
*
aira sedari tadi tak dapat memejamkan mata nya sekedar untuk tidur, padahal waktu sudah larut malam.
" bahagia mau halal begini ya" lamun nya
sebenar nya aira bahagia, walaupun iya belum mencintai dika, alasan nya hanya ayah nya
tak pernah aira melihat ayah nya sebahagia itu, masalah tentang mahar yang harus ibu dulu membayar juga berangsur ayah menyetujui nya.
mungkin karena aku anak kesayangan dan memang malu jika pernikahan ini tidak, terjadi.
"aku harus ketemu isra besok, dia kan tau di mana Perias yang recommend.
tak lama mata terpejam melupakan banyak beban dan kegelisahan sementara
keesokan hari nya..
aira melihat seisi rumah, sedang sibuk
, ya dia bangun ke siangan mungkin karena begadang.
"kok pada sibuk " tanya nya pada tante
" iya ibu mu mau, ngadain selamatan" " kamu kok yang punya acara bangun siang". lanjut nya
aira hanya tersenyum samar tanpa menjawab
" gak tau aja malam tadi aku sibuk berperang sama masa depan " ucap aira dalam hati
aira pamit permisi ke dalam, di lihat di dapur pun penuh, bahan masakan.
__ADS_1
setelah mandi aira mencari ibu nya, tapi tidak tau di mana.
" ayah, kalau ibu cari aku ke toko isra sebentar"pamit nya pada ayah, nya
" iya hati hati nak. "
*
di perjalanan aira tak lupa membeli cemilan untuk teman bercerita juga.
" israaa" teriak aira sesampai nya di toko tempat isra bekerja
" yaelah calon manten teriak teriak. "
" jangan gitu., "
" loh kan memang calon , kecuali kamu mau kabur wkwk " tawa isra
" bantuin cari Perias yang ok, dan lain lain dong" ucap aira
" ya jadi, itu di rumah lagi sibuk buat acara lusa seserahan "
" gercep juga ya" ucap isra
" ya begitu, eh tapi jangan bilang bilang dulu kalau aku mau nikah " sahut aira
" memang kenapa berita bahagia loh" " udah nyebar juga tu di kampung sebelah" lanjut isra
"what " teriak aira
aira yang mendengar ucapan isra kaget, sebenarnya biasa saja hal wajar kalau gosip cepat tersebar tapi daerah sana adalah tempat tinggal dika.
__ADS_1
itu berarti mereka juga mempersiapkan semua nya.
ha andai saja itu terjadi.
" biasa aja kali " sahut isra
'' lo setuju enggak kalau aku nikah sama dika" tanya aira
" ya mau gimana, keputusan kan ada di tangan kamu, itu masa depan kamu" jelas isra
" doakan aku ya" ucap aira penuh, harap
"iyaa, sekarang mikir positif aja, semua akan baik baik" bujuk isra
" kadang aku takut, tapi ya aku liat ayah, jadi semangat lagi is "
" ya aku paham, jadi berdoa saja semua akan baik baik ke depan, langgeng juga" semangat isra
" makasih ya is"
mereka berpelukan.. isra tau aira serba salah, tapi dia rela demi melihat kebahagiaan semua nya mengorbankan perasaan nya dan mencoba menerima dika.
isra hanya berharap dika akan berubah tidak lagi mempermainkan wanita dan mau bertanggung jawab.
" jangan sedih sedih dong kan mau nikah" ucap isra
" aku degdegan loh " sahut aira
" ya nama nya kan baru pertama" ucap isra sok tau
padahal dia sendiri belum pernah menikah dan merasakan di lamar.
__ADS_1
mereka sibuk bertukar cerita berbagi saran, aira memang cukup dekat dengan isra karena mereka pernah satu pondok di luar kota., walaupun aira tak sampai lulus, tapi mereka masih menjaga komunikasi.
*