SUAMIKU MEMBUANGKU

SUAMIKU MEMBUANGKU
2


__ADS_3

Setelah malam pertemuan, aira dan dika tidak ada komunikasi sama sekali, aira tidak dibuat berharap untuk dika mengabarinya dia lebih memilih menjalani hari seperti biasa


"Aku lihat kamu dengan seorang pria di kedai beberapa hari lalu,?


"Kamu lihat is, " sahut aira


"Iya lah tapi, aku rasanya kenal dengan pria yang bersamamu malam itu ra, " lanjut ismi


"huftt, dia pria yang akan dijodohkan dengan ku is, entah ibuku kenal dari mana, tapi kesannya orang tuaku percaya padanya" lanjut aira


" Apakah namanya Dika ra?,


"Loh kamu kenal is, kenal dimana, lalu apakah dia pria baik, tapi bagaimana bisa kamu kenal? tanya aira tanpa jeda


" Ayolah siapa yang tidak isra kenal" jawab isra


"Tapi ra menurutku selidiki dulu, aku tidak kenal terlalu dekat, sih tapi dia tetangga dekat rumah nene ku dulu,! lanjutnya


saat aira dengan lamunan nya handphone yang sedari tadi tak mereka gubris berdering


" Nomer baru , " ucap aira


"Ya diangkat lah , apa hubungan sama aku'


tukas isra


" iya waalaikumsalam" ucap aira


" ___ "

__ADS_1


"oh iya mas dika, aira kira siapa"


" ____ "


"lagi dirumah teman mas, ada apa ya"


"___"


" ya sudah, baiklah kalau sudah izin dengan ibu, aira tunggu waalaikum salam " tutupnya


helaan nafas aira membuat isra berfikir lain


"kenapa ra " tanya isra penasaran


" itu si dika mau jemput aku, katanya sudah izin sama ibuku buat perkenalan lebih jauh, " ucapnya datar


"Lebih baik selidiki dulu, aku tidak mau menjelekan dika sih, tapi lebih baik cari tau dulu semua sebelum terlambat".


" eh enak aja, aku lagi malas bergosip ra, " kekeh isra


ditengah pembicaraan suara klakson mobil terdengar didepan rumah, isra


aira yang sudah tau kedatangan dika beranjak dari tempat duduk dan berpamitan pada isra,.


" yuk masuk"ucap dika sembari membukakan pintu mobil


kemudian mobil, melaju menuju rumah aira


tidak banyak obrolan yang terjadi hingga tiba di rumah aira terkejut melihat diruang tamu sudah ramai keluarga aira yang berkumpul.,

__ADS_1


"ini dia calon pengantin baru tiba" ucap tante aira ketika aira tiba dengan dika


" calon pengantin.? " tanya aira heran


" iya aira ,sini duduk" ucap bu zahrah


aira yang bingung ikut duduk menuruti bu zahrah


" jadi gimana pak, kapan acaranya berlangsung, atau tunangan dulu? " ucap bapak dika


" loh siapa yang mau menikah bu" potong aira


bu zahra yang mendengar pertanyaan aira menoleh kearah aira seolah menjawab pertanyaan aira


"bu, tapi kan aira belum bilang setuju" ucapnya melihat, kearah bu zahra


"kami terserah, saja kapan nak dika bisa izin untuk mengurusnya besan" jawab bu zahra tanpa menghiraukan aira


" baiklah bu zahra nanti kami kabari, biar dika dan aira yang menentukan tanggal nya, karena saya tidak mengerti masalah dekorasi dan lain-lain bu" jawab bapak dika


" Iya besan, saya juga akan menemani mereka nanti mengurusnya, " lanjut bu zahra


aira yang sedari tadi tidak dihiraukan berlalu meninggalkan mereka yang, masih duduk diruang tamu, aira menghamburkan diri ke ranjang meluapkan tangis yang sedari tadi iya tahan,.


hingga terdengar seseorang mengetuk pintu kamar,


" ya masuk, " aira menyeka sisa air matanya


" kamu ini, gak sopan air, mereka calon mertuamu" bentak bu zahra

__ADS_1


" tapi bu, aira kan belum setuju,aira juga belum mengenal dika dengan baik bu, kita saja belum tau keluarga mereka 'bantah aira


"jangan jadi, anak durhaka aira, ibu sudah buat keputusan dengan ayahmu, ini demi kebaikan mu, " ucap bu zahrah sambil berlalu meninggalkan, aira dengan tangisnya


__ADS_2