
Kembalinya aira dari warung, sudah ditunggu oleh pak jiwa
" kemari aira, ayah mau bicara " panggil pak jiwa
aira mendekat ketika dia di panggil oleh Ayah-nya
" kenapa ayah duduk diluar? " tanya aira
senyuman pak jiwa seakan menatap lurus wajah Anak-Nya yang sudah semakin dewasa, kesehatan yang tak lagi sempurna membuat dia terkadang selalu berdiam di rumah .
"apakah kamu bahagia nak" tukas pak jiwa
"bahagia untuk apa yah? tanya aira bingung
entah aira pura-pura tidak tahu atau bagaimana, pak jiwa seakan melihat mata penuh beban fikiran.
" pernikahan, ? lanjut pak jiwa
hening dengan mata keduanya saling menatap jauh
" jika kamu tidak bahagia, jujur jangan mengorbankan perasaan mu karena menikah sejati nya sekali seumur hidup"nasehat pak jiwa
" aira akan mencoba yah, agar ibu dan ayah bahagia
" ucap nya " lagi pula dika sepertinya tidak terlalu buruk, dan pernikahan ini masih rencana bukan? " lanjutnya
ayah aira tersenyum samar mendengar jawaban putrinya
jauh dalam hati dia senang akan ada lelaki yang menjaga nya, menggantikan nya yang sudah tua
tapi melihat putrinya seakan ada yang disembunyikan.
"ayah , aira masuk dulu perut aira sudah lapar, ayah jangan terlalu banyak pikiran, aira baik baik saja" ucapnya seraya mencium pipi sang ayah lalu berlalu masuk.
__ADS_1
*
" oke aku otw sekarang, kamu ditempat kerja bukan?
" ____ "
"ok, sayang".sambungan telepon langsung aira matikan, dia bergegas pergi ke tempat janjian dengan isra
tak perlu waktu lama sekitar 10 menit aira sudah sampai di depan sebuah toko tempat isra bekerja,
" kurang cepat sampai nya " sindir isra
ya mulut isra memang terkadang cerewet tapi dia tempat aira berbagi,
" sendiri aja is " tanya aira
" iya nih belum ada yang muncul para penghuni " lanjut isra
isra yang mendengar nama asraf seolah jam berhenti
" loh , kenal juga? tanya nya
" hahaha, " tawa aira pecah iya ingat malam sebelum nya melihat status asraf selidik, asraf memang sedang dekat dengan isra, dan isra tidak tau asraf adalah sepupu nya
FLASHBACK ON
"bukannya ini isra? komen aira di aplikasi hijau
selang berapa menit balasan dari asraf muncul
" iya, kamu kenal ra" balas asraf
"ya kenal lah, dia teman ku waktu sekolah di pondok pesantren" emoticon ketawa
__ADS_1
" ah dunia , memang sempit" balas asraf
" kalian punya hubungan,..? lanjut aira
"belum, kami baru kenal saat main game hanya sebatas itu sih, tapi bisa jadi ke depan ada sesuatu"
"gaya mu, " olok aira
FLASHBACK OFF
"apa, kalian sepupu" tanya isra kaget
"iya rumah nya dekat rumah ku loh is, kamu gak mau main ke rumah gitu ketemu camer" goda aira
" ah sudah lah , lagi pula kami hanya berteman sebatas mabar saja. " protes isra
"bagaimana dengan lelaki yang di jodohkan sama kamu ra" lanjut aira
"ya begitulah masih berjalan, hanya sebatas tanya kabar, dan perkenalan" tutur aira
"jadi sudah PDKT kalian" lanjut isra
"bisa di bilang begitu, tapi masih diam di tempat,?! jelas aira
entah kenapa wajah isra seakan kesal ketika mereka membahas dika, apakah isra tau sesuatu tentang dika, selain dia tetangga nenek isra,!
" jadi kapan acara nya ra? tanya isra penasaran
" entahlah is, aku belum kepikiran arah sana" jujur aira
" baiklah, semoga yang terbaik saja aku doakan" lanjut isra
mereka melanjutkan, obrolan lain entah semasa pondok dulu, lama menghilang dan kembali bertemu sedekat ini.
__ADS_1