
Rizal Restu Saniaga bin Restu Saniaga, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan anak kandung saya, yang bernama Mayra Reynaldy binti Reynaldy Arlanda.
Tunggu.
Semua menoleh kearah pintu setelah mendengar suara yang menghentikan acara ijab kabul yang akan dimulai.
Aku ingin nama "Arlanda" disisipkan diantara nama cucu kami.
Mata Mayra berkaca-kaca melihat kehadiran kakek dan nenek dari ayahnya yang belum pernah dilihatnya. Hari ini mereka berdua datang menyaksikan acara pernikahannya.
Lanjutkan pak penghulu, perintah Anthony Arlanda.
Baiklah, kita ulangi lagi.
Rizal Restu Saniaga bin Restu Saniaga. Saya nikahkan dan kawinkan anak kandung saya yang bernama Mayra Reynaldy Arlanda binti Reynaldy Arlanda,dengan mas kawin satu set Perhiasan berlian dibayar tunai.
Saya terima nikah dan kawinnya Mayra Reynaldy Arlanda binti Reynaldy Arlanda dengan mas kawin tersebut dibayar tunai. Ucap Rizal dengan satu tarikan nafas dengan lancar.
Sah.
Sah,dijawab seluruh keluarga.
Rizal menyerahkan mas kawinnya kepada Mayra.
Mayra mencium punggung tangan Rizal, sebelum menerima mas kawin dari Rizal.
Sangat cantik bisik Rizal kepada Mayra.Mayra merasa pipinya sangat merah saat ini, mendengar rayuan sang suami.
Setelah itu mereka sungkeman kepada kedua orangtua mereka.
Mayra sungkeman dihadapan kakek dan neneknya.
Mayra mencium pipi keduanya.
Dirimu mirip dengan nenekmu saat seumuran denganmu cucuku,ucap Anthony.
Kamu duplikatku ucap nenek melihat wajah Mayra. Mayra sangat bahagia bisa menyatukan keluarga besar ayah dan mengembalikkan posisi ayah sebagai sebagai anak tertua dari nama besar ARLANDA.
**//**//**//**//**//**//**//**//**//**//
Hampir tengah malam acara baru selesai, aku meminta kakek dan nenek untuk tinggal.
Mereka menolaknya karena obat nenek yang ketinggalan dirumah paman.
Rizal sudah berdiri didepan pintu kamar Mayra.
Tok.. tok.. tok...
Rizal memberanikan diri mengetok pintu kamar Mayra.
"Rizal",panggil Aldo.
Jangan diketok pintunya langsung masuk saja, ucap Aldo tersenyum geli.
__ADS_1
"Iya kak",jawab Rizal dengan mengusap tengkuknya untuk menahan rasa berdebar dalam dadanya.
"Udah gue tinggal",ucap Aldo berlalu pergi.
"Mengapa tersenyum?",tanya Novi yang tiba-tiba sudah berdiri dihadapannya.
Mengerjainya pengantin baru ,jawab Aldo.
Kamu juga seperti itu awalnya,setelah itu kamu tidak bisa membuatku tidur dengan tenang.
Diriku kamu jadikan lukisan,ucap Novi mengingatkan Aldo.
Benarkah.
Apakah kau ingin mengulanginya lagi?,tanya Aldo kepada Novi.
Tidak.
Ucap Novi spontan, kamu tidak lihat hasil karyamu yang belum keluar, jawab Novi dengan memperlihatkan perutnya yang sedang hamil.
Setidaknya berikan aku sedikit kecupan manismu, renggek Aldo seperti anak kecil.
Bisakah ibu dan ayah melakukkannya dikamar,tanya Sisil dengan melipat tangan didada.
Yang menikah tante dan om.
Mengapa ayah dan ibu jadi pengantin barunya?,tanya Sisil.
Maaf sayang?,ucap Aldo yang kepergok sama Sisil sang putri.
