SUAMIKU MEMBUANGKU

SUAMIKU MEMBUANGKU
37


__ADS_3

"sarapan dulu ya mas, "


"iya dek , besok mas mulai kerja ya"


"iya gak papa mas, berapa hari baru pulang?"


"seminggu sekali mas pulang, kan sekarang ada istri mas di rumah"


"ah gombal, "


"eh beneran dek, nanti kamu rindu sama mas, "


aira tersipu malu, beberapa hari di lewati nya bersama dika benih cinta itu tumbuh.


"iya, yasudah ayo ke depan ".


mereka keluar dari kamar, ikut bergabung sarapan dengan ayah dan ibu nya.


pagi ini suasana ramai, gelak tawa dari pak jiwa dan dika terdengar... aira yang mendengar sangat, bahagia.


" semoga kalian lekas memberi kan mama cucu ya ra"


" ih ibu, apaan sih"


" loh kenapa apa salah ibu"


"ibu datang datang bahas cucu, nyebelin tau "


" loh ibu kan doakan, biar rumah ini makin ramai"


"iya bu, doakan saja, aira kan baru saja menikah"


"dika kapan mulai kerja ra"


" besok bu, seminggu sekali baru pulang"


" jangan lupa minta jatah bulanan ya"


" iya bu nanti kalau sudah gajian aira tanyakan"


aira melanjutkan memotong sayur nya. menemani sang ibu bergosip.


.


.


.


keesokan hari nya, dika tengah bersiap dengan tas nya untuk kembali bekerja,.


aira membantu mengemas baju yang tak banyak, karena suami nya akan pulang seminggu sekali menemui nya.


tak masalah asal dika menjaga kepercayaan pernikahan nya.


" nanti di sana mas telpon kamu ya"


"iya mas, jaga diri loh jangan nakal"


" iya aku juga, nanti mas pulang mas kabarin kok"


aira mengantar sang suami berpamitan pada ayah dan ibu nya.


" jaga diri di sana awas nakal ya mas"


" iya sayang, " aira menyalami tangan dika dan mencium nya.

__ADS_1


" doakan mas ya, semoga pulang nanti mas dapat kabar bahagia" ucap dika sambil mengusap perut aira dan mencium kening nya.


*


*


suasana kembali seperti biasa hanya status aira yang berubah tapi dia masih sendiri kemana kemana. menemani sang ibu berbelanja dan jalan jalan.


" cie pengantin baru" olok ismi


" ah kamu ini, kapan nyusul"


"mentang mentang duluan nikah, enak banget buly aku"


"lah kamu duluan yang buly kok nyalahin aku"


"ya sudah gak usah di bahas, kamu ada makanan gak"


" kamu kesini cuma mau makan. "


"ya apa lagi kan suami kamu gak ada, jadi aku nyempetin kesini"


"enak aja, pulag sana"


ismi melenggang masuk , melewati aira menuju dapur, tak menghiraukan yang punya rumah mengoceh.ya kebiasaan ismi.


" gimana punya suami ra"


"ya gitu, sepi"


" kok sepi "


" liat aja dia gak ada di rumah"


"tapi ada cuti kan"


" ya gak papa cuma tanya aja"


aira menyerah kan piring kosong, agar ismi mengisi dengan lauk pauk yang ada di meja makan.


" sudah ada tanda belum ra"


" tanda apaan"


" ya hamil lah, kalian kan sudah itu"


" belum deh, tapi aku belum cek sih"


"coba kamu cek siapa tau sudah isi"


"entahlah tunggu telat aja, nanti kesan nya aku berharap, kan masih baru "


" iya sih, tapi kamu percaya aja gitu, "


"maksud kamu apa"


" kan itu dika kerja jauh jarang hubungin kamu juga"


" percaya aja sih, kan dia suami aku mi"


"iya sih, aku doakan saja lah. "


gara gara omongan ismi aira terdiam, memikirkan dika semenjak menikah dika memang jarang menghubungi nya, hanya sesekali sehari.. "


setelah ismi pulang aira masuk ke kamar mengambil ponsel nya menghubungi dika.

__ADS_1


"kok sibuk ya nomer nya"


beberapa kali aira mencoba masih sama. kemudian iya mengirim pesan melalui aplikasi hijau .


tak lama ponsel aira berdering tanda ada panggilan masuk.


"kok baru nelpon mas"


tanpa salam aira menyela pembicaraan dahulu.


"ya Allah dek salam dulu dong".


" eh assalamu'alaikum "


"wa'alaikum salam, gitu dong kalau bicara sama suami'


" mas kok baru nelpon "


"iya mas tadi di telpon bos kalau ada yang mau datang jadi mas siap siap"


" beneran"


"iya dek ni mas do gerbang nunggu"


" ya sudah, maafin ade ya sudah mikir enggak enggak".


dika hanya tersenyum, aira percaya pada nya.


tak lama mereka bicara dika mematikan sambungan telpon karena bos nya akan datang.


aira hanya menurut saja.


*


*


" assalamu'alaikum,"


" wa'alaikum salam "


aira beranjak dari depan TV membukakan pintu.


terkejut nya aira langsung menghambur memeluk sang punya di depan mata nya.


" kok gak ngabarin mas, kan bisa aira jemput"


tanya aira menggandeng dika masuk.


" kan mau buat kejutan".sahut dika sambil menarik hidung aira gemas.


" ya aira belum, dandan"


"gak papa sayang, tetap cantik kok"


"gombal baru datang "


"kok sepi dek"


" iya lagi pada pergi acara, mas mau makan atau mandi dulu"


"mas mau, istirahat dulu kamu temani gak papa, capek diperjalanan. "


"ya udah ayok ke kamar. "


"siang itu aira menemani dika tidur, karena di rumah tidak ada orang, mereka seperti memiliki dunia berdua.

__ADS_1


tak ada gangguan, kebisingan.. suasana sepi.


__ADS_2