Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira

Surat Cinta Terakhir Untuk Mahira
Pindah Rumah


__ADS_3

*********************************


Hari ini,tepat hari kelima bulan madu Adit dan Mahira. Sebelum meluncur ke bandara,Mahira dan Fatih menikmati sisa waktu mereka di dalam kamar hotel mereka tanpa melakukan aktifitas apapun,mereka hanya mengobrol dan menonton Tv.


Beberapa hari ini,aktifitas mereka menguras tenaga mereka,entah aktifitas mana yang mendominasi kelelahan tubuh mereka.


Mahira menatap jauh pemandangan Indah pantai di balkon hotel tempat ia menginap.


Sepertinya ia enggan meninggalkan tempat itu.


Ia merasa nyaman dengan


pemandangan dengan hamparan air kebiru biruan dengan hembusan angin yang menyapu seluruh bagian tubuh Mahira,dan membuatny begitu nyaman dengan tingkah laku alam di sekeliling nya itu.


Fatih mendatangi istrinya dari arah belakang. Memperhatikan gerak gerik istrinya yang sedang menikmati keindahan alam pantai kuta.


langkah kakinya berhasil memperpendek jarak antara diri nya dan istri nya.


Wanita yang sedari tadi terhanyut dengan lamunan nya,dikaget kan dengan pelukan tangan suami nya yang melingkar di tubuh nya kini.


Tangan Fatih meraih tangan Mahira dan memeluk lebih erat,dagu nya berada di ceruk leher Mahira.dengan pandangan mata yang lurus menatap arah yang sama dengan Istri nya itu.


"Ayo sayang...kita bersiap siap..sudah waktu nya meninggal kan tempat ini".


Fatih mencium pipi Istri nya dari arah kanan.


"Mas...hati ku mengatakan,aku masih ingin lama lama di sini...bisakah kita beberapa hari lagi disini?....


... Tidak bisa ya?"


Mahira menjawab pertanyaan nya sendiri.karna ia tau pertanyaan nya itu sia sia dan tidak akan mengubah apa apa. Mahira merubah posisi tubuh nya menghadap ke arah Fatih suami nya,kini mereka saling berhadapan.


Rasa nya,Mahira enggan beranjak dari tempat itu.Dia masih tetap ingin berdua saja dengan suami nya, hanya dengan suami nya. Tapi mana mungkin...


secara ini dia harus belajar karna harus menghadapi ujian semester,suami nya juga harus bekerja,banyak pekerjaan yang menanti nya bahkan sudah minta segera di sentuh oleh tangan nya yang canggih.


"Ayo sayang...kapan kapan kita kesini lagi"


Fatih merenggangkan pelukan nya dan perlahan melepas,mereka masih di atas suasana melankolis,bahkan suara ombak yang berdebur menambah suasanya haru perpisahan mereka dengan tempat itu.


"Hmmm..."


Akhirnya sepasang sejoli itu meninggal kan balkon kamar hotel mereka.


menghampiri koper yang telah teronggok di dekat pintu masuk kamar hotel,kemudian keluar meninggal kan kenangan manis mereka di dalam sana.


*********************************


Sampailah mereka di rumah kediaman Al habsyi.Mereka di sambut dengan kebahagiaan dan suka cita.


pengantin baru itu seperti mendapat pelayanan raja dan ratu. Papa Ruslan, mama Amira,Zahra,Fatan,dan keluarga besar Al Habsy dan Amananta pun sudah menyambut mereka di rumah keluarga Al habsy.


Mereka memang sengaja mengadakan doa bersama sekaligus silaturrahmi untuk merekat kan dan saling mengenal antar dua keluarga yang terikat oleh tali pernikahan.


Seseorang,ketika dia menikah.


Berarti Ia menikah dengan semua kerabat nya. Satu keluarga tidak akan bisa di pisah kan secara sendiri sendiri. mereka adalah satu kesatuan.


Pasangan pengantin itu di hujani begitu banyak candaan,dan membuat wajah putih mereka bersemu merah merona.


Ada juga yang tanpa malu menanyakan oleh oleh mereka dari pulau Dewata itu,


Hari ini kebahagiaan menyelimuti dua keluarga besar mereka itu.


"Sayang...bersih bersih lah dulu.Dan kalian juga pasti capek.Istirahat lah..tidak perlu membantu kami di sini,semua pekerjaan di sini sudah selesai,istirahat lah...."


Bunda Fatimah berkata lembut pada Mahira menantu nya.


Ia seperti tau bahwa Mahira lelah terlihat dari tatapan nya yang sendu.


"Iya bunda...Mahira ke kamar dulu ya.."


kemudian Ia menghampiri suami nya.


"Mas ayo kita bersih bersih dulu mas..."


Mahira berkata pada Fatih suami nya,kemudian Fatih menggandeng tangan Istri nya berniat meninggal kan mereka yang sedang sibuk dengan pekerjaan nya.


"Cie cie...mesra amat bang! nggak sekalian gendong tuh!?"


