SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU

SUAMIKU ADALAH AYAH KEKASIHKU
BAB 19


__ADS_3

Pagi ini Aryana tidak sanggup menahan rasa sakit dipunggungnya. Semakin besar kehamilannya,semakin sering nyeri itu datang menusuk tubuhnya seperti duri.


Aku mohon beri aku kekuatan untuk bertahan beberapa waktu lagi.


Airmata Aryana mengalir membasahi pipinya,ia hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk menahan rasa sakitnya.


Mas Rey tidak boleh tahu tentang masalah ini,gumam Aryana dalam diamnya dengan menahan isak agar tidak terdengar oleh Rey.


Dalam tidurnya Rey merasa terganggu dengan  suara isakan tangis seseorang yang sangat dekat ditelingannya. Rey membuka matanya kaget melihat Aryana menangis memungguinya.


Rey membalik tubuh Aryana menghadap kearahnya.


Mengapa menangis?,tanya Rey dengan menghapus airmata dipipi Aryana.


Aryana mencibikkan bibirnya dengan mengelus perutnya yang besar.


Dia semakin banyak maunya,meminta elusan dari ayahnya. Dia menendang didalam sana,Rey?,rajuk Aryana menyembunyikan rasa sakitnya.


Kemarilah,ucap Rey dengan menumpukkan bantal untuk Aryana bersandar dengan nyaman. Ia tahu semakin besar perut Aryana,maka akan bertambah bebannya, itu pernah terjadi pada Mitha.


Kamu senang,nak.Jangan membuat ibu sakit lagi. Aku rasa putrimu,akan sangat manja padamu,sebagai ayahnya.


Benarkah hari ini  seluruh anggota keluargamu akan datang kerumah kita?,tanya Aryana menatap lekat wajah Rey.


Iya.


Ini semua keinginan Mitha,aku hanya menurutinya.


Kamu tahu sendiri, saudara perempuannya tidak diakui keluarga,karena terlahir dari wanita pengganggu rumah tangga orang,ucap Rey.


Ia tidak ingin kejadian Riana menimpa Putri kita.Mitha mau semua orang tahu,dirimu adalah istriku,termasuk juga putraku.


Dia tidak mau ada wanita rahasia,ucap Rey menjelaskan.


Terserah kalian berdua,aku menurut saja,ucap Aryana sembari tersenyum.Tapi, jika mereka tidak menerima kehadiranku.


Kamu dan juga mbak Mitha tidak boleh memaksa mereka orangtua yang harus kita hormati.


Kita lihat saja nanti,ucap Rey menyambar piyama  yang berada disamping tempat tidur,sebelum masuk kedalam kamar mandi.


Aryana hanya terdiam melihat Rey berlalu pergi dari hadapannya.


Lihat ayahmu,nak. Ayah marah dengan ibu Ibu takut jika ayahmu pergi meninggalkan ibu dalam keadaan marah.


Kembali airmata Aryana jatuh membasahi pipinya. Ia tahu Rey kesal dengannya,karena kata-kata yang diucapnya tadi.


Tok...tok...tok...


Suara pintu yang diketok.


Rey....


Aryana...


Suara Mitha memanggil keduana.


"Apakaha kalian sudah bangun?",tanya Mitha.


Masuklah mbak, pintunya tidak dikunci, ucap Aryana dengan buru-buru menghapus jejak airmatanya, agar tidak diketahui Mitha.


Mitha masuk dan melihat Aryana yang duduk sendirian diatas tempat tidur. Aku sudah sering meminta pada  mbak Mitha untuk tidak sungkan masuk kedalam kamar dan tidak perlu mengetuk pintu jika ingin masuk.

__ADS_1


Mbak Mitha.


Masuklah mbak.


Mengapa sih,mbak harus ketuk pintu saat masuk kekamar Aryana?,omel  Aryana dengan memanyunkan bibirnya.


Mitha masuk dan duduk dipinggir tempat tidur. Ngak enak dong, langsung nyelonong masuk.


Kalau kalian lagi hitam mbak masuk apa jadinya,ucap Mitha tertawa.


Ada yang lucu,tanya Rey saat keluar dari kamar mandi, rambutnya yang basah ia keringkan dengan handuk kecil ditangannya.


Kamu marahan sama Aryana,mas?,tanya Mitha karena melihat sisa jejak airmata dipipi Aryana dan matanya yang sembab.


Ngak,mbak.


Saat bangun pagi tiba-tiba punggung Aryana nyeri banget sampai kepinggang,mbak.


Sidedek ingin  dielus ayahnya.


Sekarang mbak naseahtin putri kesayangan kita untuk tidak ngambek ibunya,ujar Aryana.


Mitha mengelus dan mencium perut Aryana.


Sekarang mbak harus mengurus bayi besar kita,lihatlah bayi besar kita  belum berpakaian,ujar Aryana melihat kearah Rey yang masih memakai handuk yang melilit dipinggangnya.


Tunggu aku sedang mengirim pesan dengan Restu, ucap Rey. Setelah selesai mengirim pesan kepada Restu, Rey meminta moring kissnya dengan Mitha.


