
*
setelah pindah aira dan isra tak, saling berkabar, sampai kemarin isra dengan asraf salah satu sepupu aira. mereka kembali di pertemukan.
"kalau sudah lamaran, aku temenin deh cari" ucap isra
" gak sekarang gitu"
' ya gak lah, kan belum pasti tanggal dan lain lain"
"ya juga ya, kamu datang ya pas lamaran" ajak aira
" gak janji deh, kalau malam takut gak ada temen"
" hmm, tapi nanti aku kabarin pokok nya kamu wajib bantuin semua nya" pinta isra
" iyalah, giliran susah aja ku gue" ketus isra sambil tertawa
" kan memang gitu konsep nya" haha tawa aira
tak lama aira pamit pulang, karena takut bu zahra mencari nya..
setiba nya di rumah benar saja, bu zahra sedang menunggu nya di depan rumah.
" ibu ngapain, depan rumah, " tanya aira cengengesan
" ya nunggu kamu lah, dari tadi di telpon gak bisa " ucap bu zahra
__ADS_1
" iya bu aira lupa ces handphone " "sekarang kan aira sudah pulang" ucap aira
" ya sudah masuk sana mandi malam ini mereka bakal datang. " ucap bu zahra
" ya Allah bu ini masih siang, engga ah nanti sore aja mandi nya" protes nya
" bantuin sana di dapur" sahut bu zahra
aira lalu masuk, menuju dapur membantu ibu ibu lain memasak untuk malam ini.
sore menjelang keluarga aira mulai berkumpul padahal belum tentu keluarga dika datang sebanyak itu, kenapa harus heboh.
aira bersiap mandi, setelah bersiap tak lama keluarga dika datang terlihat 3 mobil yang terparkir di depan rumah,
aira masih betah di depan kaca melihat hasil riasan nya.
tak begitu jelas yang, aira dengar dari dalam kamar, hanyar suara bising dan sahut sahutan tertawa.
" ya kalau ikhlas semua akan terasa bahagia "sahut nada
karena rumah nada dekat, dengan rumah nya, nada tak mau ketinggalan acara penting untuk aira.
melihat, sahabat dari kecil nya di lamar ada perasaan sedih dan bahagia di rasakan nya.
" jangan peluk peluk " protes aira ketika nada memeluk nya menangis
ah drama 2 wanita tak berujung.
__ADS_1
" jarang tau aku meluk kamu, " sungut nada
" tapi jangan nangis juga, aku gak kemana mana, jadi masih ada kamu punya teman bergosip" sahut aira
suasana terasa hangat tidak hanya di luar juga di dalam kamar, yang terdapat dua sahabat.
di ruang tamu.
" jadi sudah setuju ya lamaran dan akad kita laksanakan satu bulan lagi. dan resepsi 2 minggu setelah, nya" ucap salah, satu tetua adat yang, mewakili, keluarga aira
" iya Pak, mahar sejumlah 75 juta dan satu, set perhiasan dan seekor sapi. " sahut pihak dika
riuh terdengar para ibu ibu membahas mahar yang besar, aira terdiam mendengar nya, berpapasan dengan aira di keluar kan dari kamar untuk di duduk kan dekat dika malam itu.
" bagaimana nak aira apa setuju" tanya salah satu tetua
" iya bah saya setuju saja bagaimana baik nya saja" ucap aira.
"kamu bagaimana nak dika"
"
" saya juga setuju saja bah" sahut dika
semua berjalan, dengan baik mereka lalu, menikmati hidangan yang di sediakan oleh, tuan rumah.
aira melirik, ke arah sang ayah yang terlihat bahagia..
__ADS_1
itu membuat aira juga merasa bahagia.
malam itu menjadi saksi bahwa status aira akan segera berubah.