
Ya,Allah dimana kamu, mas. Mitha sangat panik karena Rey tidak menanggapi panggilannya dan pesan smsnya pun tidak ia baca.
Aryana terus meringis menahan rasa sakit.
"Ya,Allah.
Sakit. Rintih Aryana menahan rasa sakit kembali menyerangnya.
Mas.
Datanglah aku ingin melihat dirimu untuk terakhir kali sebelum aku pergi,gumam Aryana diantara sakitnya.
Aku ingin meminta maaf,mas.
Mas.
Aku tidak bisa pergi sebelum mendapatkan maaf darimu.
Ya Allah.
Aku belum meminta maaf pada suamiku. Berikan aku sedikit nafas dan waktu untuk merasakan kehadiran orang yang ku sayang, batin Aryana.
Aryana.
Bertahanlah tidak lama lagi kita sampai dirumah sakit,ucap Mitha.
Mbak.
"Mengapa ini sangat sakit,Aryana rasanya ngak sanggup mbak?',ucap Aryana dengan linangan airmata.
Aryana meracau diantara sakitnya.
"Mas Rey", maafkan Aryana,mas.
Mas.
Aryana mau pergi,mas?, datanglah ucap Aryana
Aryana.
Sadar sayang, pinta Mitha.
Jangan berbicara seperti itu.Bukankah kamu ingin melihat Putri kecilmu bermain denganmu,ucap Mitha memberikan semangat kepada Aryana.
Maafkan Aryana,mbak.
Aryana hadir diantara kalian
Hiduplah untuk mereka, batin Aryana menatap wajah khawatir Mitha. Sampai diparkiran rumah sakit Aldo berteriak memanggil perawat dan dokter.
Tubuh Aryana diletakkan diatas branker rumah sakit.
Astaga,pasien ini mengalami pendarahan. Periksa golongan darahnya,siapkan meja operasi.
Siapa yang bertanggungjawab,tanya dokter.
__ADS_1
Saya dokter,ucap Mitha.
Baiklah.
Saya akan memeriksa keadaan pasien, ucap dokter langsung memasuki ruang rawat
Dok.
Ada apa?,tanya dokter kepada asistennya.
Dokter,kedua ginjal pasien tidak berfungsi, ucap sang asisten.Cepat kalian ke LAB,tanya golongan darah pasien ini.
Kalian keluar siapkan meja operasi,perintah sang dokter.
Baik dokter.
Mitha sangat kaget melihat perawat yang keluar.
"Bu, ada apa ini?",tanya Aldo kebingungan.
Entahlah,nak.
Ibu juga tidak tahu,ucap Aryana.
Rey tidak bisa dihubungi,ucap Restu. Ya Allah,mas. Kamu dimana,sih?,gumama Mitha khawatir.
Keluarga pasien, panggil dokter.
Kami, dok.
Ada apa?,tanya Mitha. Dengan berat hati saya harus menyampaikannya,dalam operasi ini, kami hanya bisa menyelamatkan sangat anak.
"Apakah kalian tahu?,tanya dokter.
Tidak. Ucap mereka secara bersamaan.
Sekarang,kami akan melakukan operasi cecar untuk mengeluarkan sang bayi.
Kami butuh ada yang bertanggungjawab karena ini sangatlah darurat,ucap sang dokter.
Dokter meja operasinya sudah siap, ujar salah satu perawat.
Baik.
Keluarkan pasiennya,bawa diruang operasi. Mitha dan Aldo shock mendengarnya.
Al.
Mana ayahmu, dia harus tahu, Al. Dengan keadaan Aryana sekarang,ujar Mitha lelah.
"Mengapa Aryana,menyembunyikannya dari kita,Al?",tanya Mitha. Aryana tidak menyembunyikan dari kita,bu. Ucap Aldo.
"Apa maksudmu,Al?,tanya Mitha. Dia benar-benar akan meninggalkan ayah,bu.
Bercerai mati. Mendengar ucapan Aldo,air mata Mitha mengalir membasahi pipinya.
__ADS_1
"Jadi,Aryana benar-benar akan meninggalkan kita,Al?",tanya Novi.
"Iya, Vi.pantas saja,setiap aku ajak menikah Aryana selalu menolak,batin Aldo.
"Apakah ini alasannya,selama ini?.
Ia hina dirinya sendiri agar aku membencinya. Semuanya ia lakukan,karena tidak mampu menceritakannya lagi, ia siksa dirinya melalui kata-kata,ia simpan sendiri deritanya.Kalau ayah tahu,bagaimana dengan perasaannya nanti batin Aldo.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Karena semalaman tidur dimobil. Rey pulang menjelang pagi untuk melihat keadaan Aryana,karena erasa bersalah telah memarahinya.
Mobil Rey memasuki halaman rumahnya yang sepi.
Masih sepi.
Ya Allah aku sudah berkata-kata kasar padanya,semoga ia tidak marah padaku.
Tuan. simbok kebingungan mengapa tuan sudah pulang kerumah.
Iya.
Ada apa,mbok?,tanya Rey.
"Nyonya muda ngak apa-apa tuan?",tanya simbok,karena tadi sore Nyonya muda mengalami pendarahan.
"Apa maksud simbok?".
Tuan tidak tahu kalau Nyonya muda dibawa kerumah sakit.
Tidak.
Karena ponsel saya tinggal dirumah.
Nyonya Aryana mengalami pendarahan,Tuan.
Pendarahan.
"Iya tuan.
Pak Restu sudah dua kali kemari mencari tua,karena sulit sekali untuk dihubungi.
Ya Allah,ponsel gue dikamar.
Rey setengah berlari menaiki anak tangga. Benar saja,ada disini.
Rey melihat banyak panggilan tidak terjawab dari Mitha, Aldo dan Restu.
Mas.
Aryana pendarahan kami dirumah sakit " A".
Ayah.
Aryana kondisinya semakin memburuk.
__ADS_1
"Dek!
Rey berlari keluar kamar, kembali menghidupkan mobilnya menuju rumah sakit.