Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
MP Serangan Hingga Fajar


__ADS_3

*****


Maaf. Bagi yang belum menikah diharap bijak saat membaca episode kali ini, karna mengandung adegan yang sangat sensitif. Adegan di bawah ini,hanya untuk mereka yang sudah menikah.Karna Author bermaksud hanya untuk pendidikan semata.


Selamat membaca,semoga menghibur kalian semua😊😊


******


Mahira pov


pukul 01.00


***Aku terbangun dari tidur lelap ku


Dan memandang laki laki yang tidur di samping ku kini.


Aku tidak bermimpi bukan?...


Ku sentuh pipi ku meyakinkan agar aku terbangun kalau memang ini cuma mimpi.Tapi ini memang bukan mimpi. Ini nyata. Dan itu membuat ku bersyukur.


Ya Allah..aku bersyukur,karna kau menjodoh kan ku dengan laki laki yang sempurna ini.


Ya....Menurutku dia sempurna. Secara fisik dia sempurna. Walau pun nanti aku menemui kekurangan nya pada perilaku dan kebiasaan nya,aku akan tetap menganggap nya sempurna. Sempurna sebagai manusia yang penuh kekurangan tentu nya.


Ku tatap wajah pria tampan itu.


Tangan ku terangkat dan mengambang di udara,perlahan mendekati dan menyentuh wajah tegas pria berhidung mancung itu. Dia adalah anugrah terindah yang diberikan Allah kepada ku.


Apa ini??!!..tangan ku bergetar??!!...perasaan ini seperti saat dia memeluk ku,saat dia menciumku tadi. Aneh..sebenar nya apa ini.apa kah ini dinamakan syahwat?.


Dalam sekejap wajah mahira memerah karna malu dengan diri nya sendiri.


Manik mata yang tadi terpejam itu tiba tiba mengerjap ngerjap. Mas Fatih berusaha membuka nya hingga lapisan terbening penglihatan nya.


"kamu sudah bangun sayang??.."


"Iya mas...baru saja bangun..Ayo mas kita sholat malam.." Ajak ku pada orang yang bernama suami. Ya...dia suamiku..


"Aku mengambil wudhu ya mas..." pintaku melihat mas Fatih yang mulai beranjak juga dari tidur nya.


"Iya sayang..." jawab nya seraya tersenyum ke arah ku.


Tak lama aku keluar dari kamar mandi dan disusul oleh gerakan cepat mas Fatih yang kini juga memulai mengambil air wudhu.selang beberapa menit dia pun keluar.


Dua sajadah telah ku bentangkan. Kini menunggu komando dari sang imam untuk memulai sholat malam berjamaah.


***Tak lama kami melakukan sholat. Setelah selesai dengan sholat dan berdoa. Aku menyalami tangan mas Fatih dan mencium punggung tangan nya.tak lupa diapun mencium keningku,lama dan dalam.


"Sayang...ayo kita tidur lagi. Kau masih lelah bukan?


Atau kau menginginkan sesuatu??"


Senyum nya menggoda,membuat ku menjadi salah tingkah.


Ternyata setelah menikah,aku mulai melihat sifat asli nya yang menurut ku sedikit nakal.


Aku pun dibuat malu oleh godaan nya. mungkin wajah ku kini terlihat memerah.


Tapi aku pun tak mau kalah,aku juga ingin belajar menggoda nya. Dengan kesadaran penuh,ku rapatkan tubuh ku ke arah nya,memberanikan diri untuk mencium bibir nya terlebih dahulu. Tapi aneh nya dia hanya diam,dan tenang,mungkin bermaksud menguji reaksiku,atau ingin melihat sejauh mana ketrampilan ku.


jantungku sudah bergetar persis seperti saat dia mecium ku tadi. Dan aku bisa merasa kan sir yang mengalir lembut ditubuh ku.


Cup


Bibirku mendarat di bibir nya sekilas.


"sayang...apa kau sedang menggoda ku??


jangan menyesal karna kau yang memulainya ya..."


Aku mengangguk,menyetujui apa yang akan dilakukan suamiku nanti.


Aku menyadari,sudah cukup lama suamiku menahan semua godaan yang tidak terelakkan sebagai seorang lelaki. Godaan yang semakin kesini semakin menjadi jadi,yang menyebabkan bagi yang tidak kuat iman nya mengarahkah kepada penyaluran syahwat yang tidak pada tempat nya.

__ADS_1


Aku memutuskan malam ini sebagai hari tetakhirku menjaga keperawanan dan harga diri ku sebagai seorang wanita. Menyerahkan untuk dinikmati oleh seseorang yang punya hak atas semua tubuh ku. Memasrahkan diri secara utuh menerima segala konsekwensi lahir maupun batin.