"Mana morning kissku?,tanya Rey pada Mitha.Rey, panggil Mitah.


Apa?,tanya Rey yang ngak mau tahu.


"Apakah dirimu tidak mendapatkannya dari Aryana?",tanya Mitha.


Astaga.


"Hahahahahaha",Aryana tertawa riang melihat kelucuan mereka berdua,sehingga matanya berkaca-kaca.


"Mengapa tertawa?",tanya Rey.


Ngak ada,ucap Aryana. Keluarlah sekarang gantian bumil yang membersihkan diri.


Mereka berdua keluar, karena gantian Aryana membersihkan dirinya.


Setelah itu Aryana keluar dengan memakai daster bunga-bunga yang sangat ia sukai semenjak berbadan dua.


Pukul berapa kedua keluarga akan datang,mbak?,tanya Aryana yang baru saja keluar dari kamar.


Setengah jam lagi mereka datang,ucap Mitha. "Mengapa mbak melakukan ini?"tanya Aryana.


Aku tidak mau apa yang terjadi pada kakakku, terjadi juga padamu juga Aryana.


Kalau kedua keluarga tidak mau menerima kehadiranku,mbak tidak boleh memarahi mereka. Pinta Aryana memohon.


Mitha menghela nafas dan menerima permohonan Aryana.


Wah..


Banyak banget mbak,maaf Aryana tidak bisa membantu ucap Aryana banyaknya makanan yang terjadi diatas meja.


Ternyata Mitha membawa beberapa pelayan untuk membantu simbok.Terdengar suara mobil memasuki perkarangan rumah.

__ADS_1


Tidak lama masuklah Restu bersama istri dan anaknya menurutku sangat imut dan menggemaskan.


Hai, bumil.


Hai, mana big bos kita,tanya Restu kepada keduanya.


Ada diruang kerja, susul saja.Ucap Mitha.


Ada apa mencariku?, terlihat Rey menuruni anak tangga dengan stelan kemeja berwarna krim.


Akhirnya kau berhasil juga?,ucap Restu menggoda Rey.


Aku hanya mampu menepuk jidad melihat kelakukan mereka berdua.


"Apa maksudmu?",tanya Rey yang tidak mengerti dengan ucapan Rsetu.


Dina duduklah,biarkan saja mereka berdua. Dina menatap sinis padaku,saat melihat Rey mengelus perutku dan mengecup dahiku dihadapan mbak Mitha.


Hai, mbak Mitha sapa Dina saat melihat Mitha.


Hai,juga.Sapa mitha melihat kearah Dina dan tahu kalau Dina tidak menyukai kehadiran Aryana.


Kamu pasti heran melihat dia, bukan?,ucap Mitha melihat Dina yang tidak suka dengan kehadiran Aryana diantara kami.


Tidak kok,mbak. Jawab Dina gugup.


Aryana adalah istri mas Rey. Jadi tujuanku mengundang Restu dan dirimu, untuk memperkenalkan istri muda mas Rey.


Restu juga sudah tahu, karena dia menjadi saksi dihari pernikahan mas Rey dengan Aryana.


Disusul Aldo dan keluarga lainnya yang masuk kedalam rumah.


Ibu... ibu...


Aldo mencari keberadaan ibunya,tapi yang dilihatnya saat ini cukup membuat hatinya kembali berdenyut.


Aldo sangat terkejut melihat seorang perempuan yang duduk disofa, perempuan yang beberapa bulan dicarinya bagai orang gila.


Bukan hanya Aldo,sahabat Aldo juga tidak kalah terkejutnya.


Belum sempat bersuara,Rey mendekati Aryana yang reflek mau berdiri dari duduknya.


Tetapi punggungnya terasa ngilu. Sayang,apa yang ingin kau lakukan.Jangan berdiri kalau merasa sakit?,perintah Rey mengelus perut Aryana dan memberikan kecupan hangat dibibirnya, karena merasa bersalah mendiamkannya sesaat.


Putri ayah jangan nakal.


Ayah akan memperkenalkan padamu dengan saudara laki-lakimu.Tenggorokan Aldo terasa kering saat mendengar ucapan ayahnya,ditambah lagi kecupan hangat yang diberikan ayahnya kepada Aryana dihadapan keluarga.


Aryana.


Ini anak laki-laki kami?,ucap Mitha dengan mengelus pundak Aryana.


Putri kesayangan kami?, kakakmu sudah datang, ucap Mitha dengan menirukan suara anak kecil.


Aryana tidak mampu mengatasi keterkejutannya melihat kedatangan Aldo, ia hanya mampu tersenyum getir, saat mata Aldo menatap tajam kearahnya dengan marah yang terpendam.


Novi, yang baru saja masuk kaget melihat Aryana.


Aryana.


Teriak Novi saat melihat sahabatnya yang sudah berbadan dua.

__ADS_1


Novi...!.


Mas aku mau berdiri, ucap Aryana meminta pertolongan Rey. Novi melangkah cepat mendekati Aryana dan memeluknya.


__ADS_2