
*
kembalinya aira dari toko isra, di rumah nya dika sudah menunggu aira. ditemani oleh ibu zahra yang juga tengah menunggu aira
" itu, aira " ucap bu zahra
" assalamu'alaikum" ucap aira
"waalaikum salam " jawab dika dan bu zahra bersamaan
"kamu dari mana ra, " tanya bu zahra
" dari rumah isra bu" jawab aira seraya duduk di samping bu zahra
" ya sudah kamu temani nak dika, ibu mau lihat ayah mu dulu dibelakang, " ucap nya langsung beranjak meninggalkan dika dan aira berdua
*
"mau keluar gak de, mumpung belum sore"? tanya dika
" gak usah deh mas, di rumah aja, lagian aku baru pulang dari tempat isra" tutur aira
" oh ya sudah, oia gimana tentang lamaran, kapan kamu siap" tanya dika penuh harap
"hmm, kita bicarakan nanti ya mas, kaya nya terlalu terburu-buru deh" lanjut aira
" baik lah, tapi kabari secepat nya ya jika kamu siap, mas tidak bisa menunggu terlalu lama" kekeh dika
aira hanya tersenyum sembari memainkan benda pipih di tangan nya,.
beberapa lama mereka bicara, dika pamit pulang karena hari sudah mulai senja,
__ADS_1
"apa lagi yang kamu pikirkan ra,? tanya bu zahra tiba-tiba
" beri sedikit waktu lagi bu, " jawab aira
" dia itu lelaki mapan, Royal juga ra sudah lah jangan terlalu banyak, pertimbangan " ucap bu zahrah sambil berlalu
*
di kamar aira menatap jauh langit langit, dalam bayangan dia pasrah jika pernikahan Ini terjadi tapi jauh dalam hati, dia tidak ingin terlalu cepat, pilihan ibu dan ayah nya pasti terbaik pikir nya
Ting
from dika
"aku mau ajak kamu keluar malam ini,?
isi pesan dika
" iya mas, saya siap-siap dulu" balas aira
from dika
setelah itu aira terdiam, ya mungkin dia harus membiarkan mereka saling bertemu dulu, berbicara dan saling bertukar pendapat
*
"aku libur kerja lusa gimana kalau kita jalan-jalan " usul dika
" hmm, berdua? tanya aira
" terserah kamu sih" tutur dika lagi
__ADS_1
" ajak ibu sama ade ku gimana? tanya aira penuh harap
" oke baiklah, tapi pakai mobil mu ya" lanjut dika
aira menoleh sekilas lalu mengangguk tanda setuju, walaupun dia berpikir kenapa tidak pakai mobil sendiri bukan kah, dia yang mengajak.
tapi seolah belum mengerti jalan alurnya aira tetap mengiyakan.
mereka berkeliling dan mampir untuk makan, setelah lelah berkeliling aira di antar pulang,
" pulang dulu ya, " ucap dika
"iya hati-hati mas" jawab aira seraya melambaikan tangan nya
aira berjalan masuk menuju dalam rumah.
" ibu sama ayah belum tidur, ? tanya aira sambil meletakan martabak yang ia beli dan dika sewaktu dijalan.
"belum ra" jawab bu zahra sambil membuka bungkusan Martabak
"lusa, dika ngajak liburan bu" ucap aira
" kemana ra" selidik bu zahra
" ya gak tau bu, tapi kata nya pakai mobil kita, gimana bu, ?
" mobil kita ra, emang mobil nya nak dika kemana? tanya ayah
" gak tau yah, tadi mas dika gak ngomong apa-apa? jawab nya
" gak, papa yah kan dia calon mantu, mungkin mobil nya gak bisa dipakai jauh! " bela bu zahra
__ADS_1
"hmm " hanya deheman yang keluar dari mulut ayah aira
" yasudah bu aira mau ke kamar dulu, nanti aira kasih tau mas dika kalau ibu setuju" aira bangkit dari tempat duduk meninggalkan kedua orang tua nya dan beristirahat dikamar.