"Benar kau mau melakukan nya??..."


Sekali lagi dia meyakin kan ku


"Iya mas...aku sudah pasrah..aku tidak ingin kau menunda nya lagi,hanya karna rasa ketakutan ku...sesakit apapun nyata nya itu hanya permulaan dan..."


Belum selesai berbicara,Mas Fatih sudah membungkam mulut ku dengan ciuman.


Ciuman pun semakin lama semakin memanas,hingga akhir nya aku mendorong tubuh nya.


"Mas...ijin kan aku bernafas" Dengan suara ku yang masih terengah.


Dia tersenyum,dan mengusap bibir ku dengan jemari nya. Kemudian aku tersadar,kami masih terduduk diatas sajadah. Ku lipat sajadah yang baru saja kami gunakan untuk sholat tadi,dia melipat dengan rapi bahkan dia ikut membantu melepas dan melipat mukena yang aku kenakan. Gara gara ciuman ku tadi yang menurut mas Fatih menggoda...aku sampai terlupa belum melepas mukena yang ku pakai.


Setelah semua tertata rapi..mas fatih langsung mengangkat tubuhku dan meletak kan diatas ranjang dengan perlahan.


Kini tubuh nya telah berada di atas tubuhku,yang bertumpu pada ke dua lengan nya yang kokoh. Dengan senyuman nya yang begitu menawan, membuat ku terhipnotis seketika. Aku mulai membuka kancing baju koko nya.


satu..........dua..........dan tiga. Tiga kancing baju telah berhasil aku bredeli. Setelah itu dia melepas pakaian nya begitu saja dan mulai membuka milik ku dengan satu tangan nya.


Setelah berhasil membuka pakaian ku. Dia menarik selimut untuk menutupi tubuh kami yang setengah bugil.


Tak cukup sampai di situ..dia melucuti semua pakaian kami hingga akhir nya kami benar benar dalam keadaan tanpa busana,hanya selimut yang melindungi kami.


dia mencium bibirku. Me**** tanpa ampun. Semua bagian tubuh ku telah disentuh oleh bibir nya tanpa kecuali. Dia seperti singa liar yang kelaparan, yang baru saja berhasil menangkap mangsanya dan kini mulai mengoyak nya tanpa ampun. Seorang singa itu dulu hanya bisa menahan keinginan nya untuk menikmati daging yang selalu menggoda dan menggiurkan saat di lihat. Dan lebih memilih berpuasa dari pada menuruti hawa nafsu nya.


Dia ingin mendapat kan daging yang masih segar dan memang hanya diperuntuk kan untuk nya.


Dan Inilah waktu berbuka,setelah sekian lama dia berpuasa.


koyakan koyakan yang sengit dilakukan hingga fajar menjelang.


Mahira pov end


***Fatih begitu lelah dengan Aksi agresif nya,dan kini ia terkapar lemas di sebelah istrinya. Setelah berhasil menggagahi istrinya beberapa kali,ia merasa tak berdaya.jujur ia merasa tidak enak pada istri nya. Ia saja merasa kelelahan apalagi istri nya yang tadi di buat kewalahan.


Fatih bertanya dia merasa prihatin dan menyesal pada mahira.


"Iya mas...tapi,tidak ada rasa sakit yang membahagiakan selain ini".


Mahira tersenyum,Ia merasa bangga sekaligus terhormat dengan apa yang terjadi. Karna dia merasa menjadi pemuas nafsu yang sah untuk seorang lelaki asing yang kini sah menjadi seorang suami bagi nya.


"sayang...sebentar lagi subuh". Fatih berbisik di telinga Mahira,dan mengeratkat pelukan nya.


Benar juga. Tak lama suara adzan subuh pun terdengar dari gawai milik fatih yang beriringan dengan suara adzan di sebuah masjid di luar sana.


"sayang...kau mau mandi sekarang??".


Fatih bertanya kepada Mahira sambil mengusap kepala nya,kemudian mengecup nya perlahan.


"Iya mas...tolong bantu Hira mas..."


Jawab Mahira sambil meringis beranjak dari pembaringan nya.dan menyenderkan tubuh nya di atas ranjang.Dia merasakan keanehan di sekujur tubuh nya.


Fatih mengambil sarung yang ia kenakan tadi dan mengenakannya kembali.


lalu berjalan menuju kamar mandi dan mulai mengisi bathup dengan perpaduan air dingin dan air panas. Tak lupa Ia menuangkan sabun aroma terapi ke dalam nya. Berniat untuk meringan kan rasa letih yang di dera istrinya.


