
*
"sudah bu. "
bu zahra mendekat, ke arah tempat tidur aira.,
" gimana, sudah setuju kan?
" terserah ibu sajalah, tapi jika ke depan terjadi sesuatu jangan salah kan aira"tegas aira
" ibu jamin pasti langgeng, ibu sudah gak sabar melihat kamu menikah"
aira hanya diam tak niat membalas ucapan ibu nya.
dia sendiri memang tak punya pacar, jadi tidak
terlalu memusingkan, hanya saja dia belum sepenuh nya yakin kepada dika.
mungkin memang takdir nya dia menerima dika, jadi dia pasrah saja untuk ke depan.
melihat ibu nya bersikeras menemui isra. sedikit meyakinkan aira, bahwa ibu nya seperti sudah yakin dengan pilihan nya menjodohkan iya dengan dika.
walau di sisi lain pendapat isra membuat nya kembali bimbang,.
lebih baik ya menerima menjalani nya dulu, selagi masih ada waktu saling mengenal.
semoga saja dika berubah. .
" kamu gak jalan, ra "
tanya bu zahra ketika melihat aira hanya berbaring malas di kasur.
__ADS_1
" enggak bu, aira capek mau di rumah aja" Jawab nya
" ya sudah, kamu jaga ayah ya, ibu mau keluar sebentar. " pamit bu zahra
aira menatap dalam kepergian ibu nya, setelah punggung menghilang aira bangkit sambil memainkan benda pipih nya.
. ' apa mungkin ibu ketemu dika lagi ya! ucap aira sendiri
pikiran buruk nya segera di tepis nya. seolah takut iya kembali goyah untuk melawan perjodohan ini.
.
*
tak berselang lama saat ayah, aira dan adik nya sedang mengobrol, bu zahra datang dengan dika.
" assalamu'alaikum ayah " ucap nya bersalaman dengan ayah aira
" duduk dulu sini, " lanjut nya
di sela obrolan bu zahra menyuruh aira membuatkan minuman untuk nak dika
aira menuruti sang ibu, lalu membuat kan dika dan ayah nya kopi.
" di minum dulu mas, ayah " lalu menyerahkan masing masing gelas berisi kopi.
" jadi gimana nak dika, kapan bisa" ucap bu zahra
" nanti curi bu saya urus surat dan lain lain " jawab nya
sesekali dika melirik wajah aira., wanita yang akan segera dia nikahi.
__ADS_1
..." jika luang saya akan membawa aira ke rumah dulu bu, berkenalan dengan adik adik saya. "ucap dika...
..." ah pasti dengan senang hati nak dika,...
aira setuju " ucap bu zahra
aira hanya diam saja melihat sesekali ke arah perempuan. yang sedang terlihat sangat bersemangat.
" ya sudah bu, besok kalau tidak ada halangan untuk mengajak aira pergi"
' Terima kasih ,nak dika" ucap ayah
dika lalu berpamitan, iya tak sabar untuk esok membawa sang pujaan hati ke rumah nya,
" ah akhir nya dia setuju juga" tak sia sia aku mendekati ibu nya " ucap dika sendiri
" sebelum semua terjadi lebih, baik aku puaskan dulu menghadapi teman teman nya sayang semua akan berakhir. dia harus pandai mencari perhatian.
*
saat di cafe isra sedang bersama teman teman nya, tak lama fokus isra pecah, dia menoleh penasaran ketika salah, satu tamu masuk.
diperhatikan ya memang itu pria nya , dia dika" ya tidak salah lagi, tapi siapa wanita itu. .
isra terlalu malas ikut campur urusan pribadi siapa pun, tak kepikiran untuk memotret dan mengirim nya ke aira.
di perhatikan dari kejauhan ya itu memang dika, mata nya masih muda untuk melihat memastikan.
" kamu kanapa is, " tanya okta
" gak papa cuma lagi mastikan seseorang aja"
__ADS_1
ucap isra