
Assalamu'alaikum.
Walaikumsalam.
"Tuan pulang?",ucap simbok yang melihat kedatangan Rey.
"Ibu dimana,mbok?",tanya Rey yang menyerahkan pakaian kotornya pada simbok.
Didapur tuan,sedang memasak,ucap simbok.
Tolong bawa ini diruang kerja saya,mbok ucap Rey dengan memberikan tas kerjanya pada simbok.
Iya tuan,ucap si mbok yang berlalu pergi meninggalkan tuannya.
Rey menyilangkan kedua tangannya didada, diam-diam memperhatikan Mitha yang sedang sibuk memasak didapur.
Terlihat garis senyum dibibirnya,ada kebahagian disana. Rey,sangat rindu dengan senyum dan tawanya itu.
"Akhem!.
Rey bersuara mengagetkan Mitha.
"Sayang..?",kamu sudah pulang,aku tidak mendengar suara mobilmu,ucap Mitha yang langsung mematikan kompor setelah masakannya matang.
"Bagaimana kau bisa mendengarkannya, kehadiranku saja kamu tidak menghiraukannya?',ujarRey tidak terima dicuekin Mitha.
Maaf,sayang.
Hari ini aku memasak untuk kedua pria yang istimewa dalam hidupku.
Cup.
Mitha memberikan kecupan manis dibibir Rey.
Rey,sangat rindu dengan kecupan hangat ini,telah lama tidak pernah mereka berdua lakukan.
Sekarang aku tidak akan meminta yang aneh-aneh lagi padamu,karena kau sudah memenuhinya.
Thank you,honey.Ucap Mitha tersenyum bahagia.
Rey,tahu arah pembicaraan ini.Rey diam tidak mau membantah ucapan Mitha,yang penting ia bahagia.
Mitha menyelesaikan masakkannya, setelah itu mengajak Rey kekamar.
"Apakah kamu ingin mandi,sayang?,tanya Mitha aku akan menyiapkan air hangat untukmu.
Tunggulah sebentar aku ingin memelukmu,karena aku sangat rindu dengan harum tubuh ini, ucap Rey menghirup dalam harum tubuh Mitha.
__ADS_1
Baiklah pria tampanku,sebaiknya kamu mandi dulu,setelah itu kita makan malam bersama.
Baiklah,sayang?,hari aku mengalah ujar Rey.
Aku akan kebawah membuat minuman kesukaanmu,ucap Mitha sebelum berlalu pergi.
"Oke.
Rey, mengambil handuk yang sudah disiapkan Mitha. Sampai dikamar mandi,Rey memijit dahinya kepalanya terasa sakit,ia masuk kedalam bathtub untuk menenangkan pikirannya. Otot tubuhnya merengang saat air hangat menyentuh tubuhnya.
Rey, menempatkan Aryana dirumah lama, yang pelayannya sudah siapkan Mitha, sejak ia tahu aku bersedia menikah lagi. Apa yang istimewa dari Aryana,sampai-sampai ia menyiapkan segalanya.
Rey terbangun dari lamunanya,setelah pintu kamar mandi, diketok dari luar.
Tok.. tok.. tok..
Sayang.
Apakah kamu sudah selesai dengan ritual mandimu,tanya Mitha mengerjai Rey.
"Iya!
Kamu sangat berisik.Kebiasaan,kau selalu menggangguku.
Rey, menarik pinggang istrinya yang seksi, walaupun usianya sekarang sudah empat puluh tahun lebih.
Cup.
Rey, melepaskan pagutannya,karena melihat Mitha yang hampir kehabisan oksigen.
Maafkan aku,jika menyakitimu, ucap Rey dengan menyentuh kedua pipi Mitha dan mendaratkan kecupannya disana.
Tidak berubah,tetap saja masih rakus. Sungut Mitha terhadap Rey
Duduklah.
Ini minuman kesukaanmu.
Thank you,honey.
"Sruup! segar,uap Rey.
Kemari,berikan handuknya. Aku akan mengeringkan rambutmu yang masih basah,ucap mitha.
Kruukk.....kruuk...
"Ahk...?,perutku sangat lapar.
__ADS_1
"Apa yang mereka lakukan disana,sehingga membuat perutku bernyanyi?',ucap Rey
Hahahah....
Mitha tertawa mendengar lelucon yang dibuat oleh Rey,sehingga matanya sampai berair.Mitha memukul pundak Rey,karena tidak mau berhenti membuat lelucon, yang membuat dirinya ingin selalu tertawa.
Kita turun katanya kamu lapar. Mitha sangat menggagumi Rey, yang ia sukai karena penuh perhatian,ayah yang penyayang.
Bagaimana hasil ujian Aldo.sayang?,tanya Rey saat sedang menikmati makan malam.
Sangat bagus dan lulus dengan nilai terbaik, tapi ada yang membuat ia sedih dihari itu,ucap Mitha.
Sedih kenapa?,tanya Rey.
Hari itu ia ingin memperkenalkan calon istrinya kepadaku dan juga dirimu. Tapi,sayang kekasihnya juga tidak datang.
Iya.Harus bagaimana lagi?,aku juga bingung tidak bisa berbuat apa-apa,jelas Mitha kepada Rey tentang kondisi putra mereka satu-satunya.
Wanita itu pasti sangat istimewa,sehingga mampu membuat Aldo,jatuh cinta berat,ucap Rey.
Aldo seperti dirimu,dalam memilih wanita. Sekali suka langsung menikah.
Tentu saja.
Kamu harus ku amankan dari lelaki yang ingin mendekatimu. Disela-sela,candaan mereka berdua, dengan sangat hati-hati Mitha mulai bertanya.
Bolehkah aku bertemu dengannya?,tanya Mitha dengan hati-hati takut membuat Rey marah.
Deg.
Rey,menghentikan asupan terakhirnya. Apakah dirimu benar-benar ingin bertemu dengannya?,tanya Rey..
Sayang,dari dulu aku ingin dirimu menikah lagi, sudah sepuluh tahun,Rey. Aku sedih tidak bisa menjalankan kewajibanku sebagai istri. Aku tahu dirimu sangat ikhlas,Rey. Tapi bagiku tidak adil untukmu.
Rey.
Jangan ceraikan dia,aku suka dengannya ia mirip dengan kak Riana,Rey. Ucap Mitha semangat.
Hari itu,kak Riana juga ingin memperkenalkan kekasihnya kepada papa dan mama. Tetapi sebuah mobil menabrak tubuhnya. Aku menyaksikannya, Rey.Ucap Mitha sedih.
Aku melihat seorang pria memeluk tubuh kak Riana yang sudah tidak bernyawa. Ia berteriak memanggil nama Kak Riana. Pilu dan sangat menyatat hati.
Airmata Mitha membasahi pipinya bila teringat kejadiaan Dua puluh lima tahun yang lalu.
Baiklah.
Aku tidak akan menceraikannya demi dirimu, Karena dia telah mengembalikan senyum istriku.
__ADS_1
Besok dirimu boleh menemuinya,aku akan memberitahukannya pada Aryana agar ia tidak kemana-mana.
Apakah dirimu bahagia?,tanya Rey kepada Mitha.