
*
" jadi ibu benar benar sudah siap semua bu"
"iyalah ra, ini kan pertama nya ibu mau nikah kan anak, kamu tanya tanya deh diman perias dan macam macam" ucap bu zahra
" tapi kan belum ada lamaran bu gimana sih kalau gak jadi gimana, " yakin aira
bu zahra terdiam
" ya sudah nanti ibu tanya nak dika kapan mereka mau lamaran" ucap bu zahra
aira hanya terdiam, ingin mengatakan tidak percuma, mengatakan iya juga percuma.
dari pada sibuk memikir kan yang belum terjadi, aira bersiap memilih untuk ke tempat isra saja.
*
sesampai nya aira di toko seperti biasa tanpa salam langsung nyelonong masuk,
isra memang bekerja sendiri terkadang, teman teman nya datang untuk berkumpul sebab bos nya jarang, sekali, ke, toko.
" nih aku bawa cemilan, " aira menyodorkan, kantong plastik berisi cemilan
" tumben.. angin apa" tanya isra
" yaelah bukan Terima kasih malah suudzon" ketua aira
isra membuka plastik tersebut mengeluarkan semua cemilan yang aira bawa
" aku jadi nikah sama dika " ucap, aira membuka pembicaraan
__ADS_1
isra hanya melirik. tanpa menjawab
" kamu harus bantuin aku, " ucap aira lagi
" bantuin apa " tanya isra
" ya, fitting baju, seserahan dan lain lain pokok nya" Jawab nya
" emang kapan" selidik isra
" belum tau " haha tawa aira
" gila memang kurasa kamu" ucap isra
"belum ada lamaran, lagi tapi kaya nya sebentar lagi deh "
" ya tunggu di lamar lah baru persiapan, ini belum di lamar sudah persiapan, kalau gagal gimana " ketua isra
" kalo embel embel mah, gampang tapi emang kamu yakin sama dika " tanya isra
" ya yakin gak yakin sih, mau gimana lagi" " pasrah aja lah" lanjut aira
" ini nikah loh bukan pacaran ra" sahut isra
"ya mau gimana lagi is, aku juga bingung jadi ya sudah jalani aja, "
isra hanya diam tanpa menjawab, salah satu sisi iya ingin menceritakan kejadian yang dia lihat, tapi sisi lain kaya nya juga gak bakal ngaruh.. isra memang kurang mendukung kalau aira menikah dengan dika, taku yang dikatakan okta benar tapi jodoh siapa yang tahu,.
tidak lama ponsel aira berbunyi tanda ada pesan masuk.. sekilas aira melirik tanpa membalas.
" kata ibu malam minggu nanti keluarga nya dika datang, untuk melamar lagi secara resmi" ucap nya
__ADS_1
" ya sudah, aku cuma bisa doakan aja semoga semua baik baik aja. " terus kamu bahagia" lanjut isra
"nanti temani ngurus semua ya kalo jadi" pinta aira
isra hanya tersenyum nanar..
jauh, dalam hati nya dia kasihan melihat aira yang seharusnya bahagia dengan pilihan nya tapi harus menerima perjodohan ini...
" iya nanti aku temani".
jawab isra
"kamu mau ke mana habis ini" tanya aira
" pulang kali, lagi malas jalan"
" oke aku balik duluan deh, kamu di jemput kan"
aira memang tau, kalau isra jarang membawa kendaraan sendiri biasa nya dia di antar oleh kaka nya.
" iyaa aku di jemput" ucap isra
aira lalu beranjak pamit pulang, karena banyak hal yang harus dibahas dan di pikirkan "
" aku pulang ya.. " ' bye ' ucap aira melambai kan tangan
"ya hati hati" ucap isra..
tak lama aira pulang dan berlanjut lagi okta dkk datang, mengacau toko isra.
ya begitulah teman isra silih berganti datang hanya untuk makan dan bergosip.
__ADS_1
"