
Trrtt trrtt trrtt
dering handphone membuat aira terbangun, entah sejak kapan dia tidur, rasanya hati dan fikiran nya lelah
" iya, halo"
" ___ "
"iya ke rumah saja nad, aku di rumah kok"
"____ "
"ok, dah aku tunggu langsung saja ke kamar ya". tukas aira lalu mematikan sambungan telepon nya
ia beranjak dari tempat tidur memilih keluar untuk mandi, sore itu rumah terlihat sepi entah kemana para penghuni nya. tidak lama setelah bersiap ketukan dari pintu luar terdengar,
" aku dengar dika , datang kemari ra, ? tanya nada langsung
" kamu bisa gak sih, masuk dulu? aku baru buka pintu loh, jawab aira ketus
" ai aku penasaran jadi aku langsung kesini tanya sama kamu" senyum nada
" ayo masuk dulu, kita ke kamar saja" ajak aira
sampai dikamar aira menceritakan semua yang terjadi, tak terlewat sedikit pun..
ya nada dan aira memang bersahabat karena mereka tinggal di daerah yang sama , komplek yang sama, namun rumah yang berbeda!
" jadi kamu mau nikah? teriak nada kaget
__ADS_1
lemparan bantal tak bisa di cegah oleh nada
"ayolah jangan teriak begitu, " ucap aira
"ya sudah kamu Terima saja dika, dia tidak cukup buruk rasanya" sahut nada
"entah lah nad aku bingung, mungkin akan aku coba, " jawab aira
nada mendukung apapun yang aira lakukan, tapi hati aira masih belum yakin dengan dika,
setelah lama bergosip ria nada pamit pulang,
beriringan dengan kedatangan ibu dan ayah aira
" pulang dulu tante" ucap nada seraya berpamitan
" Hati-hati nad " lanjut bu zahrah dan ayah aira
*
"dia mapan ra, ibu nya juga baik tuh sama kamu" lanjut bu zahra
"baiklah bu, aku akan coba tapi aku tidak ingin menikah dalam waktu dekat bu, biarkan kami mengenal dulu bu" sanggah aira
"baiklah ra, ibu dan ayah senang dengar nya,, nanti ibu telfon orang tua dika" ucap bu zahra sambil berlalu semangat
entah kenapa aira merasa ibunya terlalu berlebihan dengan dika, dia menatap nanar kepergian bu zahra.
*
__ADS_1
pagi ini aira berjalan menuju warung membeli beberapa camilan, saat, di warung terdengar beberapa ibu ibu yang berbelanja bergosip,
" eh aira, dengar-dengar kamu mau menikah ya?. tanya bu gendis
"eh, kata siapa bu? jawab aira
" loh , ibu mu sendiri yang ngomong loh ra, iyakan bu ibu"ucap bu gendis melirik arah ibu ibu yang berkumpul
" iya loh ra "ucap salah satu ibu ibu
dalam hati aira, bagaimana bisa ibu nya sudah gembar gembor bilang dia akan segera menikah,
kepala aira sakit memikirkannya
" jadi ra, kapan acaranya ? lanjut ibu lain
" hmm , doakan saja bu, semoga beneran"kekeh nya
setelah itu aira berlalu pamit setelah semua barang yang ingin iya beli di dapatnya
*
di rumah bu zahra tengah membujuk ayah aira agar mau menasehati aira,karena pernikahan ini harus terjadi
"baiklah bu, nanti ayah coba!! tegas ayah aira
sebenarnya dalam benak ayah aira, iya belum yakin dengan dika, tapi entah apa yang terjadi iya heran, begitu rajinnya bu zahra ingin menjodohkan aira dan dika,
dia yang sudah tidak muda lagi pun tak bisa berbuat banyak saat sang istri menginginkan aira menikah dengan dika,
__ADS_1
" aku harus bicara dengan aira, apakah dia bahagia dengan perjodohan ini " ucap ayah aira dalam hati