Zahra meledek dengan tingkah Fatih yang posesif..namun Ia hanya menolehkan Wajah nya ke arah Zahra dan berlalu pergi begitu saja.


Sampailah mereka di kamar mereka.

__ADS_1


Zahra yang merasakan lelah di sekujur tubuh nya,melemparkan sebagian tubuh nya di atas kasur,dengan kaki yang menggantung di lantai.


"Mas aku lelah...kumohon jangan ganggu aku untuk malam ini ya....please...."


Mahira merubah posisi tubuh nya yang tadi terlentang menjadi miring dengan tangan kiri nya menopang kepala bagian kiri. Ia menatap tubuh suami nya yang kini telah lolos dari pakaian nya.


dan menampak kan tubuh nya yang padat hasil olah raga nya selama ini.


Fatih yang melihat istrinya bermalas malasan.menggelengkan kepala sambil berkacak pinggang.


Kemudian mendekati istrinya yang masih enggan beranjak dari ranjang.


"Iissshh ayo sayang...mandi dulu kemudian kita bisa istirahat nanti".


Fatih mendaratkan bokong nya di atas tempat tidur berukuran king size itu. tangan nya membelai rambut Mahira yang tergerai.


tapi tiba tiba Mahira menarik tangan Suaminya.sehingga Ia terjerembab diatas kasur karna ulah istri nya.


"hahaha..." suara tawa Mahira terdengar merdu.kemudian di susul oleh suara tawa Fatih yang merasa lucu dengan ke usilan istri nya.


"Kamu mau...." guman Fatih sembari menyodorkan tubuh nya ke arah Mahira.


"Hahaha...Mas.kamu menggemaskan sekali si..seperti anak kecil!!"


Mahira mecubit pipi suami nya. Kemudian mengecup bibir merah muda yang nampak seksi dan menarik bagi nya.


Fatih tidak pernah merokok,maka dari itu bibir nya terlihat merah muda tanpan noda gelap sedikit pun.


Tanpa aba aba Fatih sudah berada di atas tubuh Mahira.dan mengusai tubuh nya.


"Inilah yang terjadi kalau kau menggodaku sayang..!" seru Fatih yang menghimpit tubuh istri nya dengan lengan sebagai tumpuan nya.


Mahira hanya pasrah mendapat perlakuan suamianya yang sudah berada di ambang batas.


*********************************


Malam itu suasana menjadi ramai.


Rombongan jamaah pengajian milik Fatih sudah berdatangan memasuki ruang tamu yang digunakan untuk acara syukuran serta doa bersama untuk pasangan pengantin baru itu.


Setelah sang ustadz yang biasa memimpin acara telah datang,maka acara pun segera dimulai.


acara di mulai dengan lantunan ayat suci Al Qur an,sambutan tuan rumah dan tahlil yang di niat kan untuk Almarhum ayah Fatih.


setelah itu makan bersama dan tausiyah dari ustadz ridho dan di tutup dengan doa.


"Bagaimana kabar mu Fatih? menyenangkan bukan setelah menikah?".


tanya ustadz ridho kepada Fatih. Tatapan nya melihat wajah Fatih yang memancarkan kebahagian.


"Iya tadz...ada ketenangan dan ketentraman yang tidak bisa di ungkap dengan kata kata".


jawab Fatih menuturkan isi hati nya.


"Jagalah pernikahan mu dengan selalu meminta perlindungan kepada Allah,semoga pernikahan mu di jauhkan dari berbagai macam bala.di berkahi dan mendapat tempat disisi Allah menjadi pasangan yang di ridhoi Nya.


Fatih mendengarkan Nasihat sang ustadz dengan seksama.


Melihat kemesraan antara Murid dan guru nya,Mahira tergoda untuk menghampiri mereka.


"Assalamu'alaikum ustadz..."


Mahira duduk di sisi suami nya berhadapan dengan Ustadz ridho.


"Wa'alaikum salam warah matullah...


wah ini dia bidadari surgamu...!."


Fatih tersenyum dan pasangan pengantin baru itu saling menoleh.


"Bagaimana Mahira...apa Fatih memperlakukan mu dengan baik?"


lanjut nya dengan memberi pertanyaan pada Mahira.


"Alhamdulillah ustadz...dia suami yang saya idamkan,saya merasa tenang di sisi nya ustadz.walaupun ilmu agama nya mungkin masih kurang.tapi saya yakin dia sanggup membimbing saya"


"Baiklah kalau begitu...semoga pernikahan kalian di berkahi.dan segera mendapat kan momongan yang sholeh dan sholehah. Aku pamit dulu..Istriku sedang sensitif akhir akhir ini...jadi aku tidak bisa meninggalkan nya lama lama.....Maklum dia sedang hamil anak ketiga kami".


Mereka tertawa bersama.


"Aku memberi tau rahasia kepada mu Fatih!..karna kamu akan mengalami ini,jaga perasaan istri mu kalau dia sudah hamil nanti ya..."


