
*
*
di tempat lain, aira sedang bersiap setelah tau akan di bawa keluar malam ini..
" bu aira mandi duluan ya, mas dika mau ngajak keluar malam ini" ucap aira mendekati ibu nya
" mau kemana " tanya bu zahra
" gak tau bu, bilang nya mau jalan"
"ya sudah mandi sana, sudah jam berapa ini" sahut bu zahra
aira lalu masuk kamar mandi...
beberapa saat aira sudah selesai dengan ritual nya, lalu keluar kamar mandi,
"kamu makan di rumah atau di luar" tanya bu zahra
" di luar kaya nya bu, tapi kalau gak makan kan bisa pulang nya makan" ucap aira
"ya sudah, kalau pulang malam, pintu sudah dikunci kamu lewat, belakang ya" ucap bu zahra
"siap bu, "
Tak lama dika datang dengan motor nya.
" yuk mas" ajak aira
" gak pamit dulu"
" gak usah deh ayah sama ibu lagi di kamar tadi aku sudah izin kok" tugas aira
" ya sudah, kita pakai mobil aja gimana" tawar dika
" naik motor aja, kenapa mas"
__ADS_1
" coba kamu liat kaya nya mau, hujan deh, kan kasian kalau calon mas kehujanan " bujuk dika
" ya sudah , bentar aku ambil kunci mobil dulu"
aira masuk kembali ke dalam rumah lalu mengambil kunci mobil nya.
" kalau gini terus kan enak, " ucap dika dalam hati
"mas ini kunci nya" tegur aira
dika seketika sadar dari lamunan nya.
" ah eh iya,, mana dek, yuk"
diperjalanan mereka bertukar cerita aira mulai membuka hati nya, dia selalu berusaha berfikir semoga omongan di luar sana tentang dika hanya masa lalu, dan dia benar benar berubah.
" dek kalau nanti setelah menikah kita tinggal di rumah mas atau rumah ade" tanya dika
" kalau aira mau di rumah mama aja gak papa kan mas," ucap aira pelan
" ya gak, papa mas, jadi ada juga teman ayah, kan mas tau, ayah sudah tua mulai sakit sakit"jawab aira sedih
"tapi sesekali nanti nginap di rumah mas gak papa kan" pinta dika
" iya mas aira mau, kok" jawab nya
"Terima kasih ya dek" ucap dika
" kita pulang yuk mas, sudah mau larut" pinta aira
"oleh siap" kekeh dika
..
"jam segini baru pulang nak, " tanya bu sarah sesampainya dika di rumah setelah mengantarkan aira
" iya buk, belum tidur"? tanya dika
__ADS_1
" belum lah, nunggu pesanan ibu"
dika menunjuk arah meja tepat dimana pesanan sang ibu diletakkan.
" gimana, persiapan sudah siap semua belum "?
" sudah bu kaya nya, rencana nanti coba baju pengantin aja."
"kamu tadi kemana aja sama aira" selidik bu sarah
" ya keliling aja bu makan, " sahut dika
"oh iya dik adik mu minta belikan ponsel baru, soalnya susah, untuk belajar" pinta bu, sarah
" iya bu nanti setelah, acara ya, kan dika lagi perlu juga untuk resepsi, ya gak enak, lah kalau pihak aira yang nyediain semua" ucap, dika
" ya gak papa dong, berarti mereka bangga jadikan kamu menantu jadi semua di persiapkan"
" tapi bu, setelah selesai acara kan nanti dika ganti uang bu zahra " ucap dika
" loh kok di ganti, gak bisa gitu dong dik kan mereka yang mau pakai uang mereka"
" tapi bu kemarin bu zahra ngomong sendiri kalau nanti setelah acara, dika mencicil uang yang sudah di pakai" ucap dika
" jangan kamu ganti semua lah, kan itu juga untuk acara anak mereka" sungut bu sarah
" ya sudah terserah ibu aja, dika ngantuk mau ke kamar"
"ibu belum selesai ngomong dik, ibu juga gak mau setelah menikah jatah bulanan, ibu berkurang ya"
" iya bu iya,, tenang aja "ucap, dika meninggalkan ibu nya di ruang tamu.
memilih masuk kamar.
" makin pusing begini " dika bermonolog sendiri.
tak lama berbaring dika sudah terlelap dalam mimpi nya.
__ADS_1