
***Satu minggu sebelum lamaran
Caffe xxx menjadi saksi bisu antara Mahira dan Fatih.Setelah Zahra berpamitan untuk meninggalkan mereka,dan pergi entah kemana sesuka hati nya.
tut tut-tut tut....
Suara dari pesan WhatsApp terdengar.menggetarkan benda kotak pipih yang tersimpan sempurna di saku celana milik Fatih.
📩 Bang..Gunakan waktu Mu dengan
baik!
📩 Gue tau Za...udah jangan ganggu!
malah bikin tambah grogi kamu...
Ciehh sewot amat!! ....Zahra merutuki Abang nya.
15 Menit sudah berlalu,tapi Fatih masih sama,nyaman dalam diam nya.
Minuman yang mereka pesan telah tersaji,Mahira memilih jus Avocado sedangkan Fatih memilih minuman yang menjadi favorit kebanyakan kaum lelaki,yaitu kopi..
Wah wahh....Kamu mau kemana jantungku sayang...jangan terlalu mengajak ku berlari...Aku tidak mau ke mana mana.
Mahira menyentuh dada nya di balik hijab nya yang lebar.sesekali menatap Fatih namun tak membiarkan mata mereka bertemu.
Apa kamu gugup Mahira?.
Sebenar nya dia tahu kalau gadis itu gugup.tapi masih saja bertanya dalam hati nya.
Fatih memperhatikan jari jemari Mahira yang bergerak tidak beraturan.seketika Mahira menyadari tatapan Fatih yang memperhatikan jari jari nya,dan dia pun berniat menyembunyikan tangan nya di balik meja.
Bang...katakan padaku yang ingin kau sampai kan jangan membuat ku gugup seperti ini!...
"Maaf Mahira...karna membuat mu tidak nyaman...".
Fatih memulai percakapan nya.Ia tidak mau terlihat lemah dan pengecut di depan Mahira.
"Iya bang...Mahira memang sedikit kurang nyaman...".Ucap Mahira berterus terang.Fatih mengerti alasan ketidak nyamanan Mahira.
"Ra...kamu tentu sudah membaca surat ku bukan?".
Fatih menatap wajah Mahira melihat ekspresi nya.
"Sudah bang...Zahra telah menyampikan padaku dan aku langsung membaca nya".
Ya Allah..segitunya kamu Ra..?.Dimana rasa malu mu.
Fatih tersenyum mendengar penuturan mahira yang jujur.
Begitu lebih baik Hira...
"Bagaimana tanggapan mu,dengan perasaan ku?"...
Haa...Apa maksud nya?!".
"Apa Maksud Abang?"...
__ADS_1
"Maksud ku...apakah kamu tertarik padaku?".....
Apa yang kamu katakan Fatih!!?
Apakah kamu berniat menjatuhkan harga diri nya?". "Tertarik" ....Seolah olah kamu melihat dia gadis yang gampangan!
"Maaf Hira...aku menarik kembali kata kata ku tadi.aku memang kurang pandai memilih kata kata..."
"Tidak apa apa bang..Hira maklum kok..".
Fatih tersenyum mendengar penuturan bijak Mahira.
"Apakah kamu berminat padaku?".
Fatih pun mengulang pertanyaan tadi dengan kata yang lebih sopan.dan masih menatap Mahira,karna ingin melihat jawaban Mahira seketika itu juga.
satu detik,dua detik,tiga detik,empat detik dan lima detik.
"Hmmm...".Mahira mengangguk kan kepala nya.menahan rasa malu yang membuncah.tapi ketika dia mengangguk bukan kah dia tidak tau malu?.ah terserah...yang penting aku tidak mau bersikap munafik.
Fatih menangkupkan ke dua telapak tangan nya ke muka?
"Alhamdilillah...".Ucap fatih penuh syukur.
Fatih memperlihatkan wajah bahagianya,tersenyum memperlihatkan betapa menawan diri nya.
Mahira yang melihat wajah Fatih tersenyum lalu menunduk kan kepala nya.
"Mahira...kamu tau.Umurku saat ini 34 tahun.Itu berarti aku tidak muda lagi..Bagaimana menurutmu kalau aku segera melamarmu?".
Fatih to the poin karna tidak mau membuang buang waktu.karna memang benar umur nya menuntut nya untuk segera melanjutkan perjuangan sebagai khalifah fil ard dengan tongkat estafet yang akan di bawa keturunan nya.
"Rencana nya minggu ini juga aku akan melamar mu...apakah kamu siap?".
Apa!...secepat itu?!"....
"Seperti nya kau terkejut..kalau mem..."
"Tidak apa apa...aku siap,walau belum lama aku mengenal mu.tapi itu sudah lebih dari cukup".Mahira memotong kata kata Fatih.
"Alhamdulillah...Aku akan datang kerumah mu Ahad nanti.Terlihatlah senyum mempesona di wajah Fatih,betapa bahagianya hati Fatih kala itu,tidak mempedulikan bagimana Mahira menahan gejolak di dada nya yang membuat telapak tangan dan kaki nya dingin seperti habis menyentuh balok es.
