
"aku gak mau ma" teriak aira dan berlalu meninggalkan bu zahrah yang menatapnya tajam dari belakang
hari ini semua terasa berat bagi aira kelulusan yang seharusnya membuatnya bersenang - senang dengan temannya dibuat hancur oleh perjodohan, mama yang selama ini dikira mendukung masa depannya diam - diam menjodohkannya dengan pria yang belum sama sekali iya kenal
" jadi kamu mau kabur" tanya nada
"ya gak mungkin aku kabur, kamu tau sendiri gimana mama ku" jawab aira
"gimana kalau kamu temui saja si dika, siapa tau dia lelaki yang baik, "
"arghhhhh bagaimana mungkin, " jawab aira
hening sementara masing masing dengan fikiran yang entah kemana tiba - tiba suara teriakan bu zahrah terdengar
" apa aku bilang, mama mu pasti kesini'tukas nada
"ya sudah , aku pulang dulu ya nad" aira berlalu dari kamar keluar menemui bu zahra
*
"ok, ma aku akan menemuinya" jawab aira
"kerjaan dika mapan ra, dia juga royal mobil pun dia punya, jadi kurang apa lagi dia kamu pasti bahagia jika jadi istrinya.. "
*
__ADS_1
malam itu terasa semilir angin, namun bagi aira malam itu awal malam mimpi buruknya entah bagaimana perasaan dan hatinya mengatakan semua tidak akan baik-baik saja kedepannya,.
"mari masuk dika, aira sudah menunggu dari tadi, " ucap bu zahrah "apakah macet, jadi terlambat nak" lanjutnya
"tidak bu, tadi ini saya mengantri untuk martabak, karena saya tau ibu suka sekali kan makan martabak" cerahnya
bu zahra merasa dika sangat cocok dengan aira selain royal dan mapan dika juga cukup tampan dimatanya.
dari dalam kamar ayah aira pun keluar ikut bergabung di meja dengan dika dan bu zahra,
"sudah lama nak dika? tanya pa jiwa
" belum lama yah, ini nak dika bawa martabak kesukaan ibu yah, baik kan nak dika yah?! bukan dika yang menjawab tapi bu zahrah seolah martabak adalah satu hal yang paling bernilai besar
"oh iya ibu sampai lupa yah, tunggu ya nak dika ibu panggilkan aira, '
tidak lama aira keluar digandeng bu zahra, mata dika tak berhenti berkedip, entah bagaimana rasanya dika sangat menginginkan aira apapun akan iya dapatkan baik aira menyukainya atau tidak,.
" ayo aira kita pergi, takut terlalu malam nanti pulangnya, " ajak dika
aira hanya melirik kearah dika entah apa yang difikirkannya
"pergi lah nak, hati-hati dijalan' ucap pak jiwa
mereka berpamitan dan pergi menggunakan mobil dika.
__ADS_1
diperjalanan suasana hening didalam mobil aira sama sekali tak memulai obrolan dan hanya diam.
" kamu mau makan apa, de? tanya dika memulai obrolan
'terserah mas saja " jawab aira sekiranya
"aku tau tempat makan yang baru buka, kamu mau coba" lanjutnya
"iya terserah mas, saja" ucap aira
hening berlanjut sampai mereka sampai di sebuah kedai 99, dika turun membukakan pintu mobil aira
sebenarnya aira tersanjung dengan perhatian dika tapi entah kenapa hatinya masih sulit menerima perjodohan ini.
saat makan pun tak banyak suara dari keduanya, sampai seseorang datang
"Hai dik, wanita mana lagi nih" suara terdengar mendekat
"mulut loh, ini wanita satu-satunya lah, sejak kapan aku punya banyak wanita" sergahnya
" ah baiklah, hai sapanya pada aira"
aira hanya tersenyum dalam hati apa maksudnya wanita mana lagi.. apakah dika punya wanita..
banyak pertanyaan tentang dika dibenakknya,.
__ADS_1