SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU

SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU
BAB 13


__ADS_3

Hari ini tugasku mengantikan mas Rey, menemani mbak Mitha kerumah sakit.


Karena aku ingin tahu,sakit apa yang mbak Mitha alami.


Ada baiknya mas Rey keluar kota?,ucap Aryana kegirangan.


Mengapa berbicara seperti itu?,tanya Mitha. Jadi,tenagaku bisa berguna untuk menemani mbak Mitha.


Aku benarkan, mbak?",tanya Aryana. Tapi Jika mas Rey tahu,kau akan dihukumnya.


Tidak apa-apa,ada mbak yang akan membelaku.


Mbak!.


Aryana boleh bertanya ngak. Ucap Aryana melihat kearah Mitha.


Iya, boleh.


Sudah berapa lama,mbak Mitha menjalani pengobatan,ini?,tanya Aryana dengan mengandeng tangan Mitha.


Sudah sepuluh tahun lebih, Aryana.


"Akh! yang bener, mbak?",mas Rey ngak pernah cerita padaku, ucap Aryana.


Mbak dan Mas Rey sengaja ngak mau berbagai dengan Aryana.


Aryana mengerucutkan bibirnya,tanda kecewa.


Mitha mencubit pipi Aryana karena gemes. Aryana kamu ngak dalam keadaan hamilkan,tanya Mitha tiba-tiba!


Ngak,mbak.Aryana biasa saja.


Tapi,tubuhmu tambah berisi, kata Mitha.


Karena Aryana akhir-akhir Ini bawaannya laper terus,kemungkinan mau datang tamu bulanan.


"Udah.Jangan mengahlikan pembicaraan, kita sudah sampai,ucap Aryana.


Selamat pagi,dokter Syamsul.


Selamat pagi,Ibu Mitha.


Dimana,pak Rey?,tanya dokter Syamsul.


Lagi diluar kota,dok.


Dokter Syamsul sedikit kaget melihat Aryana.

__ADS_1


"Siapa dia?",tanya dokter Syamsul. Saya sahabatnya bu Mitha,jawab Aryana.


Iya.Karena mas Rey masih diluar kota,aku meminta ia menemaniku.


Silahkan kalian duduk.


Cklek, pintu dibuka.


Dokter Syamsul semuanya sudah siap.


Maaf.


Mbak sebaiknya anda tunggu diluar, rKarena di dalam hanya boleh dokter dan perawat.


Tentu saja,saya mengerti.


Benar saja, butuh waktu yang cukup lama untuk mbak Mitha sadar.


Sambil menunggu mbak Mitha sadar, aku menemui dokter Syamsul.


Tok... tok... tok...


Masuk.


anda.


Tidak,dok.karena saya baru kali ini melihat dokter.


Saya ingin bertanya kepada dokter. Mbak Mitha,sudah melakukan operasi pencangkokkan hati.


Mengapa ia tidak kunjung sembuh?,tanya Aryana penasaran.


Bu Mitha keracunan obat diketahui setelah beberapa bulan pengobatan.


Keracunan itu tidak membahayakan nyawanya,tetapi melemahkan syaraf-syaraf yang lain,salah satunya tidak bisa mengandung lagi.


Masih adakah jalan untuk mbak Mitha sembuh,dok?tanya Aryana.


Ada.


Mencari pendonor baru.


Pak Rey sudah menunggu lima tahun, tapi belum ada yang mau.


Jika hati saya cocok. Apakah saya bisa mendonorkan hati saya untuk mbak Mitha, tanya Aryana kepada dokter.


Tentu saja bisa, asalkan anda siap mengorbankan nyawa anda sendiri.

__ADS_1


Benarkah,dok?,tanya Aryana.


"Bisakah anda merahasiakan ini,dok?,pinta Aryana.


Jika cocok aku rela memberikannya. Saya mohon rahasiakan ini,jika sudah waktunya berikan hatiku padanya.


Dokter Syamsul tertegun mendengar kata-kata Aryana.


Semoga aku bisa bertahan,batin Aryana.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Mama dan papa tiri Aryana sudah tidak tinggal disana lagi,semua property dan aset-aset lainnya sudah dijual.


Jadi,kita tidak bisa lagi masuk seenaknya.


Rekaman CCTV juga menghilang?.


Mengapa tabir ini sulit sekali untuk terbuka,Restu.


"Siapa dalang semuanya?".


Kemiripan wajah Aryana dan Riana,makin mempersulit keadaan.


Rey.


Apakah Aryana tidak mempunyai foto ayahnya.


Punya,tapi hilang saat ia dirampok,jelas Rey.


Semoga Allah memberikan jalan untuk membuka misteri kehidupan dua wanitaku.


Coba Rey,kau ulangi lagi kata-katamu.


Dua wanitaku!l, akhirnya mau mengakuinya juga.


Kejutan yang Mitha berikan waktu itu,bagus bukan.


"Apakah lahan baru sudah terisi?",tanya Restu dengan sangat hati-hati,karena saat ini ia sedang berhadapan dengan singa kelaparan.


Restu...


Aku tidak sedang melebarkan sayapku untuk membuka usaha perkebunan.


Karena aku bukan insyur pertanian.Beberapa bulan yang lalu,kau menayakan masalah pulau,setelah itu lahan..


Rey berhenti dia mengerti arah pembicaraan Restu.

__ADS_1


Kau mulai lagi,ucap Rey karena paham apa maksud dari pertanyaan Restu.


__ADS_2