
*
"tunggu kamu selesai beli cincin aja, baru nanti aku temani beli perlengkapan lain " ucap isra
sedari pagi aira betah mengganggu isra di, toko nya entah kenapa baru saja isra sampai, aira sudah datang mau tidak mau isra menemani aira berkutat dengan rencana pernikahan nya.
" iya ibu bilang sih hari ini, tapi aku belum di kabari" sahut aira
" ya di tunggu saja, atau kamu pulang ke rumah saja dulu "
" kamu ngusir aku" tatap aira melirik isra tajam
" ya gak lah haha "tawa nya
aira yang kesal hanya memanyunkan bibir nya.tak lama ponsel aira berdering
" iya bu "
"____"
" aira di toko, isra"
"____''
" ibu bareng mas dika"tanya aira sambil melirik isra yang sibuk memasukkan makanan ke dalam mulut nya.
"____"
" iya, aira tunggu bu".
aira melirik isra yang masih fokus makan, lalu memukul bahu isra.
" kamu makan terus, nanti gemuk baru tau rasa"ucap aira
" ya biar aja, berarti bahagia, " jawab isra santai
aira tambah kesal, ia ingin ikut makan tapi takut baju pengantin nya tak muat, ia mulai diet sejak acara di tentukan.
__ADS_1
" noh emak lo datang " tunjuk isra ke arah luar saat di dengar nya ada suara mobil berhenti.
mereka pun berjalan keluar menemui sang punya suara.
" yuk jalan langsung takut telat pulang nya" ajak dika
aira lalu, berpamitan pulang pada isra, bu zahra yang sedari tadi tak turun hanya tersenyum pada isra.mobil berlalu meninggalkan isra yang mengumpat di depan toko.
" gini amat nasib tempat curhat"keluh nya berjalan masuk ke dalam toko.
*
*
" kita beli cincin sepasang ya bu" ucap aira memulai pembicaraan.
" satu aja dek" sahut dika
" kenapa gak sepasang aja mas, kan ada acara tukar cincin nanti, " tegas aira
sesampainya di toko emas yang di tuju mereka turun, aira sangat antusias melihat lihat cincin pernikahan yang akan iya beli.
" mba saya mau liat yang itu dong, " tunjuk aira pada 2 buah cincin pernikahan yang terlihat sederhana tapi mewah
" yang ini ya mbak" jawab penjaga toko sambil mengambil kan cincin tersebut
" iya mbak itu"
setelah menyerah kan pada aira, aira memasang kan pada jari nya, dan ternyata itu pas
seketika dika terpaku melihat cincin yang aira pilih
" ini berapa ya mbak"
" itu sekita 7jutaan mbak, sudah free box nya"
dika yang mendengar harga nya refleks memundurkan badan nya.
__ADS_1
" mas aku mau yang ini aja ya" pinta aira
" eh itu iya, kamu lihat lihat dulu ya mas mau ambil uang nya dulu."
dika lalu meninggal kan aira sendiri di toko emas tersebut, berjalan mencari bu zahra.
" ah ibu di sini rupa nya" tepuk dika di bahu bu zahra
" kenapa nak dika, aira mana" tanya nya
" aira sedang memilih cincin, tapi harga nya 8juta bu, dika cuma bawa 3 juta itupun jatah makan dika 1 bulan bu" ucap nya
"ya sudah, kamu tunggu di sini ibu ke ATM dulu mengambil kan uang nya".
bu zahra berlalu menuju arah ATM.
setelah selesai iya kembali menemui dika yang masih menunggu nya.
" ini ambil, kembali cepat sebelum aira curiga" usir bu zahra
dika lalu berlalu masuk lagi ke dalam toko emas, iya melihat aira masih setia duduk menunggu.
" ini uang nya ambil saja yang kamu suka, " ucap dika menyerah kan uang nya kepada aira.
" mbak saya jadi ambil ini, sepasang ya,. " ucap aira
" oke mbak, ditunggu sebentar ya untuk, surat nya"
aira dan dika menunggu cincin yang mereka pesan tengah di bungkus.setelah selesai membayar mereka meninggal kan toko emas tersebut dan mendatangi bu zahra yang menunggu di salah, satu cafe di dekat toko tersebut.
" sudah dapet cincin nya ra " tanya bu zahra
" iya ma, sudah"
" bagaimana kalau kita pulang, ibu sudah lelah " pinta bu zahra memelas.
" baik lah bu" dika membawa tangan aira dalam genggaman nya.
__ADS_1