Mereka kembali tertawa..dan Mahira menjadi pusat perhatian kedua lelaki itu

__ADS_1


ustadz ridho pun meninggal kan rumah Fatih,tentu nya setelah meminta izin tuan rumah terutama kepada Fatimah Ibunda Fatih.


*********************************


Hari masih gelap bahkan belum terdengar lantunan Ayat suci Al Qur an dari masjid di komplek tempat Fatih tinggal.karna waktu masih menunjuk kan pukul 03.10 dini hari.


"Dinda...ayo bangun..kita sholat tahajud yuk..."


Fatih memain kan jari nya di pipi mulus milik sang istri.


sang empunya yang terusik mulai memperlihatkan pergerakan yang teratur.


"Jam berapa mas?"


tanya nya yang kini mengejap ngejapkan mata nya yang berusaha menyesuaikan indra penglihatan nya.


"Mahira terduduk.Ia menggerak kan dan memutar pinggang dan merenggangkan tubuh nya yang kaku.


"Ayo sayang kita mandi dulu...mau ku gendong?"


Fatih masih memegang tangan istrinya yang ter ulur bertautan dengan tangan nya dengan posisi nya yang sudah berdiri.


"tidak usah mas...kasihan kamu juga capek..."


Mahira beranjak dari tempat tidur dan mengiringi langkah suami nya yang berjalan menuju kamar mandi.


Mereka mandi tanpa melakukan kegiatan apapun kemudian sholat tahajud berjamaah.dan tidak tidur lagi sampai Matahari terbit dari timur.


Suasana sarapan pagi ini sangat ramai. karna mama Amira memilih menginap di rumah besan nya,sedangkan papa Ruslan dan kerabat nya mereka pulang setelah acara itu selesai.


begitu juga keluarga Fatih,mereka membubarkan diri satu persatu.


Hari ini Mahira dan Fatih akan pindah ke rumah baru mereka.


Rumah pemberian sahabat nya Adit.


Mereka hanya perlu membawa badan dan pakaian mereka..serta keperluan pribadi mereka lain nya. Mereka tidak perlu membawa apa apa kecuali barang pribadi mereka,karna Rumah itu sudah lengkap dengan segala macam perabotan rumah tangga.bahkan hal sekecil apapun seperti sikat gigi dan sabun mandi.


Setelah melewati perjalanan kurang lebih 1 jam.Mereka pun sampai di tempat tujuan mereka.


yaitu Rumah Fatih dan Mahira di kawasan perumahan daerah tanggerang bagian selatan.


Mereka semua turun dari mobil masing masing dengan antusias.Bunda Fatimah dan mama Amira yang paling antusias,karna mereka baru pertama kali memasuki rumah ini.


Zahra dan Fatan sudah pernah memasuki nya.


Mereka kemari untuk mengantarkan pakaian kakak nya yang sudah di persiapkan oleh Fatih jauh jauh hari sebelum pernikahan.dan juga mengatur semua barang barang pada tempat yang tersedia sesuai kegunaan nya.


"MasyaAllah....kamu beruntung Fatih mempunyai sahabat seperti Adit"


seru mama Amira dari dalam kamar pasangan pengantin baru itu di dampingi bunda Fatimah yang menyetujui perkataan Amira besan nya.


"Kalian langsung bisa menempati nya tanpa harus susah payah mencari perabotan rumah tangga.Semua sudah tersedia"


lanjut nya sambil menghampiri Fatih yang mengikuti nya dari belakang.


"Mama benar benar tidak tau harus berkata apa.Tolong sampaikan trimakasih ku pada nya Fatih! dan undang lah kapan kapan ia ke rumah Mama,kami ingin berterima kasih secara langsung".


"Baik ma...nanti Fatih akan memberi tahu nya"


tak lama kemudian terdengarlah deru suara mobil yang tepat terparkir di depan rumah mereka.


"Assalamu'alaikum..."


Ruslan datang dengan buah tangan dalam genggaman nya.


di ikuti sopir yang membawa barang bawaan yang lebih besar.


"Wa'alakum salam warahmatullah"


jawaban serempak dari mereka yang menunggu kedatangan nya dari tadi.


Setelah meletak kan barang bawan nya,


Ruslan berkeliling melihat lihat Interior rumah putri dan suami nya,ditemani Fatih.tidak ada yang luput dari perhatian Ruslan.semua telah di jelajahi oleh penglihatan nya.


Termasuk balkon yang terletak di kamar Utama yang terletak di lantai dua.


dilantai dua juga terdapat ruang keluarga dan masih ada satu kamar lagi.


"Sampaikan ucapan trimakasih ku pada nya Fatih,dan kapan kapan beri tahu aku,aku ingin mengundang nya untuk makan malam dan berterima kasih pada nya"


Tutur Ruslan pada Fatih menantu nya.

__ADS_1


Ia benar benar bersyukur menantu nya memiliki sahabat yang baik...bahkan Ia memperlakukan menantu nya itu seperti saudara nya sendiri. Dan inilah yang jarang di jumpai di jaman sekarang ini.


Bersambung......


__ADS_2