
*
Pagi ini aira sibuk bersih bersih rumah, keadaan pagi memang sepi tak banyak yang iya lakukan, hanya menjaga ayah yang iya sayangi sementara kaka dan adik nya sekolah.
" ayah sudah sarapan"? tanya aira
" sudah aira " . jawab pa jiwa
aira berlalu membersihkan dapur,
pagi yang menghangatkan bagi nya mengisi kesibukan dengan membantu membersihkan
rumah,
setelah semua selesai aira, beranjak mandi. setelahnya dia akan berdiam diri di kamar entah
itu untuk bermain - main dengan benda pipih nya atau hanya sekedar berbaring.
seketika dia lupa mengabari isra, kalau hari ini
dia tidak jadi untuk ke toko nya, .
*
sorenya dia berencana untuk jalan ke pasar malam dengan nada, rumah nya dengan pasar memang tak begitu jauh selain berbelanja, ke pasar juga sejenak menjadi tempat wisata walaupun hanyar sekedar melihat lihat saja.
" airaaa... " teriak nada dari luar rumah
" iya sebentar nad" jawab aira
" pakai motor mu ya, aku sedang malas
bawa motor" titah nada
" ya baik lah, "
tidak lama mereka sudah berangkat dan pergi ke pasar.,
__ADS_1
sesampai nya di pasar, berkeliling dan mencari apa yang dibeli aira di kejutkan suara yang samar dia kenal.
" aira " sapa dika
" ah iya mas, " jawab aira
nada yang melihat dika mengamati dengan seksama entah mungkin ini yang nama nya cinta pandangan pertama.
"sampai lupa mas, ini kenalin nada temen aku, " sambil menyenggol nada untuk berkenalan
"
" nada"
"dika, "
ucap kedua nya bergantian
nada melirik sesekali aira, iya memang tau aira akan di jodohkan dengan dika, tapi iya belum melihat wajah dika.
aira yang sadar nada sesekali melirik dika seakan paham, bahwa sahabat nya seperti menyukai dika. aira hanya tersenyum.
" iya hati hati aira, nada" sahut dika
yang juga meninggalkan mereka pulang.
sesampai nya di rumah aira dan nada langsung masuk ke kamar,.
"kamu suka sama dika, " tanya aira langsung
" hah enggak" jawab nada
" gak usah bohong deh hahaha" tawa aira
" ambil saja, atau kamu mau nomer nya" lanjut aira sambil mengambil benda pipih nya.
nada terlihat salah tingkah, dia tidak habis pikir dengan aira
__ADS_1
semudah itu dia memberikan dika,
" kamu beneran gak suka sama dika ra" tanya nada
"
"belum suka, sih tapi kalau kamu suka dekati saja, siapa tau berjodoh sama kamu" kelakar aira
setelah memberi nomer dika aira berbaring,
"hidup itu aneh nad" ucap aira
" tapi kalau dia tetap ngejar kamu gimana" tanya nada
" ya begitu, jika memang takdir nya mau apa" tukas aira
" dekati saja dika, kalau dia memang tertarik sama kamu, ya berarti jodoh mu nad " lanjut aira santai
*
keesokan hari nya aira, bersiap seperti biasa nya membersihkan rumah memasak, dia memang tidak banyak bicara dengan ibu nya, mungkin bu zahra tengah sibuk
setelah semua beres dia menghampiri sang ayah, bertukar cerita dan pendapat sampai sang ibu datang.
" kamu gak jalan sama dika, ra " tanya ibu tiba tiba
" enggak bu, memang kenapa" ? jawab aira
" oh enggak, tadi ibu liat dia lewat kira, ngajak kamu jalan" ucap bu zahra
aira hanya terdiam malas menanggapi sang ibu.
" ibu mau kedalam, dulu! lanjut bu zahra berlalu
"ibu mu kenapa ra? tanya, pak jiwa heran
" entah lah yah, jawab aira
__ADS_1
bu zahra bertingkah aneh di depan aira dan pa jiwa seakan ada yang di sembunyikan