*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*//*
Rizal sangat paham,kalau istrinya sangat gugup.
Kemarilah duduk disini, perintah Rizal menepuk bagian sisi tempat tidur.
Ini kamarmu.
Mengapa dirimu menjadi takut?,tanya Rizal.
Rizal berdiri mendekati Mayra dan menggenggam kedua tangan Mayra.
Harum aroma bunga mawar ditubuh Mayra membuat hasratnya ingin mengecup lembut bibir Mayra menari dikepalanya.
Rizal memeluk erat Mayra kedalam pelukannya. Ia bisa merasakan debaran jantung Mayra.
Ia memutar tubuh menghadap kearahnya. Ia dapat melihat wajah yang bersemu merah.
Ada apa?,tanya Rizal menatap kedalam mata Mayra.
Mayra menundukkan wajahnya,bingung harus menjawab apa. Debaran dalam hatinya membuat ia merasa malu.
Rizal menangkat dagu Mayra untuk kembali melihat wajahnya.
__ADS_1
Rizal memiringkan wajahnya untuk mengecup bibir Mayra dan ********** dengan lembut.
Ia mengangkat tubuh Mayra dan meletakkannya diatas tempat tidur.
Rizal mengerayang area leher Mayra, mengecup dan menyentuhnya pelan-pelan dengan lembut.
Setelah itu bibir Rizal berpindah menelusuri bagian samping dua gundukan yang menghiasi dada Mayra.
Rizal mengecup, mencecapnya dengan pelan dan mengigitnya kecil-kecil untuk meninggalkan jejak kepemilikan,yang membuat Mayra harus mengerang dan mendesah.
Rizal menjalankan tugasnya sebagai suami,kewajiban malam pertama bagi pengantin baru.
Walaupun merasa agak sedikit sakit, Mayra pada akhirnya bisa menikmatinya.
Benar kata Sisil,malam ini aku benar-benar lembur. Begini rasanya malam-malam jadi pengantin baru.
Apakah aku bisa keluar kamar?,tanya Mayra saat melihat dirinya didepan kaca.
Terlihat lukisan yang diciptakan sama kak Rizal pada dirinya tercetak jelas secara abstrak.
Rizal tersenyum memperhatikan Mayra yang sedang melihat dirinya dikaca,dimana terdapat bercak-bercak merah ditubuhnya yang putih.
Mayra keluar dari kamar dengan memakai dress yang sangat tertutup. Seperti biasa ia akan berlari-lari saat menuruni tangga.
Mayra.
Panggil Rey saat Marya seperti biasa suka berlari menuruni tangga.
Jangan berlari-lari lagi,nak. Tegur Rey yang melihat sifat kekanak-kanakannya Mayra.
Mayra hanya bisa yengir mendengar teguran dari sang ayah.
"Maaf, yah" Mayra lupa, ucap Mayra.
"Selamat pagi ayah",sapa Rizal.
"Siang, nak",jawab Rey.
Apakah olahragamu lancar?,tanya Rey. Berikan aku hasil fitnessmu dari malam sampai siang hari,ucap Rey.
Rizal mengelus tengkuknya dan melihat Aldo yang sudah tertawa.
Mitha dan Novi hanya bisa menepuk jidadnya masing-masing. Melihat ulah Rey yang tidak sadar karena bertambahnya usia.
**//**//**//**//**//**//**
Sekarang kebahagianku sebentar lagi akan lengkap.
Sekarang aku sedang mengandung hasil karyaku dengan kak Rizal.
Seluruh keluarga memantau kesehatanku. Maklumlah,ayah sangat takut kalau aku mempunyai sakit yang sama dengan ibu. Rasa traumanya pernah kehilangan, membuat ayah lebih protektif dari pada kak Rizal .
Terima kasih ya Allah.
__ADS_1
Atas semua nikmat yang telah Engkau limpahkan padaku.
**//**//Selesai//**//**