Ya Allah bangg....jangan tampakkan senyum seperti itu....Apa kau tidak tau orang orang menatap ke arah kita!
Mahira melirik ke kanan dan kiri nya.. terlihat orang orang memperhatikan mereka.
Ya..begitulah kalau ABG jatuh cinta. .maksud nya ABG tua...hahaha...
*****
***Setelah hari lamaran itu...wajah Mahira semakin berseri seri.apalagi dengan Fatih..bahkan menurut penuturan teman teman nya sekampus dan kantor nya,Fatih seperti menemukan kekuatan baru..semisal batu cahaya,seperti di dalam film animasi super hero yang bisa memberi kekuatan.
wajah nya yang tampan ditambah senyum nya yang membuat wanita menggila,selalu menjadi sorotan mata ketika dia berada di sekitar mereka.maka dari itu..kini dia mulai lebih berhati hati.padahal biasanya pun dia selalu berhati hati.
"ya ela...yang udah mau nikah!...ceria banget..kayak dapet emas se gunung uhud!".sapa Irwan membuyar kan Fatih yang datang entah dari arah mana.dia duduk disebelah Fatih di bangku urutan ke empat.
"hehe...bisa aja lo...besok ikut gue gak ke kajian ustadz Ridho..?".tanya Fatih
__ADS_1
sambil mengamati materi kuliah yang sedang di pelajari nya.
"Enggak..gue ada....".belum selesai melanjutkan kata kata nya.
"kencan?....lo belum berubah ya...padahal udah ikut kajian ke mana mana...masih aja ngeyel...".Ucap Fatih yang memotong kata kata Irwan.
Irwan mulai mengenal Fatih saat mereka mulai kuliah S2 di jurusan yang sama.umur Irwan masih sangat di bawah umur Fatih yaitu 28 tahun.anak manja yang bisa nya menghabiskan uang orang tua nya itu,sudah mulai menyadari,bahwa yang di lakukan selama ini salah.
Dia mulai memperbaiki diri baik dari kebisaanya maupun tingkah laku nya slama ini yang nota bene "membangkang",dan mulai memperdalam Islam dengan mengikuti kajian kajian yang juga selalu di ikuti Fatih.
"Gue belum bisa untuk yang satu ini brow...Gue takut kehilangan dia".kata Irwan seraya mengalihkan pandangan nya dari Fatih..
"Nikahi dia atau ikhlaskan...kalau lo g mau terus terjerat dalam dosa".Fatih menatap lekat sahabat nya itu.
sahabat yang lebih mirip dengan adik nya.
"Iya bang...nanti gue pasti ambil keputusan".ucap Irwan kemudian dengan suara yang rendah.
"jangan lama lama...tidak baik....".
"Iya bang...Gue akan pastiin".
Kelas pun di mulai segera,
setelah dosen mata kuliah ada di antara mereka.
*****
Ahad siang setelah Kajian ustadz Ridho selesai.
"brow...".sapa seseorang dari belakang,tangan nya menyentuh pundak Fatih.seketika Fatih menoleh.
"Fajar?!...kapan lo pulang....?.balas Fatih sambil memperlihat kan senyuman nya pada sahabat nya satu kelas saat SMA.
"hish...senyuman mu Fatih...orang orang akan menyangka bahwa kita sepasang kekasih".Goda Fajar pada sahabat nya yang hampir satu bulan tidak dia temui.
"hehehe...".Fatih tertawa meringis.
"Nih..Gue ada titipan dari Situkang usil....".Fajar menyerahkan bingkisan dari tas ransel nya. Situkang usil itu sebutan untuk Adit.
"Apa ini?".Fatih penasaran dan mulai membuka pembungkus yang membungkus benda itu.
setelah terbuka ternyata isi nya hanya sebuah buku. ADAP DAN SUNAH SEHARI HARI.Tidak aneh dengan judul itu.Karna dia juga punya buku semacam itu.Tapi yang ini sangat terperinci karna di sertai BAB BAB yang panjang.
dan buku ini terjemahan dari buku yang di keluarkan kerajaan Arab Saudi.
"Pintar kamu dit!". Puji Fatih dalam hati.
Fatih membaca kertas yang terdapat tulisan tangan Adit.disitu tertulis
"bukalah halaman 107..gue udah kasih pembatas warna biru.biar lebih mudah saat lo butuh!".
Fatih pun tertuntun oleh tulisan Adit yang baru saja dia baca.dan langsung menyibak halaman yang di maksud.Fajar tak mau kalah.dia juga penasaran dengan ulah Adit sahabat nya
"ADAP DAN SUNAH SUAMI ISTRI KETIKA BERSENGGAMA".
"Adittt!!".
__ADS_1
Tawa Fajar menggelegar mengiringi sentakan Fatih yang terpekik menyebut nama Adit karna kesal di kerjai sahabat nya itu.
Bersambung.....