
*
*
"ih ibu mah bikin malu, masa semua di bayarin"ucap Lina anak bu sarah.
" kok bikin malu, kan di paksa lin" jawab bu sarah sambil menenteng barang bawaan dari pasar masuk ke dalam rumah.
" kenapa sih ribut ribut, baru datang " tanya ayah, dika
"ini si Lina pak, ibu di traktir bu zahra malah dia yang ngamuk" ucap bu sarah
" kok Lina bu " tanya Lina
" emang kamu, gak bisa bersyukur " sungut bu sarah
" ada apa sih, kok ribut" tanya dika yang datang dari dapur
" ini loh yah, kak ibu tadi di traktir bu zahra tapi bukan nya nolak malah nambah" ucap Lina jujur
" kan ibu di tawari yah" jawab bu sarah memelas
" ya sudah, lagian sudah terjadi " ucap dika
dika sebenar nya ingin membahas tapi melihat ibu nya, iya jadi malas dan memilih tak mau, terlalu membahas.
" ibu mending masak, ayah sudah lapar" ucap ayah dika
bu sarah pun menganggukkan kepala nya lalu memasuki dapur untuk mulai memasak.
sedangkan di ruang tv ayah dika dan dika tengah duduk bersantai saling bertukar cerita.
" gimana semua sudah siap nak" tanya ayah dika
" sudah yah, tinggal pesan undangan " jawab dika
__ADS_1
" kamu sudah gajian memang, sudah kamu kasih uang nya"
"gak yah, kemarin dika cuma kasih 3 juta untuk beli cincin setelah itu sisanya bu zahra yang belikan"
"kamu jangan pelit begitu lagi pula ini juga pernikahan kamu, gak malu kalo di bayar sedikit"
"jadi dika harus apa yah"
" berikan yang mereka minta, kamu ini tega sekali nak " ucap ayah dika
" ya sudah nanti dika berikan untuk dia belanja seserahan "
"kamu itu mau menikah jadi bertanggung jawab sedikit, "
" iya yah iya " sungut dika
dika lalu bangun dari tempat duduk dan berlalu masuk kamar..
beberapa hari ini dia dan aira memang intens melakukan chat via aplikasi hijau.
memperbaiki hubungan dan saling mengenal, aira memang cantik, anak orang terpandang, seksi dan tidak banyak menuntut mungkin walaupun gaya nya termasuk kekinian pakaian dan make up nya juga tidak seperti ibu ibu.
tujuan yang dika hubungi masih berdering.
" lagi ngapain dek "
"____"
" malam ini ada acara gak, kalau enggak mau ngajak jalan"
"____"
" ya sudah, malam ini kaka jemput ya"
"_____"
__ADS_1
" ya sudah, sampai jumpa sayang"
"_____"
dika mengakhiri panggilan telepon nya.
"kamu telpon siapa nak " tanya bu sarah
" aira bu, malam ini mau jalan"
jawab dika
" oh, pulang jangan lupa belikan ibu nasi goreng ya" sahut bu sarah.
" iya bu, ya sudah dika mau tidur dulu jangan di bangun kan ya" pinta dika
" iya nak, " bu sarah keluar dari kamar dika menutup pintu membiarkan anak nya tidur.
Waktu beranjak sore dika masih saja belum bangun, bu sarah yang baru pulang dari kebun melirik sesekali ke arah pintu kamar dika tapi, beli masa tanda tanda yang punya kamar akan keluar.
bu sarah memilih membersihkan diri dan siap siap memasak untuk makan malam,
di rumah dika memiliki dua saudara perempuan yang masih bersekolah dan akan segera lulus sekolah tingkat SMA. di sebuah pondok pesantren.
sebenarnya orang tua dika mampu, bekerja mengolah hasil kebun karet dan tanaman lain, dan hasil nya bagi 2 dengan pemilik, mereka juga memiliki sebuah mobil, namun yang aneh rumah mereka terlihat sederhana tanpa ada renovasi macam macam.
"bu jangan lupa bilang mas dika ya, aku perlu ponsel baru, " pinta Lina pada bu sarah
" iya nanti ibu bilang jangan khawatir "
" bu, aku juga mau dong, " pinta laras
Tapi gantian sama Lina, nanti ibu yang ngomong, soal nya kan kalian tau mas mu mau nikah " ucap bu sarah
" gampang bu" sahut Lina dan laras berbarengan.
__ADS_1
mereka pun berkumpul saling bercerita saat malam bu laras mengetuk pintu kamar dika berteriak membangunkan dika karena setau bu laras dika ada janji dengan aira. iya tak mau dika dianggap tak bisa tepat waktu.
saat mencoba membuka pintu kamar, ternyata pintu kamar tidak terkunci, bu laras bergegas masuk dan menarik kaki dika agar segera bangun, karena dika sangat susah untuk di bangunkan.