Fatih menggendong tubuh Mahira yang masih terbalut selimut ke dalam kamar mandi. Setelah melepas selimut ďari tubuh Istrinya, Fatih mengangkat kembali tubuh mahira ke bathup yang sudah penuh dengan air hangat dan sabun aroma terapi.


"Diam lah aku akan memandi kan mu..."


Mahira tesenyum dan mengangguk mendengar penuturan suami nya.


Dia melihat betapa telaten nya sang suami menggosok dan memijat bagian tubuh nya.Ia tau mana yang mungkin dirasa tidak nyaman di bagian tubuh istri nya. Hingga saat Ia menggosok pada bagian kaki nya...


"Apakah masih sakit sayang..?"


"Iya mas...perih...."


"Baiklah...itu bagian mu..bersihkan sendiri sayang..."

__ADS_1


"hmm".


Mahira tersenyum malu,berusaha menutupi bagian pribadi milih nya.


Dan melihat suami nya yang sudah selesai melakukan tugas nya,kini dia mulai memandikan diri nya sendiri.


Tak butuh waktu lama,kini Fatih telah selesai memanjakan tubuh nya dengan sabun aroma terapi. Dia mengambil handuk yang terlipat di dalam lemari kamar mandi,melilitkannya di pinggang kemudian mengambilkan handuk kimono untuk sang istri.


Mereka secara bergantian mengambil air wudhu....untuk melaksanakan kewajiban sholat subuh berjama'ah.


*****


Tut tut -Tut tut.......


***Notifikasi pesan di ponsel Fatih terdengar bertubi tubi. Dia meraba Ponsel nya yang tergeletak diatas nakas menggunakan tangan kanan nya, lengan kirinya dia gunakan sebagai bantal Mahira,dan tanpa menggerak kan tubuh sedikit pun,dia meraih benda persegi panjang itu.


Dengan sangat lincah dia memainkan layar ponsel menggunakan satu tangan nya. Membuka pesan WA dari grup pentolan nya. Apalagi kalau bukan Grup PANDAWA LIMA.


" Dih yang penganten baru..bawaan nya pengen nempel terus ni ye.....kayak Hp ma casan nya.ngecas terusss..biar energi nya full....πŸ˜†πŸ˜†" Baim.


Fatih tersenyum menanggapi pesan dari baim.


Brisik lo Im....


"Lanjut aja...sampai lemes bray!!!" Satya


"Maklum men..soal nya baru buka puasa...lagi nafsu nafsu nya pengen makan...makan terus sampai kenyang!....πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ". Adit


jemari Fatih menari nari diatas keybord layar ponsel nya.membalas pesan grup pandawa lima, nama grup yang di berikan Adit untuk mereka ber lima


"Brisik lo pada" Fatih


"Mas..."


tutur mahira terdengar mengabur.


"Apa din..." jawab Fatih sambil mengusap rambut Mahira yang panjang.


"Kata nya mas nggak pernah pacaran...


tapi kenapa mas sepertinya sudah pengalaman....?"


Mahira merasa penasaran dengan suami nya yang bahkan belum pernah berpacaran tapi bisa melakukan hal yang belum pernah dilakukan dengan sangat profesional.


"Kamu penasaran sayang...?" Fatih merasa dirinya seperti di interogasi.


"Tentu saja aku penasaran...karna menurut buku yang pernah aku baca


tidak di jelaskan secara detail"


Mahira berbicara,sambil memainkan kancing baju milik Fatih.


"Mungkin itu naluri laki laki sayang... aku juga tidak menyangka kalau aku bisa sebuas itu..hahaha".


suara tawa Fatih berhasil memenuhi ruang dengar Mahira.


"Pelankan suara mu mas..."


Bisik mahira ditelinga Fatih dan tangan nya membungkam mulut suami nya itu.


Ia masih tersenyum nakal.Tapi ketika menoleh kearah Mahira yang tenang yang ternyata sudah masuk ke alam bawah sadar nya.Setelah mematikan ponsel nya,Dia mengikuti Mahira menyusul nya ke Alam yang sama dengan Mahira.


Bersambung.......


**Maaf adegan ranjang nya tidak di ceritakan secara terbuka ya... takut ada yang gak nyaman.Soal nya Author saja yang nulis merasa tidak nyaman.kalau Author mah uda punya suami.jadi....πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


di tunggu like and komen nya ya...


vote nya juga boleh,gak maksa kok....


Salam sayang selalu dari Mahira dan Fatih ya...❀❀❀❀


Trimakasih**.....

__ADS_1


__ADS_2