SUAMIKU MEMBUANGKU

SUAMIKU MEMBUANGKU
9


__ADS_3

*


" tumben pagi - pagi kesini" tanya isra


" lagi cari makan, "


jawab aira nyelonong masuk toko


" gak ada makanan, is? tanya aira membuka kulkas


" gak ada, lah tanggal tua" ucap isra


" ya sudah aku pesan makanan dulu kalo gitu, " tukas air


" nah itu bagus, jadi tamu tau diri, datang bawa


makanan haha " tawa isra


aira hanya duduk diam memainkan benda pipih nya sambil melihat isra yang, sedang bersih bersih toko.


ya isra memang bekerja di sebuah toko pakaian, tak


jarang teman teman nya datang berkunjung bukan untuk, belanja tapi untuk bergosip hahaha.


" kenapa kesini ada masalah? tanya isra


" enggak sih, tapi penasaran sama cerita kamu aja? jawab nya


" dika, .? ucap, isra penuh penekanan


" iyalah siapa lagi yang beberapa hari ini membawa banyak, pikiran gak jelas" lanjut aira


" sebenar nya aku lagu gak mau bergosip loh ra " ucap isra

__ADS_1


" heleh, ayolah aku sedang, bimbang"


mohon aira


" tunggu makanan saja nanti aku ceritakan, aku lapar belum makan" ucap isra memelas


" halah alasan mu" tukas aira


" cepat cerita" lanjut aira


" yakin mau dengar" tanya isra lagi


" iyalah, buat apa aku kesini" tegas aira


" jadi itu sebenar nya, dika itu tinggal dekat rumah nenek ku" ucap isra


" terus tau dong siapa keluarga nya, rumah nya , sama sifat nya " tanya aira


" ya tau gitu- gitu aja.. " lanjutnya


" mending jangan deh sama dika" ucap isra


" memang kenapa sih., cerita jangan gantung gitu kenapa "protes aira


" jadi itu, pernah kejadian dia pdkt sama cewe, terus pamerin, harta, sok ganteng lah pokok nya, " jawab isra greget


"terus jadian,? tanya aira penasaran


" ya enggak lah, cowok pelit begitu cuma bisa pamer? jawab isra


" terus, terus? ucap aira mendekat


" ya gitu, mana gak cuma satu cewe banyak cewe dia dekati, buat, sombong kalau dia kerja itu ah, punya ini lah, tapi pelit " jawab isra

__ADS_1


" terus " tanya aira


" tapi gak tau sih ya sama kamu berubah apa enggak, dia sedikit genit" jawab isra


" nah, itu dia yang aku khawatirkan, apa mungkin dia dekati ibu ku, ada maksud lain ya? pikir aira


" ya gak tau, siapa tau, dia suka ibu mu, sebenar nya" haha tawa isra lepas


" sembarangan kalau ngomong " protes aira


" kan gak tau, tapi gak tau sih ya, dia berubah apa enggak. " " tapi kaya nya masih deh" lanjut isra


" terus siapa cewek itu is " tanya aira


" ya adalah pokok nya gak perlu tau, nanti juga tau" ucap isra


aira terdiam, memikirkan ucapan isra, apa benar semua nya tapi bisa saja benar,.


" mending di cari tau, dulu, kenalan dulu jangan langsung nikah, tapi ya terserah, aja sih! ucap isra


" yang ngebet nikah itu, ibu ku kalau, aku sih mau pengenalan dulu,! ucap aira


"ya ya ya " jawab isra sambil, mengunyah


isra memang mengenal, dika walaupun tidak dekat tapi dika memang lelaki mata keranjang dimata isra, tidak ingin sahabat nya menikah dengan lelaki seperti itu mungkin memberi sedikit pencerahan


tidak papa, tapi selanjutnya hubungan tergantung mereka, karena isra tak begitu yakin dika akan berubah.


" jadi aku harus gimana,? tanya aira


" ya gak gimana, jalani aja siapa tau berubah! tekan isra


" atau aku selidiki lagi ya" tanya aira..

__ADS_1


* bersambung


__ADS_2