SUAMIKU MEMBUANGKU

SUAMIKU MEMBUANGKU
22


__ADS_3

*


keesokan hari nya, bukan waktu bersantai bagi aira dan keluarga karena masih ada beberapa barang setelah acara tadi, malam belum di bereskan dan di simpan di tempat seharusnya.


keluarga nya juga masih ada yang, menginap di rumah tante nya dan, ikut membantu membereskan.


" jadi kita dapat seragam kan ra"


" tanya mama deh tan" ucap aira


" loh kan mahar nya mahal loh masa, kita gak dapat seragam" sahut yang lain


" pasti dapat dong semua, nanti tinggal, pesan aja yang di suka " sahut bu zahra yang tiba tiba datang dari, arah dapur


" nah gitu dong, zahra " sahut nya


" iya nih, masa anak pertama gak ad seragam, kan kita mau di liat kompak juga " potong yang lain


"nanti hitung aja jumlah pria dan wanita, yang anak anak juga loh" ucap bu zahra


" yang bantu bantu juga dapat gak bu" tanya tetangga


" dapat pasti jeng " sahut bu zahra


mereka bersorak, heboh sedang aira hanya tersenyum, samar melihat semua di setujui sang ibu.


" untuk seserahan dan lain biar aira urus sendiri ya, nanti kalau giliran pembayaran bilang sama ibu" ucap bu zahra


" iya bu" sahut aira


"wah bakal jadi pesta yang meriah ni" sahut tante"


"ya pasti lah kan anak pak haji" sahut yang lain

__ADS_1


" ah bisa aja kalian, bilang aja mau seragam gratis" timpal yang lain


suasana tawa menghiasi ruangan dapur tempat mereka membereskan barang barang lain


tiba tiba dering ponsel membuat semua terdiam, dan melirik, ke arah, aira. aira hanya tersenyum dan meninggal kan dapur.


" halo "


".... "


" iya lagi di rumah bantuin, bersih bersih mas "


".... "


" iya nanti aku, tanya kan ibu"


"... "


".... "


" wa'alaikumsalam "


panggilan segera di matikan aira, iya bergegas mendatangi bu zahra di kamar nya.


" bu" ucap aira melangkah masuk membuka pintu kamar.


" ada apa ra "


" mas dika nanyain beli cincin loh bu" ucap aira bingung


" ya sudah tinggal beli aja" sahut bu zahra


" tapi kan mereka gak ada kasih uang bu" sahut aira

__ADS_1


"iya pakai uang ibu dulu, ibu sudah bilang " dengan santai bu, zahra berucap


" loh bukan nya mas kawin itu uang dari pihak laki laki bu" tanya aira


" iya tapi kan nanti pasti diganti dika ra, jadi gak usah terlalu kamu pikir kan" " kamu keluar sana ibu lagi sibuk" lanjut bu zahra


aira beranjak meninggal kan ibu nya.


kemudian mendatangi sang ayah yang sedang duduk depan televisi


" ayah " panggil nya


"kenapa lagi "


" masa cincin aira, ibu yang belikan" ucap nya


" turuti saja apa kata ibu mu"


" tapi yah gak bener deh, masa semua kita yang, keluar uang" sahut nya


" kata ibu nanti semua bakal di ganti, jadi, ya ayah, bisa apa"


" iss ayah, coba ngomong sama ibu" rengek nya


" sudah ra, tapi ibu mu keras kepala" " jadi turuti saja yang ibu mu mau" lanjut nya


"ah ayah mah gitu, nanti kalau uang kita habis gimana" ucap aira polos


" biar saja itu uang ibu mu" sahut pa jiwa kesal


sebenernya dia sudah membicarakan semua dengan ibu nya aira, tapi dasar memang keras kepala iya pun tak bisa apa apa untuk menentang.


yang penting sekarang pikir bu zahra pernikahan aira terjadi dengan acara yang mewah

__ADS_1


__ADS_2