
Sesuai rencana pagi itu keluarga aira tengah bersiap, tidak lama dika datang dengan motor nya,.
"assalamu'alaikum " ucap nya
" wa'alaikumsalam " jawab bu zahra seraya mengajak dika masuk
ketika dika tengah menunggu keluarga aira bersiap,
aira muncul dari balik kamar
" sudah siap de " tanya dika
" sudah mas, tunggu ibu dan fahri dulu" jawab nya
" kita pakai mobil kamu kan de?.
entah raut wajah aira berubah, namun dia sembunyikan perasaan nya
" iya mas " ucap aira
"solar sudah, di isi de, .!? tanya nya lagi
" sudah mas kaya nya, aira belum cek" tukas aira
dari balik kamar lain bu zahra keluar dengan fahri adik aira.
mereka bergegas ke mobil dan pergi.,
di perjalanan aira tak banyak bicara,hanya sesekali menjawab, bu zahra yang lebih banyak bercanda dengan dika,.
kurang lebih 2 jam perjalanan mereka sampai di tempat wisata, yang lumayan banyak di kunjungi warga sekitar maupun luar daerah.
puas mengabadikan momen , mereka beralih mencari tempat makan, dan mengunjungi mall untuk sekedar berbelanja dan bermain di wahana bermain...
tapi di tengah hiburan mereka ada yang aira sadari,
__ADS_1
"baru sadar, dari rumah dll, biaya semua ibu yang bayar" ucap aira dalam hati
dika yang menyadari tatapan aira menghampirinya
" kenapa de" tegur dika
" oh iya mas, gak papa " ucap aira
" seru ya de liburan bareng keluarga gini " lanjut dika
" iya mas, oh iya mas punya pacar? selidik aira
" hah, itu pacar ah gak ada lah de , mas jomblo makanya mau ngelamar kamu" tutur dika
"yakin mas, bukan nya mas mapan masa gak ada yang suka.?
" ah bisa aja kamu de, gak ada de mas jomblo beneran"jawab dika
aira pun diam tak lagi bertanya
setelah puas dan lelah, mereka pulang dan tak lupa mampir membeli martabak kesukaan ayah aira dan lagi dika sama sekali tak keluar uang, aira hanya menatap ketika yang turun ibu bukan mas dika.
*
" assalamu'alaikum yah" ucap fahri
"waalaikum salam nak " jawab pa jiwa sambil duduk melihat kedatangan keluarga nya
" ini dari dika pak, " ibu menyerahkan 2 box martabak padahal ibu yang beli tapi kenapa ibu bilang itu dari dika "ucap aira dalam hati
" baik sekali nak dika" ucap ayah
untung saja dika sudah pulang langsung, mungkin kalau tidak bisa besar kepala dia "gerutu aira
*
__ADS_1
" gue makin heran loh is" ucap aira di telpon
"___"
" ya gimana lagi, kaya nya ibu sama ayah sudah setuju sama dika " tukasnya
"____"
"tapi kaya ada yang di sembunyikan dari dika is " tutur aira lagi
"___"
" oke besok aku ke sana-, sekalian numpang makan di toko ya " kekeh aira
" ___ "
panggilan dimatikan aira merebahkan tubuhnya, tak berselang lama dika menghubungi nya.
"iya mas " jawab aira
"___"
" ini mau tidur mas, capek betul soalnya , aira
tutup gak papa ya" punya aira
"___"
sambungan aira matikan, entah rasanya malas dengar suara nya,
aira masih berfikir apakah dika tidak peka, atau ibu yang memang sangat ingin dika menikah dengan ya, sehingga ibu akan melakukan apa saja,
aira tak habis pikir
" ah sudahlah biar besok dengar cerita isra saja" .
__ADS_1
ucap aira langsung memejamkan mata untuk tidur
karena hati dan otak nya belum bisa berfikir..