
*
bu zahra terdiam, di sela itu isra mencoba menelfon aira diam diam,.
saat sambungan terhubung bu zahra , kembali membela dika
" wajar lelaki mendekati banyak wanita, sebelum resmi menikah" tegas nya lagi
" iya memang betul tante, tapi kalau main wanita, itu jarang bisa berubah. " ketus isra
" pasti berubah, dia hanya mencintai aira saja, bukti nya dia datang dengan keluarga nya melamar aira"
.
"ya sudah tante , terserah tante saja, setidak nya saya sudah mengingatkan ke depan semoga saja memang berubah" ucap isra
" iya, tapi tolong beritahu aira untuk segera menerima diak, " jawab nya
" maaf tante, kalau itu isra gak bisa" tegas isra
bu zahra yang mendengar terlihat kesal, isra tak peduli karena iya tak mau ikut campur masalah masa depan aira.
setelah pamit bu zahra meninggal kan toko, entah pergi ke mana lagi.
" nekat ya, ibu lo ke sini ucap isra" di sambungan telepon
" ____"
"ya aku tunggu" ucap isra lalu menaruh benda pipih itu di atas lemari.
*
*
"aku kaget loh, dengar suara ibu tiba tiba" ucap aira setelah sampai di toko
__ADS_1
" ya aku juga, " jawab isra
" sudah lama, atau sebentar ibu ku ke sini is" tanya aira
" sudah lama tapi sebentar aja aku telpon kamu, "
"sampai segitu nya ibu ku, pengen aku cepat nikah" jawab aira
" tapi makasih ya kamu, sudah jawab begitu pas di tanya ibu" lanjut aira
" aku malas sebenar nya ikut campur, tapi ya mau gimana lagi".
" mudahan mata ibu kebuka deh, gak cepat cepat nyuruh nikah"
keluh aira
mereka terdiam lalu isra, menerima telepon dari asraf
kalau dika tadi malam bertemu dengan nya.
" padahal tadi malam, dika gak ke rumah deh, " tanya aira
" dika kaya nya dekati semua keluarga ku deh is,
"kalau begitu repot urusan"
" ya mau gimana lagi"ucap isra
aira hanya pasrah ke depan nya.
tak banyak yang iya minta, tapi kalau memang sudah takdir nya ya mau, bagaimana lagi aira harus siap.
dia juga bukan wanita baik, tapi setidak nya dia juga ingin memiliki suami yang baik.
*
__ADS_1
sepulang nya aira dari toko isra
di perjalanan aira melihat sang ibu, sedang duduk bersama seseorang yang iya kenal, ya dia dika
" untuk apa mereka berduaan di tempat makan"
ucap aira penasaran sambil melihat gerak gerik mereka
. " aku coba chat kali ya, bukan nya mas dika on kerja"
aira mengambil benda pipih di dalam tas nya lalu menekan mengetik sesuatu.
from dika
"lagi kerja nih dek, kenapa kangen ya"
ah pembohong, sebenar nya apa yang terjadi, tidak wajar ah mereka bertemu apa kebetulan..
beberapa menit ditunggu mereka tak juga kunjung pergi, aira mulai bosan.
dan memilih pulang dari pada melihat sang ibu dan lawan bicara duduk berdua.
bukan cemburu tapi rasa penasaran menumpuk dalam pikiran aira.
*
di lempar nya tas ke sembarang arah, di jatuh kan nya tubuh nya ke kasur, entah bukan hanya badan tapi pikiran ikut terkuras.
" menyerah saja menjalani atau menolak"
kata yang sering terlintas beberapa hari ini.
dalam kalut nya aira tertidur entah berapa lama dia tertidur.
suara ketukan kamar terdengar
__ADS_1
*
"kamu sudah bangun ra" tanya bu zahra sambil berdiri di balik pintu