguh.
Ternyata sang playboy bisa tunduk juga, ucap Riski.
Ngak masalah,Riski,demi Aryana akan aku lakukan.
Ia sama seperti ibuku, perempuan yang mampu membuat ayahku menjadi lelaki rumahan. Aku dan ayah kurang lebih sebelas dua belas,jelasku kepada sahabatku.
¤¤¤¤¤¤¤
Emang susah untuk mendapatkan cinta Aryana,aku perlu perjuangan satu tahun untuk meluluhkan hati Aryana.
Butuh waktu yang cukup lama,bagi Aldo sang playboy untuk mendapatkan cinta seorang perempuan.
Bagi Aldo, Aryana adalah seorang perempuan yang mampu membuat ia,tidak melirik perempuan lain. Tapi baru kali ini Aryana mendiaminya, terlalu lama tanpa kabar berita.
Aldo sangat frustasi,sampai ujiannya selesai, Aldo tidak melihat kehadiran Aryana.
"Selamat sayang, akhirnya anak ibu berhasil menyelesaikan S2nya.Terus calon mantu ibu, mana?,tanya Mitha kepada Aldo.katanya mau mengenalinya sama ibu.
"Iya, bu?.tapi ia masih sibuk, bu.
"Maafin Aldo, bu?",ucap Aldo sedih
Ngak apa-apa,sayang?,ibu ngak marah ucap Mitha menyemangati Aldo.
__ADS_1